Ini Hanya Blog Biasa yang Menyediakan Informasi Hal-hal Menarik Tentang Aceh.
Kuah Pliek-U, Gulai Para Raja
Masakan atau gulai khas Aceh.
Okezine - Template
Mesjid Raya Baiturrahman
Saksi bisu sejarah Aceh.
Okezine - Template
Tari Saman
Satu ciri menarik dari tari Aceh
..
Prev 1 2 3 Next

Wednesday, 15 August 2012

Pembentukan FP3RL, Untuk Selamatkan Peninggalan Reje Linge



Jakarta | Lintasgayo.com – Guna menyelamatkan warisan peninggalan Reje (Raja) Linge yang saat ini di koleksi Erah Linge, masyarakat Gayo di Jakarta membentuk Forum Penyelamatan dan Pelestarian Peninggalan Raja Linge (FP3RL).

Sebagai langkah awal, FP3RL ini juga akan melakukan penggalangan dana guna pengobatan Erah Linge yang kondisinya saat ini mengalami sakit parah. Terlebih pihak keluarga sudah tak sanggub lagi untuk mencari dana pengobatannya.

Guna menjalankan roda organisasi, FP3RL ini menyepakati menunjuk Yusradi Al-Gayoni selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen). Forum ini atas prakarsa masyarakat Gayo di Jakarta yang saat pendiriannya juga “dibidani” Hasan, Staf Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif RI.

Yusradi mengungkapkan, awalnya, guna menyikapi kondisi Erah Linge yang sedang sakit berat dan adanya wacana penjualan peninggalan Reje (Raja) Linge, beberapa orang Gayo di Jakarta pun kemudian menjumpai Harun Zeni, perwakilan keluarga yang saat ini berada di Jakarta.

“Bang Erah lagi mate beden (stroke) dan saat ini sulit berkomunikasi. Karenanya, beliau memerlukan biaya untuk berobat. Karena keterbatasan biaya, sampai-sampai ada wacana untuk menjual peninggalaan Raja Linge yang sudah lama dikumpulkannya,” jelas Harun di Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012)

Terkait pengumpulan pelbagai peninggalan Raja Linge itu, jelas Harun, Erah sudah lama mengumpulkan warisan identitas masyarakat Gayo itu. Konsekuensinya, beliau mesti merogoh kantongnya sendiri. Bahkan, sampai menjual harta dan ratusan kerbaunya untuk mendapatkan suhuf-suhuf sejarah Gayo tersebut.

Bahkan, katanya lagi, Erah sempat menawarkan untuk memberikan koleksinya itu kepada pemerintah kabupaten di Gayo (Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Bener Meriah). Tinggal lagi, pemerintah kabupaten di Gayo mengupayakan museum.

“Sayangnya, tawaran itu kurang direspon,” aku Harun miris sembari menambahkan, saat ini ada beberapa koleksi sudah di tangan, mantan Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar yang sebelumnya sempat membantu pengobatan Bang Erah.

“Terakhir, dia ) bantu Rp6 juta. Akhir-akhir ini, sudah tidak bisa lagi dihubungi,” sebutnya. Secara keseluruhan, ujar Harun mengungkapkan, ada 150 buah peninggalan Reje Linge dan Datuk Imem Lumut. Namun, ada 20 buah barang Reje Linge yang tidak diketahui namanya.

FP3RL

Menyangkut penggalangan dana untuk biaya pengobatan, Yusradi menjelaskan, tahap awal, forum ini fokus dalam penggalangan dana. Karenanya, bagi yang ingin membantu, bisa langsung menghubungi dirinya atau Harun Zeni.

“Dana ini akan langsung diserahkan kepada Pak Erah Linge dan setiap dana yang masuk akan dilaporkan dan dipertanggungjawabkan secara transparan,” kata Yusradi.

Kemudian, sambungnya, akan mencoba berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait baik di tanoh Gayo, Aceh maupun di Jakarta. Termasuk, dengan Senator, Forbes, dan Anggota DPR RI asal Aceh. Juga, dengan kementerian terkait.

Langkah berikutnya, kata pengkaji dan penulis buku Ekolinguistik itu menjelaskan, coba mengupayakan adanya Museum Mini yang nantinya langsung diurus keluarga. Pasalnya, Gayo masih belum punya museum.

“Sebelumnya, sudah ada dana untuk pembangunan museum di Gayo. Namun, karena conflict of interest sehingga dananya kembali lagi ke pusat,” aku Yusradi menyesalkan. “Secara pribadi, saya menolak penjualan peninggalan Reje Linge dan Datuk Imem Lumut tersebut. Ini adalah opsi terakhir dan terburuk. Kalau sempat dijual, maka terputuslah nilai historis yang dikandungi benda-benda tersebut. Dengan demikian, secara sosial, Gayo akan semakin cepat punah,” tegasnya.
Baca Selengkapnya

Enaknya Rujak Mameh Aceh ! Ini ada Resepnya



Rasanya manis, racikan bumbunya pun sederhana, Rujak Mameh begitulah sebutan bagi cemilan yang satu ini. Ada juga yang mengenal dengan nama lincah mameh, mameh sendiri berarti manis.

Dilihat sekilas, rujak mameh ini memang sangat menarik untuk dicoba saat berbuka. Tidak saja manis, tentu untuk menemukan taste yang bikin lidah tak mau berhenti juga dari pilihan buahnya.

Bulan puasa, rujak mameh memang jadi andalan penjual jajanan di pasar. Selain murah meriah, minuman sekaligus cemilan ini kaya akan vitamin karena mengandung beragam jenis buah yang diparut kecil.

Tertarik untuk meracik sendiri rujak mameh Aceh ini, berikut ini bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:

300 g bengkuang, yang sudah kupas
300 g mangga muda, jenis apa saja
1 buah (500 g) nanas, kupas, potong kecil-kecil
200 g mentimun, iris tipis
200 g buah jambu air, cincang kasar
200 g buah kweni, kupas, cincang kasar
200 g wortel, parut atau potong kecil-kecil
2 buah sawo, kupas dan cincang kasar

Bahan untuk kuah rujak mameh:

10 buah cabai rawit (sesuai dengan tingkat pedasnya)
50 gr gula pasir (gula jawa)
1 sendok teh garam (secukupnya)
1/2 buah jeruk nipis, diperas airnya
150 gr kacang tanah tanpa kulit dan goreng
350 ml air panas

Cara membuat:

Semua bahan untuk kuah dihaluskan seperti cabai, gula jawa/pasir, garam, dan air jeruk nipis serta kacang tanah goreng, tumbuk halus.

Campur bumbu halus bersama semua bahan rujak. Tambahkan air sedikit demi sedikit, aduk-aduk hingga rata dan buah mengeluarkan air. Lalu simpan dalam lemari pendingin.

Namun, bagi yang repot untuk mengolah bahan-bahan rujak di atas, bisa menggunakan blender dengan cara menghaluskannya beberapa detik saja. Jadi, bahan-bahan rujak terasa sama dengan parutan kecil.

Tertarik untuk icip rujak mameh? jangan lupa dicoba dan sajikan dalam keadaan dingin saat berbuka tentu lebih nikmat.

sumber : http://seputaraceh.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Budidayakan “Grupel” , Kenapa Tidak !



lintasgayo.com - Disebutkan bahwa bahasa ilmiah Grupel (sebutan di Gayo, red) adalah Lisea.sp yang merupakan satu jenis kayu yang memiliki karakteristik yang khas dari kayu-kayu lain yang tumbuh dikawasan di kesejukan dataran tinggi Gayo pada ketinggian 700-1700 meter diatas permukaan laut (dpl).

Jenis kayu ini dapat dikategorikan sebagai jenis kayu yang unik, karena dapat bertahan hidup dibeberapa jenis tanah, baik tanah kritis, gersang maupun bebatuan sekalipun, dan dapat bertahan lama walaupun dijemur dalam terik matahari sekali pun. Ketinggian pohon ini dapat mencapai 35 meter dengan diameter batang mencapai 100 cm.

Ke-khasan lain yang dimiliki Grupel adalah mempunyai tekstur yang menarik. Oleh karenanya Grupel menjadi terkenal karena tekstur bunga yang ditampilkan sel kayu ini juga sangat indah yang disebabkan oleh tidak normalnya perkembanganbiakan sel pada batang dan akar kayu (bannir) tersebut. Kayu ini juga menabur aroma wangi atsiri yang khas.

Di Gayo, kayu ini biasa dipakai untuk barang kerajinan dan bagian kayu Grupel yang digunakan sebagai barang kerajinan bernilai tinggi adalah bagian akar dan bekas tebang yang ditinggalkan. Di Gayo dikenal dengan istilah Tomoh (Bongkol). Uniknya, semakin lama umur penebangan, limbah berupa Tomoh ini semakin bagus dan bernilai tinggi untuk bahan kerajinan.

Di tahun 1990 sampai 1997, Kayu Grupel pernah menjadi barang yang paling dicari oleh pengusaha kerajinan berbahan kayu berkebangsaan Korea . Saat itu, jengkal demi jengkal sudut hutan Gayo diacak-acak untuk mendapatkan kayu Grupel. Bahkan, bukan lagi sisa tebangan yang diambil, kayu Grupel yang masih berdiripun ditebang dan diangkut ke Korea dan sejumlah negara lainnya.

Membudidayakan Grupel

Perkembangbiakan Grupel tidak hanya terjadi karena seleksi alam. Akan tetapi, Grupel juga dapat dikembangbiakkan dengan beberapa hal. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pemerhati lingkungan di Gayo Kabupaten Aceh Tengah, Ir Jumhur, yang tergabung kedalam Forum Penyelamatan Danau Lut Tawar (FPDLT).

Dalam bincang-bincang di kantin Batas Kota (BK) Paya Tumpi Kabupaten Aceh Tengah, Jum’at (14/10/20110 saat menikmati kopi Espresso Black Coffee racikan barista Win Ruhdi Bathin yang juga sebagai Redaktur situs berita Lintas Gayo, Jumhur yang merupakan sarjana Kehutanan mengatakan bahwa membudidayakan Grupel hanya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, Stek Tunas dan Stek Pucuk.

Pada steek tunas menurut Jumhur akan terjadi perakaran secara alami oleh tunas-tunas yang dibelah dari bahan induknya.

Akan tetapi dikatakan Jumhur, pada saat ini kayu ini mulai langka dijumpai di daerah Gayo. Oleh karena itu, butuh proses panjang untuk membudidayakannya terlebih lagi kalau cara ini dilakukan belum tentu stek yang dilakukan akan berjalan dengan sempurna.

Cara yang kedua, terang Jumhur lebih lanjut, adalah dengan stek pucuk yakni dengan menggunakan media agar-agar dan menjaga suhu yang tetap pucuk-pucuk Grupel yang di stek dimasukkan kedalam inkubator dengan media agar-agar yang dimasukkan kedalamnya.

Teknologi ini sangat efektif dilakukan dan pertumbuhan akarnya pun agak lumayan lebih cepat dari pada stek tunas.

Namun, teknologi Inkubasi ini memakan biaya tinggi sehingga teknologi ini belum pernah dilakukan di Takengon. Teknologi yang mirip dengan kultur jaringan ini diharapkan dapat mengembalikan ke-khasan Grupel sebagai kayu yang banyak digunakan orang untuk membuat aksesoris rumah dan bernilai ekspor itu.

Jumhur juga mengatakan bahwa kayu Grupel hanya terdapat di daerah Gayo dan Afrika yaitu Maroco, hal itu dijelaskan oleh para pakar peneliti kayu di Aceh berdasarkan hasil penelusuran, kata Jumhur

Sangat disayangkan jikalau tidak ada penanganan yang khusus untuk kayu ini, maka kita sebagai generasi Gayo akan melihat kepunahan dari kayu ini. Banyak sekali anak-anak sekarang yang tak tahu lagi bagaimana bentuk dari Grupel.

Pengakuan seorang teman, dia hanya sering mendengar nama Grupel saja tanpa tahu bagaimana bentuknya. Hal ini tentu menambah sederetan benda yang diprediksi akan punah di bumi Gayo, seperti halnya Depik (Rasbora Tawarensis ) yang dipicu kerusakan lingkungan danau Lut Tawar, Bahasa Gayo, tutur dan adat, Keprok Gayo dan lain-lainnya tanpa sempat ada yang memulai untuk membenahinya. (Darmawan Masri)
Baca Selengkapnya

Zona Pantun Aceh



Ingin Pantun Aceh Anda "Nimbrung" alias tampil di Blog ini?
Mudah Kok.. Kakak-kakak, adek-adek, abang-abang, Bapak-bapak atau Ibu-Ibu tinggal join aja diblog ini atau bergabung dengan grup Facebook kami. Caranya :

1. Like Fans Page Kami Only Aceh (Selalu Aceh)
2. Setelah Bergabung tinggal posting Pantun Aceh Anda di Dinding Kami.
3. Pantun akan kami tampilkan di blog beserta nama anda.
4. Pantunnya 4 bait (disertakan bahasa Indonesianya)
5. Selesai deh..
Baca Selengkapnya

Tuesday, 14 August 2012

Arbab, Alat Music Tradisional Aceh


Instrumen ini terdiri dari 2 bagian yaitu Arbabnya sendiri (instrumen induknya) dan penggeseknya (stryk stock) yang dalam bahasa daerah disebut : Go Arab. Instrumen ini terbuat dari bahan : tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan dawai

Musik Arbab pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat dan Etnis Batak. Biasanya Arbab ini dipertunjukkan pada acara-acara keramaian rakyat, seperti hiburan rakyat, pasar malam dsb. Namun, demikian sekarang ini tidak pernah dijumpai kesenian ini, diperkirakan sudah mulai punah. Terakhir kesenian ini dapat dilihat pada zaman pemerintahan Belanda dan pendudukan Jepang.

sumber : http://p4tksb-jogja.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Khanduri Apam



Khanduri Apam (Kenduri Serabi) adalah salah satu tradisi masyarakat Aceh berupa pada bulan ke tujuh (buleun Apam) dalam kalender Aceh. Buleun Apam adalah salah satu dari nama-nama bulan dalam “Almanak Aceh” yang setara dengan bulan Rajab dalam Kalender Hijriah. Buleun artinya bulan, dan Apamadalah sejenis makanan yang mirip serabi.

Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh untuk mengadakan Khanduri Apam pada buleun Apam. Tradisi ini paling populer di kabupaten Pidie sehingga dikenal dengan sebutan Apam Pidie. Selain di Pidie, tradisi ini juga dikenal di Aceh Utara, Aceh Besar dan beberapa kabupaten lain di Provinsi Aceh.

Kegiatan toet apam (memasak apam) dilakukan oleh kaum ibu di desa. Biasanya dilakukan sendirian atau berkelompok. Pertama sekali yang harus dilakukan untuk memasak apam adalah top teupong breuh bit (menumbuk tepung dari beras nasi). Tepung tersebut lalu dicampur santan kelapa dalam sebuah beulangong raya (periuk besar). Campuran ini direndam paling kurang tiga jam, agar apam yang dimasak menjadi lembut. Adonan yang sudah sempurna ini kemudian diaduk kembali sehingga menjadi cair. Cairan tepung inilah yang diambil dengan aweuek/iros untuk dituangkan ke wadah memasaknya, yakni neuleuek berupa cuprok tanoh (pinggan tanah).

Dulu, Apam tidak dimasak dengan kompor atau kayu bakar, tetapi dengan on ‘ue tho (daun kelapa kering. Malah orang-orang percaya bahwa Apam tidak boleh dimasak selain dengan on “ue tho ini. Masakan Apam yang dianggap baik, yaitu bila permukaannya berlubang-lubang , sedang bagian belakangnya tidak hitam dan rata(tidak bopeng).

Apam paling sedap bila dimakan dengan kuahnya, yang disebut kuah tuhe, berupa masakan santan dicampur pisang klat barat(sejenis pisang raja) atau nangka masak serta gula. Bagi yang alergi kuah tuhe mungkin karena luwihnya (gurih), kue Apam dapat pula dimakan bersama kukuran kelapa yang dicampur gula. Bahkan yang memakan Apam saja (seunge Apam), yang dulu di Aceh Besar disebut Apam beb. Selain dimakan langsung, dapat juga Apam itu direndam beberapa lama ke dalam kuahnya sebelum dimakan. Cara demikian disebut Apam Leu’eop. Setelah semua kuahnya habis dihisap barulah Apam itu dimakan.

Apam yang telah dimasak bersama kuah tuhe siap dihidangkan kepada para tamu yang sengaja dipanggil/diundang ke rumah. Dan siapapun yang lewat/melintas di depan rumah, pasti sempat menikmati hidangan Khanduri Apam ini. Bila mencukupi, kenduri Apam juga diantar ke Meunasah (surau di Aceh) serta kepada para keluarga yang tinggal di kampung lain. Begitulah, acara toet Apam diadakan dari rumah ke rumah atau dari kampung ke kampung lainnya selama buleuen Apam(bulan Rajab) sebulan penuh.

Sejarah Khanduri Apam

Tradisi Khanduri Apam ini adalah berasal dari seorang sufi yang amat miskin di Tanah Suci Mekkah. Si miskin yang bernama Abdullah Rajab adalah seorang zahid yang sangat taat pada agama Islam. Berhubung amat miskin, ketika ia meninggal tidak satu biji kurma pun yang dapat disedekahkan orang sebagai kenduri selamatan atas kematiannya. Keadaan yang menghibakan/menyedihkan hati itu; ditambah lagi dengan sejarah hidupnya yang sebatangkara, telah menimbulkan rasa kasihan masyarakat sekampungnya untuk mengadakan sedikit kenduri selamatan di rumah masing-masing. Mereka memasak Apam untuk disedekahkan kepada orang lain. Itulah ikutan tradisi toet Apam (memasak Apam) yang sampai sekarang masih dilaksanakan masyarakat Aceh.

Selain pada buleuen Apam (bulan Rajab), kenduri Apam juga diadakan pada hari kematian. Ketika si mayat telah selesai dikebumikan, semua orang yang hadir dikuburan disuguhi dengan kenduri Apam. Apam di perkuburan ini tidak diberi kuahnya. Hanya dimakan dengan kukuran kelapa yang diberi gula (dilhok ngon u)

Khanduri Apam juga diadakan di kuburan setelah terjadi gempa hebat– seperti gempa tsunami, hari Minggu, 26 Desember 2004. Tujuannya adalah sebagai upacara Tepung Tawar (peusijuek) kembali bagi famili mereka yang telah meninggal. Akibat gempa besar; boleh jadi si mayat dalam kubur telah bergeser tulang-belulangnya. Sebagai turut berduka-cita atas keadaan itu; disamping memohon rahmat bagi si mati, maka diadakanlah khanduri Apam tersebut.

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa latar belakang pelaksanaan kenduri apam pada mulanya ditujukan kepada laki-laki yang tidak shalat Jum’at ke mesjid tiga kali berturut-turut, sebagai dendanya diperintahkan untuk membuat kue apam sebanyak 100 buah untuk diantar ke mesjid dan dikendurikan (dimakan bersama-sama) sebagai sedekah. Dengan semakin seringnya orang membawa kue apam ke mesjid akan menimbulkan rasa malu karena diketahui oleh masyarakat bahwa orang tersebut sering meninggalkan shalat jumat.

Berikut ini nama-nama bulannya:
Muharram –> Asan Usén
Safar –> Sapha
Rabi’ul –> Awal Molôt
Rabi’ul Akhir –> Adoë Molôt
Jumadil Awal –> Molôt Keuneulheuëh
Jumadil Akhir –> Khanduri Boh Kayèë
Rajab –> Khanduri Apam
Syakban –> Khanduri Bu
Ramadhan –> Puasa
Syawal –> Uroë Raya
Zulkaidah –>Meu-apét
Zulhijjah –> Haji

Sumber | Aceh Pedia
Baca Selengkapnya

Konjen Kemenlu Kunjungi Sabang



SERAMBINEWS - Konsulat Jendral (Konjen) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bidang Pengembangan dan Pengkajian Kebijakan, Teuku Darmawan, Selasa (24/7) berkunjung ke Sabang. Dalam kunjungan itu, Darmawan turut didampingi Samsul Rizal (Kepala Subdit Pengamanan Informasi Direktorat Keamanan Diplomatik Kemenlu) dan Putri Sasongko (Pejabat Fungsional Direktorat Keamanan Diplomatik Kemenlu). Rombongan itu tiba di Sabang sekitar pukul 10.00 WIB kemarin disambut Pj Walikota Sabang, Zulkifli Hasan MM dan muspida setempat.

Menurut Darmawan, kunjungan ke Sabang merupakan agenda selingan sebelum melakukan pertemuan khusus dengan Gubernur Aceh di Banda Aceh besok (hari ini-red). “Kami siap mempromosikan potensi Sabang ke luar negeri, baik dari sisi wisata maupun investasi,” ujar Teuku Darmawan yang juga mantan Konsul Jenderal RI di Hamburg, Jerman itu.

Saat di Sabang, rombongan didampingi Muspida Sabang dan sejumlah Pejabat BPKS mengunjungi sejumlah objek wisata seperti Gapang dan Iboih, termasuk melihat dermaga BPKS. Sore kemarin, rombongan kembali ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Balohan, Sabang
Baca Selengkapnya

Kuliah Pariwisata di Italia, Ayo Buruan !!


SERAMBINEWS.COM - Siapa yang mempunyai impian bertandang ke Italia? Mungkin Anda menyimpan mimpi itu. Coba wujudkan dengan mengajukan aplikasi beasiswa ini!


MIB School of Management of Trieste, Italia, membuka peluang beasiswa bagi yang berminat dalam bidang pariwisata dan hiburan. Penerima beasiswa juga akan mendapatkan biaya pendidikan dan menghadiri The XII Edition of the International Master in Tourism & Leisure.


Beasiswa yang diberikan mencakup 70 persen dari biaya pendidikan. Adapun, biaya kuliah penuh 18.150 Euro. Biaya untuk beasiswa ini akan mendapatkan potongan langsung dari jumlah keseluruhan biaya pendidikan. Syarat-syarat untuk mengajukan beasiswa tersebut adalah:

*Memiliki nilai akademik yang berkualifikasi dari disiplin ilmu apa pun;

*Fasih bahasa Inggris dan memiliki sertifikat TOEFL, IELTS, atau PTE;

*Memiliki pengalaman hidup yang menarik dan mampu berkembang dalam bekerja.


MIB School of Management akan memberikan beasiswa untuk kandidat terbaik berdasarkan kualifikasi pendidikan, keterampilan pribadi, profesional pengetahuan, dan motivasi yang ditampilkan selama wawancara penilaian. Untuk mengakses beasiswa ini, formulir pendaftaran dapat diselesaikan secara online.


Untuk menyelesaikan aplikasi tersebut, dokumen-dokumen yang harus diserahkan adalah:

1. Sertifikat dan transkrip nilai;
2. Dua surat rekomendasi;
3. Sertifikat yang menunjukkan pengetahuan yang memadai tentang bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS atau PTE;
4. Hasil tes skor penalaran deduktif seperti GMAT (alternatif, verifikasi dapat dilakukan langsung oleh sekolah).


Dokumentasi harus dikirimkan sebelum 24 September 2012 ke sepic@mib.edu.

Selamat mencoba!
Baca Selengkapnya

Duta Wisata Lhokseumawe



LHOKSEUMAWE - Abrar Hidayatullah dan Suci Taharunnisa terpilih sebagai Duta Wisata Lhokseumawe tahun 2012 untuk kelompok putra dan putri. Mereka nantinya akan mewakili Lhokseumawe ke even yang sama tingkat Provinsi Aceh pada September mendatang. Keduanya terpilih pada pemilihan yang digelar Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Lhokseumawe, di Hotel Seulanga SMK Negeri 2 Lhokseumawe, Senin (16/7).

“Mereka nantinya akan kita bekali dengan berbagai pengetahuan, hingga saat tampil di tingkat provinsi lebih siap. Karena harapan kita, mereka berdua bisa mewakili Aceh ke tingkat nasional,” ujar Kadis Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Miswar, kemarin.

Lomba tahun ini, menurutnya, diikuti 23 peserta (11 pria dan 12 wanita) dari sejumlah sekolah dan sanggar di Lhokseumawe. Peserta, lanjut Miswar, diuji materi terkait kawasan wisata, bahasa Inggris dan Bahasa Aceh, pengetahuan umum, pertunjukan seni dan penampilan peserta. “Hingga setelah semua peserta tampil, dewan juri memilih Abrar dan Suci sebagai Duta Wisata Kota Lhokseumawe tahun 2012,” ujarnya.

Selain agenda tahunan, tambah Miswar, kegiatan itu juga merupakan upaya meningkatkan peran pariwisata dalam pembangunan daerah, jadi wadah melestarikan budaya daerah, serta tempat pengembangan bakat, kreativitas, dan kecerdasan di kalangan generasi muda.

sumber : http://serambinews.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Punya 808 Objek Wisata, Aceh Bidik 1,3 Juta Wisatawan



OKEZONE. Aceh bersiap menyongsong tahun kunjungan wisata. Dengan mengandalkan 808 objek wisata, Pemprov Aceh menargetkan 1,3 juta wisatawan berkunjung ke Serambi Mekkah selama pelaksanaan Visit Aceh 2013.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, Rasyidah, mengatakan bahwa Pemprov akan terus meningkatkan fasilitas penunjang wisata. “Ada 808 obyek wisata yang layak dikunjungi di provinsi ini, mulai dari wisata pantai, situs sejarah, situs tsunami, hingga wisata religi,” katanya, di Banda Aceh, Rabu (4/7/2012).

Dia mengakui, selama ini objek-objek wisata tersebut belum tertata dengan baik. Namun, ke depan akan terus dikelola secara profesional agar wisatawan yang datang sesuai harapan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Aceh.

“Arus kunjungan wisatawan pada 2013 kita targetkan mencapai 1,3 juta orang,” sebutnya.

Dia yakin target ini bisa tercapai jika ada kerjasama yang baik dengan sejumlah pihak. Apalagi faktanya, arus kunjungan ke Aceh dalam dua tahun terakhir terus meningkat. Pada 2008, tercatat 17.282 wisatawan mancanegara dan 710.890 wisatawan Nusantara berkunjung ke Aceh. Angka ini meningkat pada 2011, yaitu 28.053 wisatawan mancanegara dan 959.545 wisatawan Nusantara. “Naik 27 persen,” katanya.

Tahun ini, Aceh menargetkan kunjungan 1,1 wisatawan dalam maupun luar negeri. Rasyidah mengajak wisawatan untuk tidak perlu takut berkunjung ke Aceh karena keamanan provinsi ini sudah sangat kondusif. Budaya ramah yang dimiliki masyarakat Aceh siap menyambut turis dari manapun.

Wisatawan juga jangan takut dengan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh karena Syariat yang diberlakukan tidak seseram bayangan dan tidak akan menghambat sektor pariwisata. “Aceh adalah daerah kunjungan wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” ujarnya.

Kepala Satuan PP dan Polisi Syariah (Wilayatul Hisbah) Aceh, Khalidin, mengatakan bahwa pihaknya memberikan garansi pelaksanaan syariat Islam di Aceh tidak akan mengganggu sektor pariwisata. “Polisi Syariat tidak akan menghambat. Wisata merupakan salah satu sektor yang bisa mendatangkan PAD daerah,” tandasnya.

Khalidin mengimbau wisatawan mancanegara dan Nusantara tidak perlu takut berkunjung ke Aceh, terutama setelah mendengar pemberitaan soal hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam. Wisatawan non-Muslim juga tidak diwajibkan mengenakan jilbab di Aceh karena itu hanya diwajibkan bagi Muslimah.

Sebelumnya, General Manager Hermes Palace Hotel Banda Aceh Oktowandi menambahkan bahwa pihaknya akan mengemas paket-paket wisata dalam mendukung program Visit Aceh Year 2013. “Kita berharap visit Aceh ini akan berhasil,” tutupnya.
Baca Selengkapnya

Bukit Kerang



Bukit Kerang merupakan obyek wisata yang unik dari Kabupaten Aceh Tamiang, dimana Bukit Kerang ini adalah kumpulan dari kerang-kerang yang sangat banyak sehingga menyerupai bukit. Bukit Kerang ini juga terdapat di desa lainnya di Kabupaten ini yaitu di Desa Pangkalan, Kec.Kejuruan Muda, yang merupakan salah satu situs purbakala, dimana telah ditemukan fosil-fosil manusia purba yang telah hidup ribuan tahun yang lampau.

sumber : http://gulee-jampu.blogspot.com (Viit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Gunung Alur Naga



Tempat yang sangat bagus untuk melihat keindahan kota tapaktuan dari jauh. Karena dari tempat ini Kota Tapaktuan nampak sangat jelas dan melihat keindahan pantai dari pegunungan.
Baca Selengkapnya

Pantai Gunung Cut


Pantai yang sangat panjang dengan pepohonan cemara yang terdapat di sepanjang pantai yang membuat anda lebih rilek untuk menikmati suasana pantai, sangat cocok mejadi tempat camping bagi yang menyukai camping dengan menikmatin keindahan pantai di malam hari.

sumber : http://jagocopy.blogspot.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Tips menuju ke Tapak Tuan Aceh Selatan



Kota Tapaktuan dapat dituju melalui Bandar Udara Teuku Cut Ali Tapaktuan dari Bandar Udara Polonia Medan atau Bandar Udara Iskandar Muda di Banda Aceh. Akan tetapi, mengapa tidak Anda menjelajahi jalur daratnya yang mengagumkan dimana jalur tempuh dari Banda Aceh menyajikan pemandangan pesisir pantai yang memukau dan salah satu gugusan pesisir terpanjang di Sumatera. Begitu pula jalur tengahnya melalui Trans Sumatera yang menyuguhkan gugusan Bukit Barisan yang megah.

Jalur tempuh darat dari Kota Medan ke Kota Tapaktuan sekira 8 jam perjalanan dan dari Meulaboh Aceh sekira 3 jam. Anda dapat memanfaatkan kendaraan sewaan, angkutan umum bus atau taksi.

Pilihan lain dapat pula menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Laut Sibolga Sumatera Utara, Pelabuhan Padang Sumatera Barat, Pelabuhan Sinabang di Semeuleu, Singkil, dan Pulau Banyak di Aceh Singkil.

Sebagaimana kota lain di Provinsi Aceh, kota Tapaktuan terbilang cukup religius. Akan tetapi, keramahan mereka tidak perlu diragukan. Anda hanya perlu menyesuaikan diri dari segi pakaian yang layak dan sopan untuk menhindari menjadi pusat perhatian atau teguran orang.

Pastinya Anda penasaran dengan tinggalan fisik yang dikaitkan dengan legenda naga terutama dua tapak kaki raksasa dari Tuan Tapa. Untuk menuju lokasinya disarankan Anda membawa serta pemandu untuk memudahkan menuju lokasi. Jalan menuju dua tapak kaki raksasa tersebut harus melalui jalan berbukit terjal dan cukup menantang. Anda perlu berhati-hati mengingat belum tersedia sarana jalan yang memadai melainkan hanya marka cat putih di bebatuan yang cukup memerlukan kehati-hatian. Akan tetapi, pastinya setiba di tujuan Anda akan termenung sejenak dan puas menyaksikan ukuran kaki raksasa Tuan Tapa.

sumber : http://indonesia.travel.com (Visit This Blog Now)
Baca Selengkapnya

Info penginapan Di Aceh Seltan


Ada beragam hotel, losmen, dan penginapan di Kota Tapaktuan. Berikut ini beberapa referensinya.

Chaterin Hotel
Jl. T. Ben Mahmud No.6
Telp. 0656 21314

Azizi Hotel
Jl. T. Ben Mahmud No. 202
Telp. 0656 323134; 085277071093


Metro Hotel

Jl. T. Ben Mahmud No. 17A
Telp. 0656 21797

Wisma lampit
Jl. Nyak Adam Kamil

Losmen Mulia
Jl. Pelabuhan No.2, Labuhan Haji

Losmen Jambu (Sukur)
Jl. Ahmad Yani No.13
Telp. 0656 21365

Losmen Restu Selatan
Jl. Merdeka No.72
Telp. 0656 21262

Losmen Yogya
Jl. Merdeka No.50
Telp. 0656 21053

Losmen Gunung Tuan
Jl. Merdeka No. 80
Telp. 0656 21053

Losmen Panorama
Jl. Merdeka No. 33
Telp. 0656 21004

Losmen Canada
Jl. Merdeka No.52
Telp. 0656 21209

sumber : http://indonesia.travel.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Tapak Tuan



Tapaktuan adalah ibu kota dari Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Kota ini memiliki luas 92,68 km² dengan jumlah penduduk sekira 22,343 jiwa. Saat Tsunami 2004, kota ini terlindungi Pulau Simeulue sehingga terjangan ombak yang dahsyat terpecah dan berkurang intensitasnya ketika sampai di pesisir pantai. Kota Tapaktuan menyimpan cerita menarik tentang legenda naga dan wisata bahari yang alami belum banyak diketahui dan dikunjungi.

Topografi kota ini di ketinggian 500 m dpl membawanya pada iklim tropis basah dengan keindahan alam, gugusan pantai berkarang, dan teluk yang memesona. Wisata bahari dapat dilakukan di sini, seperti di Pantai Teluk Tapaktuan dan Pantau Labuhan Haji. Ada pula tujuan wisata menarik lainnya, yaitu, Wisata Air Dingin, Panorama Hatta, Pulau Dua, Genting Buaya, Ia Sejuk Panjupian, Air Terjun Twi Lhok, Batu Berlayar, atau Gua Kalam.

TapaktuanTapaktuan merupakan kota di pesisir selatan pantai Aceh yang posisinya strategis dengan pelabuhan alam dan menjadi basis ekonomi kelautan di Provinsi Aceh. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tenggara di utara, di selatan dengan Samudera Indonesia, di barat dengan Kabupaten Aceh Barat Daya, dan di timur dengan Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam.

Tapaktuan dikenal dengan sebutan Kota Naga dimana berasal dari sebuah Legenda Putri Naga dan Tuan Tapa yang sudah menjadi sejarah lisan masyarakatnya secara turun temurun. Orang menyebutkan Aceh Selatan sebagai Kota Naga. Bahkan, saat Anda memasuki kota ini, sekira seratus meter dari arah timur kantor Bupati Aceh Selatan maka akan melihat gambar naga tepat di dinding pinggir jalan.

Legenda Naga mengisahkan tentang sepasang naga jantan dan betina yang mendiami teluk (Tapaktuan). Keduanya diusir dari negeri Tiongkok karena tidak memiliki anak. Suatu ketika kedua naga ini mendapati sesosok bayi perempuan terapung di lautan kemudian dipelihara dengan penuh kasih sayang. Beranjak dewasalah bayi tersebut menjadi gadis cantik yang disayangi pasangan naga tersebut.

TapaktuanSuatu ketika munculah sebuah kapal dari Kerajaan Asralanoka di India Selatan dimana 17 tahun yang lalu rajanya kehilangan bayi yang hanyut ke laut. Sang raja mengenali gadis itu sebagai bayinya yang hilang dahulu dan hendak meminta kepada sepasang naga tersebut untuk mengembalikannya. Akan tetapi, sepasang naga itu menolak sehingga menimbulkan perkelahian di lautan dan mengusik seorang petapa yang bertubuh besar dan berdiam di Gua Kalam, yaitu dikenal sebagai Tuan Tapa.

Tuan Tapa yang terusik saat sedang bertapa segera melerai perkelahian sepasang naga dengan raja dari Kerajaan Asralanoka. Tuan Tapa meminta sepasang naga untuk mengembalikan sang gadis kepada orang tuanya. Akan tetapi, kedua naga tersebut menolak dan malah menantang Tuan Tapa untuk bertarung. Terjadilah perkelahian di laut dimana kedua naga kalah oleh Tuan Tapa dan gadis pun dikembalikan kepada orang tuanya. Gadis tersebut kemudian mendapat julukan sebagai ‘Putri Naga’ dan kembali bersama orang tuanya tetapi mereka tidak kembali ke Kerajaan Asralanoka melainkan memilih menetap di pesisirnya. Keberadaan mereka diyakini sebagai cikal bakal masyarakat Tapaktuan.

Naga jantan mati terbunuh akibat pukulan tongkat Tuan Tapa. Tubuhnya hancur berserakan dan darah berceceran menyebar memerahkan tanah, bebatuan, bukit, dan juga air laut. Hati dan tubuh naga hancur berkeping-keping menjadi bebatuan hitam berbentuk hati yang saat ini dapat dilihat membekas di sisi pantai (baca: dikenal sebagai Batu Itam). Darah naga yang membeku menjadi batu (baca: dikenal sebagai Batu Merah). Begitu pula sisa pijakan kaki Tuan Tapa nampak terlihat, tongkat dan sorbannya juga turut membatu hitam beberapa ratus meter dari kedua tapak kaki sang petapa di pinggir pantai.

TapaktuanSementara itu, sang naga betina yang melihat pasanganya tewas segera melarikan diri kembali ke negeri Tiongkok. Sebelumnya, ia mengamuk dengan membelah sebuah pulau menjadi dua (baca: sekarang Puau Dua) dan memporak-porandakan pulau terbesar hingga menjadi 99 buah pulau kecil tersebar. (baca: saat ini gugusan pulau tersebut dikenali sebagai Pulau Banyak di Kabupaten Aceh Singkil).

Setelah kejadian itu, Tuan Tapa sakit, seminggu kemudian meninggal pada Ramadhan tahun 4 Hijriyah. Jasadnya makamkan di dekat Gunung Lampu, tepatnya di depan Mesjid Tuo, Gampong Padang, Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan. Hingga saat ini makam manusia keramat itu sering dikunjungi peziarah dalam dan luar negeri. Makamnya sendiri pernah mengalami beberapa kali pemugaran semasa Pemerintahan Hindia Belanda. Pada 2003 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah berziarah ke Makam Tuan Tapa.


Anda dapat membaca utuh legenda masyarakat Aceh Selatan ini dalam sebuah buku, “Legenda Tapaktuan dan Kisah Naga Memelihara Bayi Raja” yang ditulis Daruk Qutni Ch, terbit 2002. Buku tersebut pernah meraih juara tiga dalam Sayembara Penulisan Buku Bacaan Fiksi 1996 tingkat nasional.

sumber : http://indoneia.travel.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Air Terjun Tingkat Tujuh



Terletak di Desa Sawang, Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, Propinsi Nanggro Aceh Darussalam.Bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi ataupun transportasi umum.

Baca Selengkapnya

Pantai Batu Berlayar



Pantai yang terletak di pesisir Kabupaten Aceh Selatan ini memiliki panorama yang indah di sekitar lepas pantai. Pantai yang indah ini juga bisa untuk memancing ikan.
Baca Selengkapnya

Monday, 13 August 2012

Pantai Air Dingin



Pantai air dingin terletak di kecamatan Samadua, Aceh Selatan. Jarak tempuh sekitar 17 Km dari kota Tapaktuan. pengunjung yang datang tidak hanya masyarakat setempat saja, akan tetapi dari luar pun juga banyak yang datang ke pantai tersebut.Biasanya pantai ini ramai pada akhir pekan.
Baca Selengkapnya

Saturday, 11 August 2012

Aneka Lomba Menyambut Visit Aceh 2013


Banda Aceh — Provinsi Aceh memiliki berbagai potensi pariwisata yang menarik serta didukung oleh beragam kekayaan sumber daya alam dan seni budaya daerah.

Mempunyai letak yang strategis dan posisi tepat berada pada kawasan Selat Malaka menjadi salah satu jalur pelayaran Internasional sudah seharusnya menjadi peluang pengembangan untuk wisata unggulan internasional di kawasan paling barat Indonesia.

Seperti dikutip SeputarAceh.com dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Aceh memiliki sekitar 756 buah objek wisata yang telah terdata dan telah dikembangkan yang terdiri dari 396 jenis objek wisata Alam, 255 objek wisata budaya dan 105 objek wisata minat khusus.

Dalam rangka mempromosikan sejumlah objek wisata tersebut, baru-baru ini Disbudpar Aceh juga menyelenggarakan beraneka lomba untuk menyambut tahun kunjungan Aceh atau dikenal dengan Visit Aceh 2013.

Adapun tujuan dengan diadakannya aneka lomba tersebut untuk membangun kembali semangat dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) dan ekonomi kreatif masyarakat di Aceh.

Tidak tanggung-tanggung, sejumlah perlombaan dari Disbudpar ini akan memperebutkan total hadiah Rp663.000.000 untuk para pemenang, tidak hanya itu saja ada juga sejumlah Throphy seperti dari Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI untuk juara I, Throphy Gubernur Aceh untuk Juara II, Throphy Kadisbudpar Aceh untuk Juara III dan beragam hadiah menarik lainnya.

Tertarik untuk mengetahui lomba apa saja untuk menyambut Visit Aceh 2013, ini dia masing-masing perlombaannya:

Perlombaan Penulisan Legenda dan Cerpen Kepariwisataan;
Lomba Penulisan SOP Permainan Rakyat;
Perlombaan Penulisan Resep Kuliner Aceh;
Perlombaan Penulisan Adat Pantang;
Perlombaan Foto Objek Wisata Aceh;
Perlombaan Video Objek Wisata Aceh;
Perlombaan Koleksi Batu Cincin;
Kompetisi Menulis tentang Kepariwisataan di Koran dan Majalah;
Kompetisi Berita Pariwisata di Radio;
Kompetisi Berita Pariwisata di Televisi;
Kompetisi Berita Pariwisata di Media Massa Online;
Kompetisi Berita Pariwisata di Blog;
Perlombaan Pembuatan Souvenir Khas Aceh;
Perlombaan Paket Wisata Kreatif
Perlombaan Desain T-Shirt

Informasi detail dan ketentuan serta syarat dari setiap lomba bisa Anda unduh disini. Selamat mengikuti dan sukseskan Visit Aceh 2013 “Beautiful, Peaceful and Religius”.
Baca Selengkapnya

Aceh Kembangkan Pariwisata Religius


REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh mengembangkan pariwisata religius guna menarik minat wisatawan berkunjung ke provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

"Aceh memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata religius. Inilah yang akan kami kembangkan agar Aceh menjadi destinasi bagi wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Jasman Ma'aruf di Banda Aceh, Rabu.

Ia menyebutkan, banyak potensi yang mendukung pengembangan pariwisata religius tersebut. Seperti Masjid Raya Baiturrahman di Kota Banda Aceh. "Masjid Raya Baiturrahman ini salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Kemudian, Masjid Baiturrahmin, Ulee Lheue di Kota Banda Aceh. Masjid di pinggir pantai ini selamat dari tsunami 26 Desember 2004," katanya.

Selain itu, lanjut dia, situs-situs Islam bersejarah lainnya, seperti makam Syiah Kuala dan makam Tgk Tanoh Abee. Keduanya ulama Islam Aceh masa lalu.

Kecuali itu, sebut dia, sebutan Aceh sebagai Serambi Mekah cukup dikenal bagi umat Islam di Asia Tenggara. Dan juga sejarah Islam di Asia Tenggara berawal dari Aceh.

Dengan potensi tersebut, katanya, merupakan peluang bagi Aceh menarik minat wisatawan berkunjung Serambi Mekah. Peluang ini harus dikembangkan dengan jalan mempromosikan Aceh serta menggelar berbagai kegiatan bernuansa Islami.

"Wisatawan religius di seluruh dunia mencapai 300 juta hingga 400 juta. Dari total tersebut, kami mencoba menarik minat wisatawan religius berkisar satu hingga dua persen saja," katanya.

Menurut dia, wisatawan religius yang dibidik tersebut hanya untuk kawasan Asia Tenggara dan domestik. Sedangkan menarik minat wisatawan dari Timur Tengah, Eropa dan lainnya, tidak menjadi prioritas.

"Timur Tengah merupakan pasar pariwisata religius terbesar di dunia, jadi kami tidak terlalu fokus bagaimana menarik minat wisatawan dari kawasan itu berkunjung ke Aceh. Wisatawan religius dari Asia Tenggara cukup banyak, jadi ini saja yang kami fokuskan," kata Jasman Ma'aruf.
Baca Selengkapnya

Sabang Hill Hotel

Sebuah Hotel yang kini hadir memperkaya khasanah pariwisata Sabang, Pulau Weh. Sabang hiLL hotel memiliki 22 kamar dengan berbagai type yg dilengkapi dengan fasilitas yang akan memuaskan kebutuhan anda.

Restaurant, Coffee Shop, Room Service, dan kami juga menyewakan meeting room dengan kapasitas sampai dengan 60 orang sangat sesuai untuk technical meeting dan Trainning. Untuk melengkapi kebutuhan anda saat berwisata. Kami juga memiliki Room KTV untuk melengkapi hiburan anda dengan sajian Cocktail dan Moktail, serta Car Rental untuk kebutuhan transportasi anda.



Address : Jl.Iskandar Muda no 27, Kebun Merica, Sabang,
Phone 0652 21999, Fax. 0652 22666, Email : acehsabanghill@yahoo.com



sumber : http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Telusur Iboih dan Balohan dengan Sepeda Motor


KOMPAS.com - Jalanan di Sabang, Aceh, menghubungkan hampir seluruh bagian terindah di pulau ini. Rasakan suasana bersepeda motor dari Iboih yang termahsyur, lalu perjalanan bisa Anda arahkan ke tepian titik terbarat Indonesia, yaitu Monumen Kilometer Nol.

Jalanan tersebut merangkai di antara hutan-hutan tropis yang hijau. Saat Anda mengendarai sepeda motor di sini maka akan memberikan sensasi yang dibumbui tarik adrenalin saat membesut gas di jalan yang sepi, meliuk-liuk, dan sempit.

Di daerah Monumen Kilometer Nol, monyet berlarian di atas permukaan jalan. Mereka memainkan di tepi hutan di atas batu karang yang menukik curam ke laut lepas.

Tak hanya monyet, seekor babi rusa sudah menjadi ‘tuan rumah’ di daerah ini. Masyarakat setempat menyebutnya “Bro”. Babi rusa ini begitu jinak dan sering mengharapkan kemurahan hati dari pengunjung yang datang agar melemparkan makanan.

Sangat disarankan untuk tidak mencoba masuk ke jalan-jalan kecil ke dalam hutan dengan kendaraan sewa Anda, karena pada hakekatnya pulau ini merupakan pulau terdepan dan menjadi perhatian militer untuk menjaganya dari ancaman pihak luar. Tidak heran saat penjagaan di pulau ini melibatkan tentara dan polisi bersenjata.

Dari arah Monumen Kilometer Nol ke Iboih akan melewati tikungan tajam dan menurun. Hati-hatilah saat menukik, karena hal ini dapat menghentikan keasyikan Anda berpetualang di atas motor skuter matik yang menyenangkan. Tetaplah berkendaraan pada kecepatan yang aman.

Saat menemukan gerbang pantai Iboih, teruskan motor Anda sampai ujung jalan untuk menemukan surga perairan yang belum banyak tersentuh. Di sini ada beragam atraksi menanti Anda, mulai dari memancing, snorkling , menyelam, atau sekadar bersantai di kedai kopi dan bercengkrama dengan penduduknya yang ramah.

Lihat Rambu-rambu Lalu Lintas Setiap persimpangan jalan selalu didahului rambu-rambu penunjuk arah. Hal ini termasuk rambu-rambu dari Iboih ke Gapang, dua buah pantai terbaik yang dipisahkan jarak sekitar 5 kilometer saja.

Ke Gapang hanya perlu menelusuri jalan lurus dan mengikuti petunjuk jalan. Memang tak jelas sekali kapan harus belok ke Pantai Gapang, sampai Anda melihat taman segitiga di sebelah kiri Anda dengan tulisan Gapang Beach Resort.

Anda bisa lewat jalur resor. Bisa juga ke jalan di depannya sekitar 50 meter ke arah kiri yang akan membawa Anda ke pantai Gapang yang menghipnotis.

Saat melanjutkan perjalanan ke Sabang, jalan di tepi hutan dan pantai akan menjadi hiburan selama kurang lebih 25 menit pada motor yang meliuk-liuk menyusuri jalanan. Perhatikan kondisi motor Anda.

Pastikan tak ada masalah saat mengemudikannya, karena dalam perjalanan ke Sabang dari Gapang, Anda akan melewati tanjakan dan turunan yang panjang dan cukup menantang. Hal ini terutama harus menjadi perhatian Anda saat mencoba rem kendaraan.

Kapan Anda tergoda untuk melihat pemandangan yang sering kali mengintip Anda dari celah pohon-pohon tropis yang besar, berhentilah sejenak lalu parkirkan motor Anda di tepi jalan yang aman.

Di tikungan tajam yang menurun, pemandangan terlihat dalam porsi terbaik. Telah banyak wisatawan asing yang juga bersewakan sepeda motor juga turun sejenak dan mengabadikan panoramanya.

Hati-hatilah bila Anda terlalu dekat ke tepi tebing, karena tidak ada jalur naik bila seseorang jatuh ke dalamnya. Tepi ini pun tak berpagar, jadi jangan terlalu bersemangat dan hilang kendali saat berdiri di tepinya.

Di sini Monyet pun terkadang merasa berhak mendapatkan penghargaan berupa sedikit makanan di ‘daerah monyet’ ini. Jangan melakukan kontak mata dengan mereka saat Anda bermotor ria, karena hal itu dianggapnya sebagai tantangan untuk monyet jantan yang berkuasa.

Batas Kecepatan dan Klakson Batas kecepatan memang tidak diterapkan secara ketat tetapi secara sadar Anda tidak ingin merusak liburan dengan permasalahan kecelakaan lalu lintas atau terkait hukum karena terlalu kencang mengemudikan sepeda motor sewaan. Jadi, walau jalan di pulau ini begitu kosong dan mulus, jagalah kecepatan Anda di batas yang wajar.

Kapan perlu, bunyikan klakson atau tanda peringatan suara sesekali saja untuk mengingatkan pengendara lain pada keberadaan Anda. Karena Sabang sedang berkembang dan pembangunan beberapa fasilitas umum masih berjalan maka sesekali Anda mungkin akan berada di belakang truk besar. Bisa jadi asapnya mengganggu Anda.

Bila itu memang terjadi maka lebih baik Anda berhenti dahulu atau melaju lebih lambat dari truk tersebut. Kapan Anda memilih untuk menyusulnya, hati-hatilah.

Lampu depan kendaraan bermotor sudah menjadi aturan umum untuk selalu dinyalakan demi keamanan dan penegakan hukum oleh warga yang berdisiplin. Jadi, nyalakanlah lampu depannya saat berkeliling
Baca Selengkapnya

Wisata Pantai Sumur Tiga Mulai Dibenah



SERAMBINEWS.COM, SABANG – Jika selama ini wisata kawasan Sumur Tiga, Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Sabang, mulai dibenah. Sejumlah fasilitas seperti peralatan selam dangkal (snorkling) dan banana boat, sudah disediakan.

Ketua Kelompok Wisata “PNPM Ie Meule”, Arpandi, mengatakan sebulan terakhir tiap hari Minggu atau hari libur, mulai dikunjungi warga untuk berekrasi. Sebelumnya, pantai dekat lahan Pemko Sabang ini hanya jadi “kandang sapi.. Pantai Sumu akan jadi alternatif selain Iboih dan Gapang,” kata Arpandi.

Disebutkan, sudah ada lima kelompok wisata yang menyediakan alat snoker. “Kalau untuk diving belum ada. Kita mulai berkembang berkat bantuan PNPM Sabang. Banana boat baru ada satu unit yang mampu membawa lima orang,” katanya.

Dikatakan, memang ada kendala di kawasan laut lut lepas ini. Jika musim angin timur Juli-Desember, kemungkinan tempat ini tutup hingga dua bulan. Buka kembali pada masa tenang.

Tarif banana boat Rp 25.000/orang mengarungi lintasan Ie Meule ke Ujung Ie Meulee sepanjang satu kilometer. Penumpang akan dibawa sebanyak empat kali trip.

“Kita juga menyewa boat untuk warga yang mau mancing. Tarif Rp 400 ribu per hari. Kl setengah hari juga boleh, biayanya Rp 200 ribu. Kl snoker biayanya Rp 25 ribu lengkap dengan kaki bebek. Tanpa kaki bebek hanya Rp ribu,” katanya.
Baca Selengkapnya

Mantan Panglima Laot Iboeh Sabang Terima Penghargaan Kalpataru


SABANG- Mantan Panglima Laot Iboeh Sabang, Ishak Idris (55) memperoleh penghargaan Kalpataru oleh Presiden SBY di Istana Kepresidenan, Selasa 5 Juni 2012.
Perhargaan tersebut diberikan atas dedikasi Ishak selama lebih dari 30 tahun bergelut dengan lingkungan dan berhasil menanam sedikitnya 32 hektar pohon mangrove di sepanjang pesisir Pantai Iboeh.
Selain itu Ishak juga berhasil menerapkan aturan laut dan adat istiadat laut yang hingga saat ini masih diberlakukan sebagai aturan baku dikalangan Nelayan Iboeh dan sekitarnya.
Kepada The Atjeh Post Ishak mengaku penghargaan yang diterimanya bukan untuk dibanggakan, karena yang terpenting menanamkan kecintaan pada generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan.

“Saya hanya berharap, apa yang sudah saya lakukan akan menjadi panutan dan diikuti oleh generasi penerus kita,” tandas Ishak melalui telpon genggamnya.

Sementara itu, Zulfipurnawati Sekretaris Bapedalda Kota Sabang yang mendampingi Ishak mengatakan penghargaan yang diperoleh tersebut adalah hadiah ulang tahun bagi Kota Sabang yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2012 mendatang, dan selain penghargaan Kalpataru, Kota Sabang juga memperoleh Sertifikat Adipura yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Menteri lingkungan Hidup di Kantor Kementerian Jakarta.

“Kita juga memperoleh penghargaan lain yakni sertifikat Adipura ke 3 untuk Kota Sabang,” tukasnya.

Saat ini ia menyebutkan, untuk Kalpataru Kota Sabang sudah memperoleh dua kali penghargaan yang pada tahun sebelumnya Almarhum Doden juga memperoleh penghargaan yang sama.

“Intinya kita harus terus berupaya berbuat yang terbaik untuk Kota Sabang tercinta ini, baik secara umum maupun individualnya,” harapnya.

sumber : http://sabangtourism.asia (Visit ThisWebsite Now)
Baca Selengkapnya

Sabang Potensial Jadi Kota Jasa


BANDA ACEH – Anggota DPR Mardani menyatakan kawasan Sabang memiliki potensi cukup besar untuk digarap menjadi sebagai kota penyedia jasa perkapalan dan pariwisata.
“Potensi geografis yang dimiliki Sabang harus mampu digarap maksimal oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sehingga kawasan ini dapat berkembang dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Banda Aceh, hari ini.

Dalam kunjungan kerja Komisi VI ke Sabang dan bertemu dengan pimpinan BPKS dan pemerintah kota setempat, ia mengatakan berbagai potensi yang dimiliki di Sabang akan mampu menyedot para investor untuk berinvestasi di Aceh.

“BPKS bersama pemerintah daerah harus mampu bersinergi dalam membangun berbagai infrastruktur pendukung seperti galangan kapal sehingga kapal-kapal dalam dan luar negeri yang melintas di perairan Sabang dapat singgah dan menggunakan berbagai jasa yang ditawarkan,” katanya.

Mardani menyarankan agar BPKS dapat fokus dengan menyiapkan kajian akademis, desain dan skala prioritas dalam membangun infrastruktur yang ada sehingga proyek tersebut dapat dituntaskan pembangunannya.

“Artinya, jika ingin membangun sebuah proyek harus ada kajian akademis, desain dan skala prioritas sehingga keberadaan infrastruktur itu benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan kultur daerah setempat,” katanya.

Ia menambahkan, dalam memajukan kawasan Sabang dan Pulau Aceh harus dilakukan secara bertahap, sebab kedua daerah tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk mendatangkan investasi dan menampung pasar tenaga kerja.

“Semua anggota komisi VI DPR yang berkunjung ke Sabang sepakat untuk mendukung pembangunan Sabang dan Pulau Aceh,” katanya. Pihaknya juga berharap pimpinan daerah terpilih di Aceh dan kedua kabupaten/kota itu dapat bersinegeri dengan BPKS untuk mendukung berbagai program pembangunan dalam memajukan kedua kawasan tersebut di masa mendatang.

“Kami yakin dengan potensi yang cukup besar yang dimiliki Sabang dan Pulau Aceh dan adanya kenyamanan serta iklim investasi yang kondusif akan menjadi penarik bagi investor dalam dan luar negeri untuk menanam modalnya di Aceh,” demikian Mardani.

sumber : http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

ASPPI: Pemerintah Agar Buat Standar Wisata Aceh


Banda Aceh,- Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh mengharapkan pemerintah setempat membuat standar dalam bentuk qanun (peraturan daerah) tentang pariwisata, sehingga tidak terjadi perbuatan maksiat yang dikhawatirkan warga. ”Sudah saatnya pemerintah Aceh dan kabupaten/kota untuk membuat standar pariwisata, sehingga hal-hal yang menimbulkan perbuatan maksiat bisa dihindari,” kata Wakil Ketua ASPPI Aceh Nasir Yusuf di Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan hal itu terkait dengan aksi pembongkaran dan pembakaran sejumlah kafe oleh para pemuda di sekitar lokasi pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (13/5). Nasir menyatakan, dengan adanya standar pariwisata yang tetuang dalam qanun, maka pelaku wisata, termasuk pedagang bisa melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan aturan.

Misalnya, katanya, untuk membangun kafe dilarang membuat bilik-bilik, sehingga upaya para remaja laki-laki dan perempuan yang ingin melakukan maksiat tidak bisa. Selanjutnya, kata Nasir, perlu dibuat peraturan agar setiap objek wisata ada pengawas, seperti petugas wilayatul hisbah (polisi syariat), sehingga anak-anak remaja tidak bisa berbuat maksiat.

Ia menilai, adanya perbuatan maksiat di lokasi objek wisata, karena tidak ada pengawasan langsung dari petugas. ”Jadi, kalau memang perlu ada petugas, maka ditempatkan di lokasi wisata, dan itu harus diatur di dalam qanun,” katanya.

Menurut Nasir, wisata tidak identik dengan maksiat. Wisata adalah kegiatan untuk menikmati alam yang telah diciptakan oleh Allah SWT. ”Jadi, alam yang indah ini diciptakan oleh Allah SWT memang untuk dinikmati oleh manusia yang ada di muka bumi ini,” katanya.

Oleh karena itu, tugas pemerintah bagaimana alam yang indah pemberian dari Allah SWT ini bisa dinikmati oleh semua orang dengan menghindari hal-hal yang negatif, katanya. Ia juga menyayangkan adanya pembakaran dan pembongkaran kafe di lokasi wisata, karena akan berdampak negatif terhadap perkembangan wisata di Aceh.

“Dengan kejadian itu, orang akan beranggapan wisata identik dengan maksiat, padahal tidak. Seharusnya aparat desa memberi peringatan keras, apakah diancam akan ditutup apabila tetap di kafe itu tempat maksiat,” katanya.

Bila sudah diperingatkan, tapi tetap ada maksiat, menurut Nasir, berarti ada yang salah, mungkin kurang pengawasan. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah segera turun tangan, karena pariwisata merupakan sektor yang paling besar manfaatnya, karena efeknya cukup besar, terutama ekonomi rakyat kecil akan tumbuh.

sumber : http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

DPD ASPPI Aceh Latih Pengusaha Ekonomi Kreatif



SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Aceh mengagendakan pelatihan pengusaha muda yang bergerak di sektor industri ekonomi kreatif.
“Pelatihan ini direncanakan melihatkan lebih 300 pelaku usaha ekonomi kreatif yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” kata Kepala Biro Organisasi dan Pengkaderan ASPPI Aceh Azwani Awi di Banda Aceh, Rabu (8/8/2012)

Kepala Biro Organisasi dan Pengkaderan ASPPI Aceh Azwani Awi

Menurut dia, pelatihan yang rencananya digelar September atau Oktober 2012 tersebut bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah daerah membangun dan mengembangkan industri ekonomis kreatif dan pariwisata.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Aceh memprogramkan tahun kunjungan wisata atau “Visit Aceh Year 2013″. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pengusaha muda tersebut memberikan kontribusi terbaiknya bagi industri kepariwisataan Aceh.

“Pemerintah maupun pihak swasta tidak bisa berjalan sendiri-sendiri membangun dan mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, ASPPI berupaya meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi persaingan global,” ujar dia.

Ia menambahkan, hasil yang diharapkan dari pelatihan tersebut nantinya akan melahirkan pengusaha ekonomi kreatif yang handal, sehingga mampu membangun dan mengembangkan industri pariwisata Aceh.

“Pariwisata merupakan industri dengan sumber daya yang tidak pernah habis. Hampir semua negara mengembangkan industri ini, termasuk Aceh,” sebut dia.

Aceh, lanjut dia, memiliki potensi pariwisata yang tidak terbatas. Banyak objek wisata yang bisa dijual kepada wisatawan. Kini, tinggal bagaimana pengusaha muda menggarapnya dengan optimal.

“Karena itu, ASPPI Aceh berupaya meningkatkan kapasitas dan kreativitas pengusaha muda, sehingga mampu menjadikan pariwisata sebagai industri andalan,” kata Azwani Awi yang juga Direktur Delta Intermedia, perusahaan “event organizer” di Banda Aceh.

sumber :http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Festival Seudati, Kebangkitan Seni dan Tradisi



Perhelatan kesenian tari Seudati Aceh akhirnya resmi dibuka oleh Direktur Promosi Pariwisata dalam Negeri Kemenparekraf, M Faried yang berlangsung meriah di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Sabtu (11/08).

Acara yang dikemas dalam launching “Festival Tari Seudati Bireuen Aceh 2012″, menjadi salah satu acara seni budaya daerah Aceh yang kali ini Kabupaten Bireuen menjadi tuan rumah selaku penyelenggara di bulan September mendatang.

Ketua Panitia Festival Seudati, Dedi Kuswana mengatakan adanya kegiatan ini bisa menjadi kebangkitan untuk seni-seni dan traidisi budaya yang kini sudah mulai hilang, termasuk tari seudati.

“Kita punya harapan acara ini bukan jadi awal dan akhir dari kebangkitan seni-seni yang ada di Aceh, dan Bireuen pada khususnya untuk tari seudati,” ungkapnya.

Dedi juga menambahkan, nama seudati Bireuen ini punya tujuan untuk menghargai pendahulu dan maestro yang telah mengenalkan seudati di Bireuen dan juga daerah lainnya di Aceh, sehingga ke depan tari Seudati juga bisa mendunia layaknya tari Saman.

sumber : http://seputaraceh.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Putri Pariwisata Aceh Harus Berjilbab



Lhoksukon —- Finalis Putri Pariwisata Indonesia 2011, Cut Nyak Dhien Haiva, meminta kepada peserta putri Pariwisata Aceh 2012 wajib memakai jilbab.

Hal itu dikatakannya menyusul dibukanya pendaftaran Putri Pariwisata Aceh terhitung 1-25 Juni 2012.

“Kepada remaja Aceh yang berniat menjadi Putri Pariwisata tidak sesekali melakukan hal yang mencederai nilai-nilai syariat Islam yang telah tegak di Aceh. Berprestasi itu tidak harus mengorbankan norma-norma agama,” harap Ketua Panitia Pemilihan PPI Audisi Aceh 2012 itu.

“Tujuannya adalah semua peserta wajib memakai jilbab. Beda sebelumnya, peserta daftar pribadi ke Medan,” tambahnya.

Dengan memakai pakaian islami, tambah Cut Nyak Dhien Haiva, selain tuntutan syariat, juga menjadi jati diri wanita Serambi Mekkah.

Dalam audisi Putri Pariwisata Aceh itu, dia mengaku menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata Aceh.

PPI Aceh tahun ini memiliki tantangan besar menyambut Visit Aceh 2013. Siapapun terpilih nanti menjadi PR pertama baginya.

“Harapan saya, perwakilan Aceh bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tahun ini mudah-mudahan bisa masuk lima besar, bahkan menjadi juara,” tambah Cut Nyak Dhien

Sementara syarat pendaftaran harus berdomisili di Aceh (bukti lampiran fotokopi KTP), tinggi minimal 165 cm, berat tubuh proporsional serta menarik, berwawasan luas, pintar, ramah serta sopan, usia 19-24 tahun, belum menikah serta belum punya anak, mengisi formulir, membayar uang pendaftaran Rp100 ribu dan foto Close Up empat lembar.

sumber :http://seputaraceh.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Wisata Ramadhan



ADA tiga kata yang cenderung mirip dan sering kali dipertukarkan penggunaannya, yaitu wisata religi (religious tourism), wisata ziarah (pilgrimage tourism) dan wisata spritual (spiritual tourism). Jenis wisata yang paling cocok untuk Aceh adalah wisata religi, karena wisatawan yang berkunjung ke Aceh tak hanya sekedar berziarah di makam ulama besar semisal makam Syiah Kuala (wisata ziarah) atau melaksanakan ibadah sulok di dayah-dayah (wisata spritual), tetapi dapat juga menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman, semisal dalam rangka shalat Tarawih dan bersedekah serta menyantuni anak yatim.

Jika dikaitkan dengan daya tarik wisata religi terhadap pelaksanaan ibadah dalam bulan Ramadhan, maka tentu daya tariknya begitu kuat, begitu besar. Karena, bagaimana pun juga bulan Ramadhan adalah bulan pembebasan dan pengampunan, bulan untuk memperbanyak sedekah dan berbuat ihsan. Pada bulan ini dibukakan pintu-pintu surga, dilipatgandakan pahala kebaikan, dan dimaafkan kesalahan.

Itu sebabnya, daya tarik wisata religi, yaitu yang turisnya melakukan perjalanan dalam rangka melakukan ibadah dalam bulan Ramadhan ini begitu besar. Berjuta-juta umat Islam melakukan umrah di tanah suci dalam bulan Ramadhan ini. Bahkan, tahun ini, pemerintah Arab Saudi terpaksa membatasi visa umrah. Itu pertanda, jumlah peminat yang melalukan umrah di bulan suci Ramadhan melebihi kapasitas yang tersedia atau sehingga berlimpah.

Idealnya, jika umat Islam yang melakukan umrah di Mekkah melebihi daya tampungnya, maka limpahan yang berasal dari Asia Tenggara tentulah dapat ditampung di serambinya. Bagaimanapun, Aceh telah mendapat pengakuan muslim Asia Tenggara sebagai negeri Serambi Mekkah. Ikon Aceh sebagai Serambi Mekkah yang telah menguat dalam benak konsumen sejak ratusan tahun lalu.

Hal itu antara lain dibuktikan dengan pengakuan atas masuknya Islam pertama sekali ke Nusantara, banyaknya ulama besar yang juga menulis sejumlah kitab agama dan sastera Nusantara (Syeh Abdurrauf Alsingkil, Hamzah Fanzury, Nuruddin Arraniry, dan Syamsuddin Al Sumaterani) dengan murid-murid bertebaran di seantero Asia Tenggara ini tentulah merupakan daya tarik yang amat kuat dalam rangka berwisata religi di Aceh.

Alasan tambahan berwisata religi di Aceh adalah adanya kesempatan beribadah salah satu mesjid terindah di Asia Tenggara (Mesjid Baiturrahman), dan Mesjid yang selamat dari terjangan tsunami yang terbesar di dunia (Mesjid Baiturrahim Uleelheue), dapat berziarah di Makam Syiah Kuala, dapat bersedekah di panti asuhan anak yatim, dan dapat melaksanakan ibadah sulok di Dayah Lueng Ie, serta berkesempatan melihat ‘keajaiban dunia’ Kapal Apung, kapal di atas rumah.

Kita berharap, dengan izin Allah swt, di masa depan: Aceh akan menjadi destinasi wisata religi terunggul di Asia Tenggara. Semoga!(Oleh Jasman J. Ma’ruf Kepala Disbudpar Aceh)

sumber : http://aceh.tribunnews.com (Visit ThisWebsite Now)
Baca Selengkapnya

Bahasa Aceh 5



Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Pasar”

Pasar = Pasai/Peukan
Warung = Keude
Ramai = Rame
Sepi = Seungue
Kota = Kota
Desa = Gampong/Desa
Sayur = Gulee
Siang/Hari = Uro
Malam = Malam
Gelap = Supot
Jual = Meukat
Beli = Bloe
Uang = Peng
Belanja = Beulanja
Ikan = Eungkot
Lorong = Jurong
Gerobak = Gurubak
Barang = Barang
Lama = Trep
Baru = Baro
Kios = Beng

Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya

Bahasa Aceh 4



Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Wisata”

Laut = Laot
Danau = Kuala
Sungai = Krueng
Rencong = Rincong
Pakaian Adat = Bajee adat
Makam = Kubu
Kapal Laut = Bot
Pesawat = Kapai
Gunung = Gunong
Baju = Bajee
Goa = Guha
Raja = Raja
Pasir = Anoe
Sepeda = Geuritan Angen
Kereta Api = Geuritan Apui
Air = Ie
Indah = Lagak
Mesjid = Mesjid
Tinggal = Tinggai
Kunjung = Kunjong
Budaya = Budaya
Hukum = Hukom

Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya

Bahasa Aceh 3

Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Rumah”

Rumoh = Rumoh
Pintu = Pinto
Jendela = Jendela
Pagar = Pageu
Pintu Pagar = Abah Rot
Halaman = Leun
Dapur = Dapur
Kamar = Kama
Sumur = Mon
Jamban = Kakoh
Jalan = Jalan/Rot/Rauh
Kebun = lampoh
Atap = Bubong
Tiang = Tameh
Dinding = Binteh
Ruang Tamu = Rueung Jamee
Kasur = Kasoe
Tangga = Reunyeun
Papan = Papeun
Lampu = Lampu
Lemari = Mari

Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya

Bahasa Aceh 2

Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Anggota Tubuh”

Kepala = Ulee
Rambut = Oek
Telinga = Geuleunyueng
Mata = Mata
Alis Mata = Bulee Keuneng
Hidung = Idoeng
Mulut = Abah
Tangan = Jaroe
Bahu = Baho
Siku = Seungkee
Jari = Aneuk Jaroe
Paha = Pha
Kaki = Kaki
Lutut = Tu-ot
Dahi = Dhoe
Tumit = Tumet
Gigi = Igoe
Lidah = Lidah
Kumis = Mesee
Perut = Pruet
Pinggang = Keu-ing
Punggung = Rhueng
Kuku = Ukee
Leher = Takue
Dada = Dada
Bibir = Bibie

Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya

Belajar Bahasa Aceh 1

Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Perkenalan”

Orang = Ureung
Laki = Agam
Perempuan = Inong
Kita = Saya
Saya = Lon
Aku = Kee
Mereka = Awak nyan
Dia = jih
Kamu = Kah/Droekeuh
Kami = Kamoe
Kalian = Awak droekeuh
Kawan = Ngon
Saudara = Syedara
Ada = Na
Tiada = Hana
Apa = Peue
Apa = Peue
Siapa = Siapa
Dimana = Pat
Kapan = Pajan
Bagaimana = Pakiban
Kenapa = Pakoen
Berapa = Padup/padum

Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya

Thursday, 9 August 2012

Kerajaan Perlak


Pada tahun 30 Hijriyah atau 651 masehi, Khalifah Usman bin Affan mengirim delegasi ke Cina. delegasi tersebut bertugas memperkenalkan agama islam. Waktu itu hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW. dalam perjalanan laut yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan usman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 Masehi, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat sumatra.
Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Agama Islam. Sejak saat itu, para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah. lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk agama islam, meskipun belum secara besar-besaran. Aceh daerah paling barat di kepulauan Nusantara adalah yang pertama kali menerima ajaran agama islam. bahkan di acehlah kesultanan atau kerajaan islam pertama di Indonesia berdiri, yakni kesultanan Perlak (Memang ada perbedaan pendapat, di versi lain menyebutkan kerajaan islam yang pertama adalah Samudra Pasai)
Kesultanan Perlak adalah kerajaan islam pertama di Nusantara, kerajaan ini berkuasa pada tahun 840 hingga 1292 Masehi di sekitar wilayah Peureulak atau Perlak. Kini wilayah tersebut mask dalam wilayah Aceh Timur, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Perlak Merupakan Suatu daerah penghasil kayu perlak, adalah kayu yang digunakan sebagai bahan dasar kapal. Posisi strategis dan hasil alam yang melimpah membuat perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad VIII hingga XII. sehingga, perlak sering disinggahi oleh Jutaan kapal dari arab, persia, gujarat, malaka, cina, serta dari seluruh kepulauan nusantara. karena singgahannya kapal-kapal asing itulah masyarakat islam berkembang, melalui perkawinan campur antara saudagar muslim dengan perempuan setempat.
Pendiri kesultanan Perlak adalah sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Shah yang menganut aliran atau Mahzab Syiah. Ia merupakan keturunan pendakwah arab dengan perempuan setempat. Kerajaan perlak didirikannya pada tanggal 1 Muharram 225 H atau 840 masehi, saat kerajaan Mataram Kuno atau Mataram Hindu di Jawa masih berjaya. sebagai gebrakan mula-mula, sultan Alaiddin mengubah nama ibu kota kerajaan dari bandar Perlak menjadi Banda Khalifah.
Ketika pemerintahan Sultan Alaiddin Sayid maulana Abbas Shah, sultan ketiga, ulama-ulama bermazhab Sunni mulai masuk ke perlak dan menebarkan pengaruh. setelah wafatnya sultan pada 363 H atau 913 masehi, terjadi ketegangan antara kaum Syiah dengan kaum Suni, sehingga selama dua tahun berikutnya kesultanan Perlak vakum kekuasaan, tidak memiliki sultan.
Setelah masa dua tahun tersebut, kaum syiah memenangi persaingan, kemudian pada tahun 915 M atau 302 H, Sultan Alaiddin Sayid Maulana Ali Mughat Syah naik tahta. Pada akhir pemerintahannya, terjadi lagi ketegangan antara kaum Syiah dan kaum Suni, yang kali ini membawa kaum suni pada keunggulan. Akibatnya, para sultan berikutnya diangkat dari golongan Sunni.
Tahun 956 masehi atau 362 H, setelah meninggalnya Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Syah Johan berdaulat atau sultan ketujuh, terjadi lagi ketegangan selama kurang lebih empat tahun antara golongan Syiah dan Sunni, yang diakhiri dengan perdamaian dan pembagian kerajaan menjadi dua bagian ; yaitu Perlak Pesisir (Syiah) dipimpin oleh Sultan Alaiddin Sayid Maulana Syah (986 – 988) dan Perlak Pedalaman (Sunni) dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan berdaulat (986 – 1023).
Pada tahun 988, Kerajaan Sriwijaya Menyerang Perlak. Sultan Alaiddin Maulana Syah meninggal karena serangan itu. Namun demikian, sebagai akibatnya, seluruh perlak justru bersatu kembali di bawah pimpinan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Berdaulat. Sultan Makhdum melanjutkan perjuangan melawan kerajaan Budha Sri Wijaya hingga tahun 1006.
Para Sultan Perlak dapat dikelompokkan menjadi dua dinasti, yaitu Dinasti Sayid Maulana Abdul Azis Syah dan Dinasti Johan Berdaulat. Di bawah ini merupakan nama-nama sultan yang memerintah kerajaan perlak ;
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Syah (840 – 864
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Rahim Syah (864 – 888)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abbas Syah (888 – 913)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Ali Mughat Syah (915 – 918)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir (928 – 932)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (932 – 956)
- Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik (956 – 983)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim (986 – 1023)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud (1023 – 1059)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mansur (1059 – 1078)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah (1078 – 1109)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad (1109 – 1135)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mahmud (1135 – 1160)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad (1173 – 1200)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Jalil (1200 – 1230)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (1230 – 1267)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz (1267 – 1292)
Berita dari marcopolo menyebutkan, pada saat persinggahannya di Pasai pada tahun 692 H atau 1292 M, telah banyak ulama arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Batuttah, Pengembara Muslim dari Maghribi (sekarang maroko). Ketika Singgah di aceh pada tahun 746 H atau 1345 M, ibnu Batuttah menuliskan bahwa di Perlak dan Pasai telah tersebar Mazhab Syafi’i.
Pada awal abad ke-13 di Ujung barat Sumatra berdiri kerajaan baru di bawah Sultan Malik Al-Saleh, bernama Samudra Pasai. Sementara di malaka, seorang pangeran asal Sri Wijaya membangun kerajaan baru bernama Malaka. Artinya situasi politik saat itu sedang memanas. Untuk itu, Sultan Makhdum Alaiddin mallik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (1230 – 1267) sebagai sultan ke 17 menjalankan politik persahabatan. Jalan yang ia tempuh adalah dengan menikahkan dua orang putrinya dengan para penguasa negeri tetangga. Putri ratna Kamala dinikahkannya dengan raja kerajaan Malaka yaitu Sultan Muhammad Syah Parameswara, sementara itu ganggang dinikahkan dengan raja kerajaan Samudra Pasai, malik Al-Saleh.
Meski telah menjalankan politik damai dengan mengikat persaudaraan, ketegangan politik itu rupanya tetap saja mengancam kedaulatan kesultanan Perlak. Perlak goyah, Sultan makdum Aliddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267 – 1292) menjadi sultan yang terakhir. Setelah ia meninggal, perlak disatukan dengan kerajaan Samudra Pasai di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Malik Al-Zahir, putra Al-Saleh.
itulah penjelasan mengenai Sejarah Agama islam Indonesia di Kerajaan Perlak, semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan menfaat bagi kamu yang membutuhkan


sumber : buku Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, M. Hariwijaya, S. S., M.S.i.
Baca Selengkapnya