Ini Hanya Blog Biasa yang Menyediakan Informasi Hal-hal Menarik Tentang Aceh.
Kuah Pliek-U, Gulai Para Raja
Masakan atau gulai khas Aceh.
Okezine - Template
Mesjid Raya Baiturrahman
Saksi bisu sejarah Aceh.
Okezine - Template
Tari Saman
Satu ciri menarik dari tari Aceh
..
Prev 1 2 3 Next
Showing posts with label Mesjid Bersejarah Aceh. Show all posts
Showing posts with label Mesjid Bersejarah Aceh. Show all posts

Thursday, 20 September 2012

Mesjid Al-Muhajirin



Mesjid Al-Muhajirin berada di lingkungan Rindam Iskandar Muda - Mata Ie. Tepatnya di Desa Lheu-U Kemukiman Daroe Jeumpet Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Masjid ini didirikan pada tahun 1835, bangunan aslinya telah direnovasi menjadi seperti yang terlihat sekarang.

Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya

Wednesday, 19 September 2012

Mesjid Teungku Fakinah


Sebuah sumber mengatakan bahwa masjid ini didirikan pada tahun 1915 oleh Teungku Fakinah dan dibantu oleh santriwan dan santriwati yang mengaji di dayahnya. Luas masjid Teungku Fakinah adalah 15 x 15 meter. Bangunan ini terletak di Desa Blang Miro Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar. Masjid ini telah dimasukkan sebagai salah satu cagar budaya oleh Pemerintah Daerah setempat.

Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya

Monday, 17 September 2012

Mesjid Quba-Bebesen


Masjid ini terletak di Kampung Bebesen, Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, lebih kurang berjarak 2.5 km dari ibukota Takengon. Di lokasi masjid ini, sebelumnya berdiri masjid kayu beratap ijuk yang didirikan pada masa awal kedatangan Islam ke tanah Gayo. Lalu digantikan dengan masjid bertiang beton dan beratap seng pada tahun 1917. Berikutnya pada tahun 1947 dibangun masjid semipermanen yang kemudian dibakar oknum PKI pada tahun 1965. Maka pada tahun 1966, dimulailah pembangunan masjid Quba yang sekarang ini.


Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya

Saturday, 25 August 2012

Mesjid Teungku di Anjong


Masjid ini terletak di Gampong Peulanggahan Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh. Masjid Teungku Di Anjong yang aslinya berkonstruksi kayu telah hancur dilumat gelombang tsunami. Kini telah dibangun masjid baru dengan konstruksi beton, tapi tetap mengikuti arsitektur tradisional Aceh, sebagaimana bentuk Masjid Teungku Di Anjong sebelumnya.
Baca Selengkapnya

Tuesday, 21 August 2012

Obyek Wisata Aceh Dipadati Pengunjung


Ribuan warga pada hari kedua (H+2) Idul Fitri 1433 Hijriyah memadati sejumlah objek wisata di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Berdasarkan pemantauan di lokasi wisata, Senin (20/8), obyek wisata yang ramai dikunjungi pengunjung yakni Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami dan Taman Sari Banda Aceh.

Lokasi wisata religi Masjid Raya Baiturrahman yang berada di pusat kota Banda Aceh merupakan tempat yang paling ramai dikunjungi pengujung yang didominasi remaja dan anak-anak.

"Sejak sore hari raya pertama sudah banyak remaja dan anak-anak yang berkumpul di halaman masjid raya, mereka juga berbelanja mainan di kawasan ini," kata Muhammad Farid (38) seorang pedagang makanan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Selain pengunjung di kawasan masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu juga dipadati puluhan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman serta mainan anak-anak.

Fajri (26) pedagang mainan mengaku sejak hari pertama sudah menjajakan berbagai jenis mainan jenis senjata api dan mobil-mobilan.

"Sejak kemarin yang paling laku mainan senjata api, umumnya yang membeli anak-anak berusia tujuh hingga 10 tahun," katanya.

Selain itu Masjid Raya Baiturrahman, Taman Sari juga ramai dikunjungi warga.

Ditaman yang berada di depan balai kota itu juga tersedia berbagai jenis permaianan seperti mobil-mobilan dan arena memancing untuk anak-anak.

Sejumlah objek wisata lainnya seperti pantai seperti pantai Lampuuk, Lhoknga, Ujung Batee dan Ujung Karang juga ramai dikunjungi para remaja.

sumber : atjehpost.com (visit this website now)
Baca Selengkapnya

Thursday, 16 August 2012

Wisata Religi di Aceh Menyimpan Potensi Besar


Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekreaf M Faried mengatakan, Aceh masih menyimpan potensi sebagai destinasi wisata religi yang cukup besar.

"Ada banyak hal yang bisa digali dari Aceh, dan daya tariknya terutama dari sisi religi," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf M Faried di Jakarta, hari ini.

Dicontohkan M Faried, beberapa lokasi favorit turis adalah Masjid Agung di Banda Aceh yang bersejarah, Makam ulama besar dunia Syah Kuala, hingga monumen kenangan Museum Tsunami.

Banda Aceh kini menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Aceh karena sistem akomodasi, tata kota, dan fasilitas pendukung di wilayah itu terus membaik.

"Banda Aceh pascatsunami tata kotanya [semakin] bagus, dan kalau diperhatikan, pengunjung Museum Tsunami hampir dua per tiga-nya wisatawan asing," katanya.

Datangnya turis mancanegara itu juga diperkuat oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh Muhammad Jasman yang mengatakan, pada 2011 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke daerahnya mencapai 29.500 orang, dan sebanyak 67 persennya berasal dari Malaysia.

"Sebagian besar turis itu melakukan wisata religi di Aceh, sedangkan wisatawan lokal ke Aceh pada 2011 sebanyak 959 ribu pergerakan," katanya.

Ditambahkan Jasman, banyaknya kedatangan turis asing dari Malaysia ke Aceh adalah karena makin meningkatnya jumlah penerbangan langsung ke Banda Aceh serta destinasi wisata religi yang ada.

Jasman berjanji akan terus mengembangkan wisata religi di sana, di antaranya dengan wisata kurban serta pesantren untuk memperluas pilihan wisata religi di Aceh.

Selain wisata religi, Aceh juga memiliki potensial dengan wisata minat khusus lain, seperti Sabang dengan diving, Siemeulue dengan selancar, dan Kuta Cane di Aceh Tenggara dengan wisata sungai.

sumber : http://www.beritasatu.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya

Wednesday, 1 August 2012

Mesjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman terletak di pusat kota Banda Aceh, kota yang menjadi ibukota sekaligus pusat pemerintahan Aceh. Masjid ini telah mengalami beberapa kali perluasan dari bangunan dasarnya yang berukuran 537,91 m2. Dari masjid berkubah satu yang dibangun pemerintah Belanda di tahun 1879-1883. Kini Masjid Raya Baiturrahman berdiri megah dengan tujuh kubah, lima menara, dan luas 3.500 m2.

Baca Selengkapnya

Friday, 29 June 2012

Mesjid Teungku Chik Kuta Karang


Mesjid Teungku Chik Kuta Karang terletak di Desa Ulee Susu I Kemukiman Kuta Karang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Mesjid ini didirikan oleh Tgk. Chik Kuta Karang sekitar tahun 1860, dan telah direnovasi pada tahun 1997. Imam mesjid ini sekarang dipangku oleh Teungku Muhammad, sebagai penanggungjawab pelaksanaan ibadah dan kegiatan lainnya di masjid.


Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya

Mesjid Jamik Jantho


Masjid ini terletak di Desa Weu Kemukiman Jantho Kecamatan Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar. Berjarak sekitar 60 km dari Banda Aceh, dan 28 km dari Saree. Informasi dari imam masjid menyebutkan bahwa masjid ini dipindahkan ke lokasi yang sekarang di tahun 1710 M. Sebelumnya masjid ini dibangun di Desa Jantho Lama sekitar tahun 1640 M, di masa pemerintahan Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M)

Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya

Masjid Indrapurwa


Menurut keterangan dari imam masjid, masjid ini dulu dibangun di Desa Pante Ara. Akibat abrasi, lokasi itu telah menjadi laut, pondasi mesjid itu masih terlihat saat air surut, kira-kira berjarak sejauh 2 kilometer dari bibir pantai. Kemudian masjid ini dipindahkan ke Desa Lam Badeuk Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar.

Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya

Masjid Indrapuri


Mesjid ini terletak di Pasar Indrapuri Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, berjarak sekitar 24 km ke arah Utara Kota Banda Aceh. Bangunan mesjid berdiri di atas tanah seluas 33.875 m2, dipinggir sungai yang memisahkan Pasar Indrapuri dengan jalan raya Medan-Banda Aceh. Ukuran masjid 18.8 x 18.8 meter, dan tinggi 11.65 meter.

Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya

Wednesday, 20 June 2012

Masjid Baiturrahim


Masjid Baiturrahim - Ulee Lheue adalah masjid di kemukiman Meuraxa, Desa Ulee Lheue, kira-kira berjarak 5 kilometer dari kota Banda Aceh. Masjid ini dibangun pada tahun 1343 H, bertepatan dengan tahun 1926 M. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi, terakhir sempat rusak dalam terjangan tsunami 26 Desember 2004. Pada gambar di atas, tampak masjid Baiturrahim yang telah dipugar setelah tsunami.

Baca Sejarahnya di (aceh.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=bukumasjid)
Baca Selengkapnya