Pantai air dingin terletak di kecamatan Samadua, Aceh Selatan. Jarak tempuh sekitar 17 Km dari kota Tapaktuan. pengunjung yang datang tidak hanya masyarakat setempat saja, akan tetapi dari luar pun juga banyak yang datang ke pantai tersebut.Biasanya pantai ini ramai pada akhir pekan.
Tulisan Populer
-
NAMA-NAMA PEJUANG YANG AKAN DIUSULKAN MENJADI PAHLAWAN NASIONAL INDO NESIA Sultan Ali Mughyatsyah (1509 – 1530) Pembangun Keraja-an A...
-
Takengon | Lintasgayo.com - Logo karya Amie nomor urut 59 akhirnya ditetapkan sebagai pemenang sayembara logo Festival Danau Lut Tawar 201...
-
Terletak di Desa Sawang, Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, Propinsi Nanggro Aceh Darussalam.Bisa diakses menggunakan kendaraan...
-
Aceh sangat kaya dengan budaya, di antaranya adalah tarian. Berbagai jenis tarian ini dapat kita jumpai pada acara seperti pembukaan su...
-
1. Koran Serambi Indonesia Serambi Indonesia , adalah sebuah suratkabar harian yang terbit di Banda Aceh, Aceh sejak 1989. Awalnya, ha...
-
Ini merupakan gambar dari tarian Aceh, untuk melihat deskripsi atau penjelasannya bisa langsu...
-
Kabupaten Simeulue beribukota di Sinabang. Kabupaten Simeulue adalah Kepulauan yang berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat ...
-
Tidak banyak masyarakat sekitar Banda Aceh mengetahui kedudukan desa Ujong Pancu, salah satu desa dalam kecamatan Peukan Bada, Banda Aceh. ...
-
Tari Ranup Lampuan adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang ditarikan oleh para wanita. Tarian ini biasanya ditarikan untuk penghor...
-
1. Green Peace Indonesia 2. PUSA ( persatuan Ulama Seluruh Aceh) 3. YAKKUM Emergency Unit 4. UKM-BSPD : Bakti Sosial Pembanguan De...
Makam Ulama Aceh
Resep Kuliner Aceh
Budaya Aceh
Kuliner Aceh
Kesan Tentang Aceh
Ulama Aceh
Tempat Wisata
........Zona Iklan........
Kuah Pliek-U, Gulai Para Raja
Masakan atau gulai khas Aceh.
Mesjid Raya Baiturrahman
Saksi bisu sejarah Aceh.
Tari Saman
Satu ciri menarik dari tari Aceh
Prev
1
2
3
Next
Monday, 13 August 2012
Pantai Air Dingin
Published :
Monday, August 13, 2012
Author :
Ridha
Pantai air dingin terletak di kecamatan Samadua, Aceh Selatan. Jarak tempuh sekitar 17 Km dari kota Tapaktuan. pengunjung yang datang tidak hanya masyarakat setempat saja, akan tetapi dari luar pun juga banyak yang datang ke pantai tersebut.Biasanya pantai ini ramai pada akhir pekan.
Saturday, 11 August 2012
Aneka Lomba Menyambut Visit Aceh 2013
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Banda Aceh — Provinsi Aceh memiliki berbagai potensi pariwisata yang menarik serta didukung oleh beragam kekayaan sumber daya alam dan seni budaya daerah.
Mempunyai letak yang strategis dan posisi tepat berada pada kawasan Selat Malaka menjadi salah satu jalur pelayaran Internasional sudah seharusnya menjadi peluang pengembangan untuk wisata unggulan internasional di kawasan paling barat Indonesia.
Seperti dikutip SeputarAceh.com dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Aceh memiliki sekitar 756 buah objek wisata yang telah terdata dan telah dikembangkan yang terdiri dari 396 jenis objek wisata Alam, 255 objek wisata budaya dan 105 objek wisata minat khusus.
Dalam rangka mempromosikan sejumlah objek wisata tersebut, baru-baru ini Disbudpar Aceh juga menyelenggarakan beraneka lomba untuk menyambut tahun kunjungan Aceh atau dikenal dengan Visit Aceh 2013.
Adapun tujuan dengan diadakannya aneka lomba tersebut untuk membangun kembali semangat dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) dan ekonomi kreatif masyarakat di Aceh.
Tidak tanggung-tanggung, sejumlah perlombaan dari Disbudpar ini akan memperebutkan total hadiah Rp663.000.000 untuk para pemenang, tidak hanya itu saja ada juga sejumlah Throphy seperti dari Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI untuk juara I, Throphy Gubernur Aceh untuk Juara II, Throphy Kadisbudpar Aceh untuk Juara III dan beragam hadiah menarik lainnya.
Tertarik untuk mengetahui lomba apa saja untuk menyambut Visit Aceh 2013, ini dia masing-masing perlombaannya:
Perlombaan Penulisan Legenda dan Cerpen Kepariwisataan;
Lomba Penulisan SOP Permainan Rakyat;
Perlombaan Penulisan Resep Kuliner Aceh;
Perlombaan Penulisan Adat Pantang;
Perlombaan Foto Objek Wisata Aceh;
Perlombaan Video Objek Wisata Aceh;
Perlombaan Koleksi Batu Cincin;
Kompetisi Menulis tentang Kepariwisataan di Koran dan Majalah;
Kompetisi Berita Pariwisata di Radio;
Kompetisi Berita Pariwisata di Televisi;
Kompetisi Berita Pariwisata di Media Massa Online;
Kompetisi Berita Pariwisata di Blog;
Perlombaan Pembuatan Souvenir Khas Aceh;
Perlombaan Paket Wisata Kreatif
Perlombaan Desain T-Shirt
Informasi detail dan ketentuan serta syarat dari setiap lomba bisa Anda unduh disini. Selamat mengikuti dan sukseskan Visit Aceh 2013 “Beautiful, Peaceful and Religius”.
Aceh Kembangkan Pariwisata Religius
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh mengembangkan pariwisata religius guna menarik minat wisatawan berkunjung ke provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
"Aceh memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata religius. Inilah yang akan kami kembangkan agar Aceh menjadi destinasi bagi wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Jasman Ma'aruf di Banda Aceh, Rabu.
Ia menyebutkan, banyak potensi yang mendukung pengembangan pariwisata religius tersebut. Seperti Masjid Raya Baiturrahman di Kota Banda Aceh. "Masjid Raya Baiturrahman ini salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Kemudian, Masjid Baiturrahmin, Ulee Lheue di Kota Banda Aceh. Masjid di pinggir pantai ini selamat dari tsunami 26 Desember 2004," katanya.
Selain itu, lanjut dia, situs-situs Islam bersejarah lainnya, seperti makam Syiah Kuala dan makam Tgk Tanoh Abee. Keduanya ulama Islam Aceh masa lalu.
Kecuali itu, sebut dia, sebutan Aceh sebagai Serambi Mekah cukup dikenal bagi umat Islam di Asia Tenggara. Dan juga sejarah Islam di Asia Tenggara berawal dari Aceh.
Dengan potensi tersebut, katanya, merupakan peluang bagi Aceh menarik minat wisatawan berkunjung Serambi Mekah. Peluang ini harus dikembangkan dengan jalan mempromosikan Aceh serta menggelar berbagai kegiatan bernuansa Islami.
"Wisatawan religius di seluruh dunia mencapai 300 juta hingga 400 juta. Dari total tersebut, kami mencoba menarik minat wisatawan religius berkisar satu hingga dua persen saja," katanya.
Menurut dia, wisatawan religius yang dibidik tersebut hanya untuk kawasan Asia Tenggara dan domestik. Sedangkan menarik minat wisatawan dari Timur Tengah, Eropa dan lainnya, tidak menjadi prioritas.
"Timur Tengah merupakan pasar pariwisata religius terbesar di dunia, jadi kami tidak terlalu fokus bagaimana menarik minat wisatawan dari kawasan itu berkunjung ke Aceh. Wisatawan religius dari Asia Tenggara cukup banyak, jadi ini saja yang kami fokuskan," kata Jasman Ma'aruf.
Sabang Hill Hotel
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Sebuah Hotel yang kini hadir memperkaya khasanah pariwisata Sabang, Pulau Weh. Sabang hiLL hotel memiliki 22 kamar dengan berbagai type yg dilengkapi dengan fasilitas yang akan memuaskan kebutuhan anda.
Restaurant, Coffee Shop, Room Service, dan kami juga menyewakan meeting room dengan kapasitas sampai dengan 60 orang sangat sesuai untuk technical meeting dan Trainning. Untuk melengkapi kebutuhan anda saat berwisata. Kami juga memiliki Room KTV untuk melengkapi hiburan anda dengan sajian Cocktail dan Moktail, serta Car Rental untuk kebutuhan transportasi anda.
Address : Jl.Iskandar Muda no 27, Kebun Merica, Sabang,
Phone 0652 21999, Fax. 0652 22666, Email : acehsabanghill@yahoo.com
sumber : http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
Restaurant, Coffee Shop, Room Service, dan kami juga menyewakan meeting room dengan kapasitas sampai dengan 60 orang sangat sesuai untuk technical meeting dan Trainning. Untuk melengkapi kebutuhan anda saat berwisata. Kami juga memiliki Room KTV untuk melengkapi hiburan anda dengan sajian Cocktail dan Moktail, serta Car Rental untuk kebutuhan transportasi anda.
Address : Jl.Iskandar Muda no 27, Kebun Merica, Sabang,
Phone 0652 21999, Fax. 0652 22666, Email : acehsabanghill@yahoo.com
sumber : http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
Telusur Iboih dan Balohan dengan Sepeda Motor
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
KOMPAS.com - Jalanan di Sabang, Aceh, menghubungkan hampir seluruh bagian terindah di pulau ini. Rasakan suasana bersepeda motor dari Iboih yang termahsyur, lalu perjalanan bisa Anda arahkan ke tepian titik terbarat Indonesia, yaitu Monumen Kilometer Nol.
Jalanan tersebut merangkai di antara hutan-hutan tropis yang hijau. Saat Anda mengendarai sepeda motor di sini maka akan memberikan sensasi yang dibumbui tarik adrenalin saat membesut gas di jalan yang sepi, meliuk-liuk, dan sempit.
Di daerah Monumen Kilometer Nol, monyet berlarian di atas permukaan jalan. Mereka memainkan di tepi hutan di atas batu karang yang menukik curam ke laut lepas.
Tak hanya monyet, seekor babi rusa sudah menjadi ‘tuan rumah’ di daerah ini. Masyarakat setempat menyebutnya “Bro”. Babi rusa ini begitu jinak dan sering mengharapkan kemurahan hati dari pengunjung yang datang agar melemparkan makanan.
Sangat disarankan untuk tidak mencoba masuk ke jalan-jalan kecil ke dalam hutan dengan kendaraan sewa Anda, karena pada hakekatnya pulau ini merupakan pulau terdepan dan menjadi perhatian militer untuk menjaganya dari ancaman pihak luar. Tidak heran saat penjagaan di pulau ini melibatkan tentara dan polisi bersenjata.
Dari arah Monumen Kilometer Nol ke Iboih akan melewati tikungan tajam dan menurun. Hati-hatilah saat menukik, karena hal ini dapat menghentikan keasyikan Anda berpetualang di atas motor skuter matik yang menyenangkan. Tetaplah berkendaraan pada kecepatan yang aman.
Saat menemukan gerbang pantai Iboih, teruskan motor Anda sampai ujung jalan untuk menemukan surga perairan yang belum banyak tersentuh. Di sini ada beragam atraksi menanti Anda, mulai dari memancing, snorkling , menyelam, atau sekadar bersantai di kedai kopi dan bercengkrama dengan penduduknya yang ramah.
Lihat Rambu-rambu Lalu Lintas Setiap persimpangan jalan selalu didahului rambu-rambu penunjuk arah. Hal ini termasuk rambu-rambu dari Iboih ke Gapang, dua buah pantai terbaik yang dipisahkan jarak sekitar 5 kilometer saja.
Ke Gapang hanya perlu menelusuri jalan lurus dan mengikuti petunjuk jalan. Memang tak jelas sekali kapan harus belok ke Pantai Gapang, sampai Anda melihat taman segitiga di sebelah kiri Anda dengan tulisan Gapang Beach Resort.
Anda bisa lewat jalur resor. Bisa juga ke jalan di depannya sekitar 50 meter ke arah kiri yang akan membawa Anda ke pantai Gapang yang menghipnotis.
Saat melanjutkan perjalanan ke Sabang, jalan di tepi hutan dan pantai akan menjadi hiburan selama kurang lebih 25 menit pada motor yang meliuk-liuk menyusuri jalanan. Perhatikan kondisi motor Anda.
Pastikan tak ada masalah saat mengemudikannya, karena dalam perjalanan ke Sabang dari Gapang, Anda akan melewati tanjakan dan turunan yang panjang dan cukup menantang. Hal ini terutama harus menjadi perhatian Anda saat mencoba rem kendaraan.
Kapan Anda tergoda untuk melihat pemandangan yang sering kali mengintip Anda dari celah pohon-pohon tropis yang besar, berhentilah sejenak lalu parkirkan motor Anda di tepi jalan yang aman.
Di tikungan tajam yang menurun, pemandangan terlihat dalam porsi terbaik. Telah banyak wisatawan asing yang juga bersewakan sepeda motor juga turun sejenak dan mengabadikan panoramanya.
Hati-hatilah bila Anda terlalu dekat ke tepi tebing, karena tidak ada jalur naik bila seseorang jatuh ke dalamnya. Tepi ini pun tak berpagar, jadi jangan terlalu bersemangat dan hilang kendali saat berdiri di tepinya.
Di sini Monyet pun terkadang merasa berhak mendapatkan penghargaan berupa sedikit makanan di ‘daerah monyet’ ini. Jangan melakukan kontak mata dengan mereka saat Anda bermotor ria, karena hal itu dianggapnya sebagai tantangan untuk monyet jantan yang berkuasa.
Batas Kecepatan dan Klakson Batas kecepatan memang tidak diterapkan secara ketat tetapi secara sadar Anda tidak ingin merusak liburan dengan permasalahan kecelakaan lalu lintas atau terkait hukum karena terlalu kencang mengemudikan sepeda motor sewaan. Jadi, walau jalan di pulau ini begitu kosong dan mulus, jagalah kecepatan Anda di batas yang wajar.
Kapan perlu, bunyikan klakson atau tanda peringatan suara sesekali saja untuk mengingatkan pengendara lain pada keberadaan Anda. Karena Sabang sedang berkembang dan pembangunan beberapa fasilitas umum masih berjalan maka sesekali Anda mungkin akan berada di belakang truk besar. Bisa jadi asapnya mengganggu Anda.
Bila itu memang terjadi maka lebih baik Anda berhenti dahulu atau melaju lebih lambat dari truk tersebut. Kapan Anda memilih untuk menyusulnya, hati-hatilah.
Lampu depan kendaraan bermotor sudah menjadi aturan umum untuk selalu dinyalakan demi keamanan dan penegakan hukum oleh warga yang berdisiplin. Jadi, nyalakanlah lampu depannya saat berkeliling
Wisata Pantai Sumur Tiga Mulai Dibenah
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Jika selama ini wisata kawasan Sumur Tiga, Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Sabang, mulai dibenah. Sejumlah fasilitas seperti peralatan selam dangkal (snorkling) dan banana boat, sudah disediakan.
Ketua Kelompok Wisata “PNPM Ie Meule”, Arpandi, mengatakan sebulan terakhir tiap hari Minggu atau hari libur, mulai dikunjungi warga untuk berekrasi. Sebelumnya, pantai dekat lahan Pemko Sabang ini hanya jadi “kandang sapi.. Pantai Sumu akan jadi alternatif selain Iboih dan Gapang,” kata Arpandi.
Disebutkan, sudah ada lima kelompok wisata yang menyediakan alat snoker. “Kalau untuk diving belum ada. Kita mulai berkembang berkat bantuan PNPM Sabang. Banana boat baru ada satu unit yang mampu membawa lima orang,” katanya.
Dikatakan, memang ada kendala di kawasan laut lut lepas ini. Jika musim angin timur Juli-Desember, kemungkinan tempat ini tutup hingga dua bulan. Buka kembali pada masa tenang.
Tarif banana boat Rp 25.000/orang mengarungi lintasan Ie Meule ke Ujung Ie Meulee sepanjang satu kilometer. Penumpang akan dibawa sebanyak empat kali trip.
“Kita juga menyewa boat untuk warga yang mau mancing. Tarif Rp 400 ribu per hari. Kl setengah hari juga boleh, biayanya Rp 200 ribu. Kl snoker biayanya Rp 25 ribu lengkap dengan kaki bebek. Tanpa kaki bebek hanya Rp ribu,” katanya.
Mantan Panglima Laot Iboeh Sabang Terima Penghargaan Kalpataru
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
SABANG- Mantan Panglima Laot Iboeh Sabang, Ishak Idris (55) memperoleh penghargaan Kalpataru oleh Presiden SBY di Istana Kepresidenan, Selasa 5 Juni 2012.
Perhargaan tersebut diberikan atas dedikasi Ishak selama lebih dari 30 tahun bergelut dengan lingkungan dan berhasil menanam sedikitnya 32 hektar pohon mangrove di sepanjang pesisir Pantai Iboeh.
Selain itu Ishak juga berhasil menerapkan aturan laut dan adat istiadat laut yang hingga saat ini masih diberlakukan sebagai aturan baku dikalangan Nelayan Iboeh dan sekitarnya.
Kepada The Atjeh Post Ishak mengaku penghargaan yang diterimanya bukan untuk dibanggakan, karena yang terpenting menanamkan kecintaan pada generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan.
“Saya hanya berharap, apa yang sudah saya lakukan akan menjadi panutan dan diikuti oleh generasi penerus kita,” tandas Ishak melalui telpon genggamnya.
Sementara itu, Zulfipurnawati Sekretaris Bapedalda Kota Sabang yang mendampingi Ishak mengatakan penghargaan yang diperoleh tersebut adalah hadiah ulang tahun bagi Kota Sabang yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2012 mendatang, dan selain penghargaan Kalpataru, Kota Sabang juga memperoleh Sertifikat Adipura yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Menteri lingkungan Hidup di Kantor Kementerian Jakarta.
“Kita juga memperoleh penghargaan lain yakni sertifikat Adipura ke 3 untuk Kota Sabang,” tukasnya.
Saat ini ia menyebutkan, untuk Kalpataru Kota Sabang sudah memperoleh dua kali penghargaan yang pada tahun sebelumnya Almarhum Doden juga memperoleh penghargaan yang sama.
“Intinya kita harus terus berupaya berbuat yang terbaik untuk Kota Sabang tercinta ini, baik secara umum maupun individualnya,” harapnya.
sumber : http://sabangtourism.asia (Visit ThisWebsite Now)
Sabang Potensial Jadi Kota Jasa
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
BANDA ACEH – Anggota DPR Mardani menyatakan kawasan Sabang memiliki potensi cukup besar untuk digarap menjadi sebagai kota penyedia jasa perkapalan dan pariwisata.
“Potensi geografis yang dimiliki Sabang harus mampu digarap maksimal oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sehingga kawasan ini dapat berkembang dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Banda Aceh, hari ini.
Dalam kunjungan kerja Komisi VI ke Sabang dan bertemu dengan pimpinan BPKS dan pemerintah kota setempat, ia mengatakan berbagai potensi yang dimiliki di Sabang akan mampu menyedot para investor untuk berinvestasi di Aceh.
“BPKS bersama pemerintah daerah harus mampu bersinergi dalam membangun berbagai infrastruktur pendukung seperti galangan kapal sehingga kapal-kapal dalam dan luar negeri yang melintas di perairan Sabang dapat singgah dan menggunakan berbagai jasa yang ditawarkan,” katanya.
Mardani menyarankan agar BPKS dapat fokus dengan menyiapkan kajian akademis, desain dan skala prioritas dalam membangun infrastruktur yang ada sehingga proyek tersebut dapat dituntaskan pembangunannya.
“Artinya, jika ingin membangun sebuah proyek harus ada kajian akademis, desain dan skala prioritas sehingga keberadaan infrastruktur itu benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan kultur daerah setempat,” katanya.
Ia menambahkan, dalam memajukan kawasan Sabang dan Pulau Aceh harus dilakukan secara bertahap, sebab kedua daerah tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk mendatangkan investasi dan menampung pasar tenaga kerja.
“Semua anggota komisi VI DPR yang berkunjung ke Sabang sepakat untuk mendukung pembangunan Sabang dan Pulau Aceh,” katanya. Pihaknya juga berharap pimpinan daerah terpilih di Aceh dan kedua kabupaten/kota itu dapat bersinegeri dengan BPKS untuk mendukung berbagai program pembangunan dalam memajukan kedua kawasan tersebut di masa mendatang.
“Kami yakin dengan potensi yang cukup besar yang dimiliki Sabang dan Pulau Aceh dan adanya kenyamanan serta iklim investasi yang kondusif akan menjadi penarik bagi investor dalam dan luar negeri untuk menanam modalnya di Aceh,” demikian Mardani.
sumber : http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
ASPPI: Pemerintah Agar Buat Standar Wisata Aceh
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Banda Aceh,- Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh mengharapkan pemerintah setempat membuat standar dalam bentuk qanun (peraturan daerah) tentang pariwisata, sehingga tidak terjadi perbuatan maksiat yang dikhawatirkan warga. ”Sudah saatnya pemerintah Aceh dan kabupaten/kota untuk membuat standar pariwisata, sehingga hal-hal yang menimbulkan perbuatan maksiat bisa dihindari,” kata Wakil Ketua ASPPI Aceh Nasir Yusuf di Banda Aceh, Senin.
Ia mengatakan hal itu terkait dengan aksi pembongkaran dan pembakaran sejumlah kafe oleh para pemuda di sekitar lokasi pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (13/5). Nasir menyatakan, dengan adanya standar pariwisata yang tetuang dalam qanun, maka pelaku wisata, termasuk pedagang bisa melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan aturan.
Misalnya, katanya, untuk membangun kafe dilarang membuat bilik-bilik, sehingga upaya para remaja laki-laki dan perempuan yang ingin melakukan maksiat tidak bisa. Selanjutnya, kata Nasir, perlu dibuat peraturan agar setiap objek wisata ada pengawas, seperti petugas wilayatul hisbah (polisi syariat), sehingga anak-anak remaja tidak bisa berbuat maksiat.
Ia menilai, adanya perbuatan maksiat di lokasi objek wisata, karena tidak ada pengawasan langsung dari petugas. ”Jadi, kalau memang perlu ada petugas, maka ditempatkan di lokasi wisata, dan itu harus diatur di dalam qanun,” katanya.
Menurut Nasir, wisata tidak identik dengan maksiat. Wisata adalah kegiatan untuk menikmati alam yang telah diciptakan oleh Allah SWT. ”Jadi, alam yang indah ini diciptakan oleh Allah SWT memang untuk dinikmati oleh manusia yang ada di muka bumi ini,” katanya.
Oleh karena itu, tugas pemerintah bagaimana alam yang indah pemberian dari Allah SWT ini bisa dinikmati oleh semua orang dengan menghindari hal-hal yang negatif, katanya. Ia juga menyayangkan adanya pembakaran dan pembongkaran kafe di lokasi wisata, karena akan berdampak negatif terhadap perkembangan wisata di Aceh.
“Dengan kejadian itu, orang akan beranggapan wisata identik dengan maksiat, padahal tidak. Seharusnya aparat desa memberi peringatan keras, apakah diancam akan ditutup apabila tetap di kafe itu tempat maksiat,” katanya.
Bila sudah diperingatkan, tapi tetap ada maksiat, menurut Nasir, berarti ada yang salah, mungkin kurang pengawasan. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah segera turun tangan, karena pariwisata merupakan sektor yang paling besar manfaatnya, karena efeknya cukup besar, terutama ekonomi rakyat kecil akan tumbuh.
sumber : http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
DPD ASPPI Aceh Latih Pengusaha Ekonomi Kreatif
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Aceh mengagendakan pelatihan pengusaha muda yang bergerak di sektor industri ekonomi kreatif.
“Pelatihan ini direncanakan melihatkan lebih 300 pelaku usaha ekonomi kreatif yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” kata Kepala Biro Organisasi dan Pengkaderan ASPPI Aceh Azwani Awi di Banda Aceh, Rabu (8/8/2012)
Kepala Biro Organisasi dan Pengkaderan ASPPI Aceh Azwani Awi
Menurut dia, pelatihan yang rencananya digelar September atau Oktober 2012 tersebut bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah daerah membangun dan mengembangkan industri ekonomis kreatif dan pariwisata.
Apalagi, kata dia, Pemerintah Aceh memprogramkan tahun kunjungan wisata atau “Visit Aceh Year 2013″. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pengusaha muda tersebut memberikan kontribusi terbaiknya bagi industri kepariwisataan Aceh.
“Pemerintah maupun pihak swasta tidak bisa berjalan sendiri-sendiri membangun dan mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, ASPPI berupaya meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi persaingan global,” ujar dia.
Ia menambahkan, hasil yang diharapkan dari pelatihan tersebut nantinya akan melahirkan pengusaha ekonomi kreatif yang handal, sehingga mampu membangun dan mengembangkan industri pariwisata Aceh.
“Pariwisata merupakan industri dengan sumber daya yang tidak pernah habis. Hampir semua negara mengembangkan industri ini, termasuk Aceh,” sebut dia.
Aceh, lanjut dia, memiliki potensi pariwisata yang tidak terbatas. Banyak objek wisata yang bisa dijual kepada wisatawan. Kini, tinggal bagaimana pengusaha muda menggarapnya dengan optimal.
“Karena itu, ASPPI Aceh berupaya meningkatkan kapasitas dan kreativitas pengusaha muda, sehingga mampu menjadikan pariwisata sebagai industri andalan,” kata Azwani Awi yang juga Direktur Delta Intermedia, perusahaan “event organizer” di Banda Aceh.
sumber :http://sabangtourism.asia (Visit This Website Now)
Festival Seudati, Kebangkitan Seni dan Tradisi
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Perhelatan kesenian tari Seudati Aceh akhirnya resmi dibuka oleh Direktur Promosi Pariwisata dalam Negeri Kemenparekraf, M Faried yang berlangsung meriah di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Sabtu (11/08).
Acara yang dikemas dalam launching “Festival Tari Seudati Bireuen Aceh 2012″, menjadi salah satu acara seni budaya daerah Aceh yang kali ini Kabupaten Bireuen menjadi tuan rumah selaku penyelenggara di bulan September mendatang.
Ketua Panitia Festival Seudati, Dedi Kuswana mengatakan adanya kegiatan ini bisa menjadi kebangkitan untuk seni-seni dan traidisi budaya yang kini sudah mulai hilang, termasuk tari seudati.
“Kita punya harapan acara ini bukan jadi awal dan akhir dari kebangkitan seni-seni yang ada di Aceh, dan Bireuen pada khususnya untuk tari seudati,” ungkapnya.
Dedi juga menambahkan, nama seudati Bireuen ini punya tujuan untuk menghargai pendahulu dan maestro yang telah mengenalkan seudati di Bireuen dan juga daerah lainnya di Aceh, sehingga ke depan tari Seudati juga bisa mendunia layaknya tari Saman.
sumber : http://seputaraceh.com (Visit This Website Now)
Putri Pariwisata Aceh Harus Berjilbab
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Lhoksukon —- Finalis Putri Pariwisata Indonesia 2011, Cut Nyak Dhien Haiva, meminta kepada peserta putri Pariwisata Aceh 2012 wajib memakai jilbab.
Hal itu dikatakannya menyusul dibukanya pendaftaran Putri Pariwisata Aceh terhitung 1-25 Juni 2012.
“Kepada remaja Aceh yang berniat menjadi Putri Pariwisata tidak sesekali melakukan hal yang mencederai nilai-nilai syariat Islam yang telah tegak di Aceh. Berprestasi itu tidak harus mengorbankan norma-norma agama,” harap Ketua Panitia Pemilihan PPI Audisi Aceh 2012 itu.
“Tujuannya adalah semua peserta wajib memakai jilbab. Beda sebelumnya, peserta daftar pribadi ke Medan,” tambahnya.
Dengan memakai pakaian islami, tambah Cut Nyak Dhien Haiva, selain tuntutan syariat, juga menjadi jati diri wanita Serambi Mekkah.
Dalam audisi Putri Pariwisata Aceh itu, dia mengaku menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata Aceh.
PPI Aceh tahun ini memiliki tantangan besar menyambut Visit Aceh 2013. Siapapun terpilih nanti menjadi PR pertama baginya.
“Harapan saya, perwakilan Aceh bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tahun ini mudah-mudahan bisa masuk lima besar, bahkan menjadi juara,” tambah Cut Nyak Dhien
Sementara syarat pendaftaran harus berdomisili di Aceh (bukti lampiran fotokopi KTP), tinggi minimal 165 cm, berat tubuh proporsional serta menarik, berwawasan luas, pintar, ramah serta sopan, usia 19-24 tahun, belum menikah serta belum punya anak, mengisi formulir, membayar uang pendaftaran Rp100 ribu dan foto Close Up empat lembar.
sumber :http://seputaraceh.com (Visit This Website Now)
Wisata Ramadhan
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
ADA tiga kata yang cenderung mirip dan sering kali dipertukarkan penggunaannya, yaitu wisata religi (religious tourism), wisata ziarah (pilgrimage tourism) dan wisata spritual (spiritual tourism). Jenis wisata yang paling cocok untuk Aceh adalah wisata religi, karena wisatawan yang berkunjung ke Aceh tak hanya sekedar berziarah di makam ulama besar semisal makam Syiah Kuala (wisata ziarah) atau melaksanakan ibadah sulok di dayah-dayah (wisata spritual), tetapi dapat juga menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman, semisal dalam rangka shalat Tarawih dan bersedekah serta menyantuni anak yatim.
Jika dikaitkan dengan daya tarik wisata religi terhadap pelaksanaan ibadah dalam bulan Ramadhan, maka tentu daya tariknya begitu kuat, begitu besar. Karena, bagaimana pun juga bulan Ramadhan adalah bulan pembebasan dan pengampunan, bulan untuk memperbanyak sedekah dan berbuat ihsan. Pada bulan ini dibukakan pintu-pintu surga, dilipatgandakan pahala kebaikan, dan dimaafkan kesalahan.
Itu sebabnya, daya tarik wisata religi, yaitu yang turisnya melakukan perjalanan dalam rangka melakukan ibadah dalam bulan Ramadhan ini begitu besar. Berjuta-juta umat Islam melakukan umrah di tanah suci dalam bulan Ramadhan ini. Bahkan, tahun ini, pemerintah Arab Saudi terpaksa membatasi visa umrah. Itu pertanda, jumlah peminat yang melalukan umrah di bulan suci Ramadhan melebihi kapasitas yang tersedia atau sehingga berlimpah.
Idealnya, jika umat Islam yang melakukan umrah di Mekkah melebihi daya tampungnya, maka limpahan yang berasal dari Asia Tenggara tentulah dapat ditampung di serambinya. Bagaimanapun, Aceh telah mendapat pengakuan muslim Asia Tenggara sebagai negeri Serambi Mekkah. Ikon Aceh sebagai Serambi Mekkah yang telah menguat dalam benak konsumen sejak ratusan tahun lalu.
Hal itu antara lain dibuktikan dengan pengakuan atas masuknya Islam pertama sekali ke Nusantara, banyaknya ulama besar yang juga menulis sejumlah kitab agama dan sastera Nusantara (Syeh Abdurrauf Alsingkil, Hamzah Fanzury, Nuruddin Arraniry, dan Syamsuddin Al Sumaterani) dengan murid-murid bertebaran di seantero Asia Tenggara ini tentulah merupakan daya tarik yang amat kuat dalam rangka berwisata religi di Aceh.
Alasan tambahan berwisata religi di Aceh adalah adanya kesempatan beribadah salah satu mesjid terindah di Asia Tenggara (Mesjid Baiturrahman), dan Mesjid yang selamat dari terjangan tsunami yang terbesar di dunia (Mesjid Baiturrahim Uleelheue), dapat berziarah di Makam Syiah Kuala, dapat bersedekah di panti asuhan anak yatim, dan dapat melaksanakan ibadah sulok di Dayah Lueng Ie, serta berkesempatan melihat ‘keajaiban dunia’ Kapal Apung, kapal di atas rumah.
Kita berharap, dengan izin Allah swt, di masa depan: Aceh akan menjadi destinasi wisata religi terunggul di Asia Tenggara. Semoga!(Oleh Jasman J. Ma’ruf Kepala Disbudpar Aceh)
sumber : http://aceh.tribunnews.com (Visit ThisWebsite Now)
Bahasa Aceh 5
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Pasar”
Pasar = Pasai/Peukan
Warung = Keude
Ramai = Rame
Sepi = Seungue
Kota = Kota
Desa = Gampong/Desa
Sayur = Gulee
Siang/Hari = Uro
Malam = Malam
Gelap = Supot
Jual = Meukat
Beli = Bloe
Uang = Peng
Belanja = Beulanja
Ikan = Eungkot
Lorong = Jurong
Gerobak = Gurubak
Barang = Barang
Lama = Trep
Baru = Baro
Kios = Beng
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Bahasa Aceh 4
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Wisata”
Laut = Laot
Danau = Kuala
Sungai = Krueng
Rencong = Rincong
Pakaian Adat = Bajee adat
Makam = Kubu
Kapal Laut = Bot
Pesawat = Kapai
Gunung = Gunong
Baju = Bajee
Goa = Guha
Raja = Raja
Pasir = Anoe
Sepeda = Geuritan Angen
Kereta Api = Geuritan Apui
Air = Ie
Indah = Lagak
Mesjid = Mesjid
Tinggal = Tinggai
Kunjung = Kunjong
Budaya = Budaya
Hukum = Hukom
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Bahasa Aceh 3
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Rumah”
Rumoh = Rumoh
Pintu = Pinto
Jendela = Jendela
Pagar = Pageu
Pintu Pagar = Abah Rot
Halaman = Leun
Dapur = Dapur
Kamar = Kama
Sumur = Mon
Jamban = Kakoh
Jalan = Jalan/Rot/Rauh
Kebun = lampoh
Atap = Bubong
Tiang = Tameh
Dinding = Binteh
Ruang Tamu = Rueung Jamee
Kasur = Kasoe
Tangga = Reunyeun
Papan = Papeun
Lampu = Lampu
Lemari = Mari
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya
Rumoh = Rumoh
Pintu = Pinto
Jendela = Jendela
Pagar = Pageu
Pintu Pagar = Abah Rot
Halaman = Leun
Dapur = Dapur
Kamar = Kama
Sumur = Mon
Jamban = Kakoh
Jalan = Jalan/Rot/Rauh
Kebun = lampoh
Atap = Bubong
Tiang = Tameh
Dinding = Binteh
Ruang Tamu = Rueung Jamee
Kasur = Kasoe
Tangga = Reunyeun
Papan = Papeun
Lampu = Lampu
Lemari = Mari
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Bahasa Aceh 2
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Anggota Tubuh”
Kepala = Ulee
Rambut = Oek
Telinga = Geuleunyueng
Mata = Mata
Alis Mata = Bulee Keuneng
Hidung = Idoeng
Mulut = Abah
Tangan = Jaroe
Bahu = Baho
Siku = Seungkee
Jari = Aneuk Jaroe
Paha = Pha
Kaki = Kaki
Lutut = Tu-ot
Dahi = Dhoe
Tumit = Tumet
Gigi = Igoe
Lidah = Lidah
Kumis = Mesee
Perut = Pruet
Pinggang = Keu-ing
Punggung = Rhueng
Kuku = Ukee
Leher = Takue
Dada = Dada
Bibir = Bibie
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya
Kepala = Ulee
Rambut = Oek
Telinga = Geuleunyueng
Mata = Mata
Alis Mata = Bulee Keuneng
Hidung = Idoeng
Mulut = Abah
Tangan = Jaroe
Bahu = Baho
Siku = Seungkee
Jari = Aneuk Jaroe
Paha = Pha
Kaki = Kaki
Lutut = Tu-ot
Dahi = Dhoe
Tumit = Tumet
Gigi = Igoe
Lidah = Lidah
Kumis = Mesee
Perut = Pruet
Pinggang = Keu-ing
Punggung = Rhueng
Kuku = Ukee
Leher = Takue
Dada = Dada
Bibir = Bibie
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Belajar Bahasa Aceh 1
Published :
Saturday, August 11, 2012
Author :
Ridha
Assalamualaikum, Jumpa Lagi di Edisi “Kamus Bahasa Aceh”, untuk kali ini Penulis akan menerbitkan postingan mengenai kosa kata bahasa Aceh untuk pembaca yang ingin belajar bahasa Aceh. Belajar bahasa Aceh sungguh mudah sekali, tidak perlu dihafal tapi cukup diingat dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah bisa membantu anda berkunjung ke Aceh dalam rangka Visit Aceh 2013. Edisi kali ini “Perkenalan”
Orang = Ureung
Laki = Agam
Perempuan = Inong
Kita = Saya
Saya = Lon
Aku = Kee
Mereka = Awak nyan
Dia = jih
Kamu = Kah/Droekeuh
Kami = Kamoe
Kalian = Awak droekeuh
Kawan = Ngon
Saudara = Syedara
Ada = Na
Tiada = Hana
Apa = Peue
Apa = Peue
Siapa = Siapa
Dimana = Pat
Kapan = Pajan
Bagaimana = Pakiban
Kenapa = Pakoen
Berapa = Padup/padum
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Baca Selengkapnya
Orang = Ureung
Laki = Agam
Perempuan = Inong
Kita = Saya
Saya = Lon
Aku = Kee
Mereka = Awak nyan
Dia = jih
Kamu = Kah/Droekeuh
Kami = Kamoe
Kalian = Awak droekeuh
Kawan = Ngon
Saudara = Syedara
Ada = Na
Tiada = Hana
Apa = Peue
Apa = Peue
Siapa = Siapa
Dimana = Pat
Kapan = Pajan
Bagaimana = Pakiban
Kenapa = Pakoen
Berapa = Padup/padum
Kamus Bahasa Aceh ini cuma penulis translitkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh secara umum. Karena keterbatasan Bahasa Aceh lainnya seperti Gayo, Alas, Singkil, Haloban dll penulis menerima sumbangan tulisan dari pembaca bisa dishare di facebook.
Thursday, 9 August 2012
Kerajaan Perlak
Published :
Thursday, August 09, 2012
Author :
Ridha
Pada tahun 30 Hijriyah atau 651 masehi, Khalifah Usman bin Affan mengirim delegasi ke Cina. delegasi tersebut bertugas memperkenalkan agama islam. Waktu itu hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW. dalam perjalanan laut yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan usman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 Masehi, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat sumatra.
Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Agama Islam. Sejak saat itu, para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah. lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk agama islam, meskipun belum secara besar-besaran. Aceh daerah paling barat di kepulauan Nusantara adalah yang pertama kali menerima ajaran agama islam. bahkan di acehlah kesultanan atau kerajaan islam pertama di Indonesia berdiri, yakni kesultanan Perlak (Memang ada perbedaan pendapat, di versi lain menyebutkan kerajaan islam yang pertama adalah Samudra Pasai)
Kesultanan Perlak adalah kerajaan islam pertama di Nusantara, kerajaan ini berkuasa pada tahun 840 hingga 1292 Masehi di sekitar wilayah Peureulak atau Perlak. Kini wilayah tersebut mask dalam wilayah Aceh Timur, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Perlak Merupakan Suatu daerah penghasil kayu perlak, adalah kayu yang digunakan sebagai bahan dasar kapal. Posisi strategis dan hasil alam yang melimpah membuat perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad VIII hingga XII. sehingga, perlak sering disinggahi oleh Jutaan kapal dari arab, persia, gujarat, malaka, cina, serta dari seluruh kepulauan nusantara. karena singgahannya kapal-kapal asing itulah masyarakat islam berkembang, melalui perkawinan campur antara saudagar muslim dengan perempuan setempat.
Pendiri kesultanan Perlak adalah sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Shah yang menganut aliran atau Mahzab Syiah. Ia merupakan keturunan pendakwah arab dengan perempuan setempat. Kerajaan perlak didirikannya pada tanggal 1 Muharram 225 H atau 840 masehi, saat kerajaan Mataram Kuno atau Mataram Hindu di Jawa masih berjaya. sebagai gebrakan mula-mula, sultan Alaiddin mengubah nama ibu kota kerajaan dari bandar Perlak menjadi Banda Khalifah.
Ketika pemerintahan Sultan Alaiddin Sayid maulana Abbas Shah, sultan ketiga, ulama-ulama bermazhab Sunni mulai masuk ke perlak dan menebarkan pengaruh. setelah wafatnya sultan pada 363 H atau 913 masehi, terjadi ketegangan antara kaum Syiah dengan kaum Suni, sehingga selama dua tahun berikutnya kesultanan Perlak vakum kekuasaan, tidak memiliki sultan.
Setelah masa dua tahun tersebut, kaum syiah memenangi persaingan, kemudian pada tahun 915 M atau 302 H, Sultan Alaiddin Sayid Maulana Ali Mughat Syah naik tahta. Pada akhir pemerintahannya, terjadi lagi ketegangan antara kaum Syiah dan kaum Suni, yang kali ini membawa kaum suni pada keunggulan. Akibatnya, para sultan berikutnya diangkat dari golongan Sunni.
Tahun 956 masehi atau 362 H, setelah meninggalnya Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Syah Johan berdaulat atau sultan ketujuh, terjadi lagi ketegangan selama kurang lebih empat tahun antara golongan Syiah dan Sunni, yang diakhiri dengan perdamaian dan pembagian kerajaan menjadi dua bagian ; yaitu Perlak Pesisir (Syiah) dipimpin oleh Sultan Alaiddin Sayid Maulana Syah (986 – 988) dan Perlak Pedalaman (Sunni) dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan berdaulat (986 – 1023).
Pada tahun 988, Kerajaan Sriwijaya Menyerang Perlak. Sultan Alaiddin Maulana Syah meninggal karena serangan itu. Namun demikian, sebagai akibatnya, seluruh perlak justru bersatu kembali di bawah pimpinan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Berdaulat. Sultan Makhdum melanjutkan perjuangan melawan kerajaan Budha Sri Wijaya hingga tahun 1006.
Para Sultan Perlak dapat dikelompokkan menjadi dua dinasti, yaitu Dinasti Sayid Maulana Abdul Azis Syah dan Dinasti Johan Berdaulat. Di bawah ini merupakan nama-nama sultan yang memerintah kerajaan perlak ;
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Syah (840 – 864
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Rahim Syah (864 – 888)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abbas Syah (888 – 913)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Ali Mughat Syah (915 – 918)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir (928 – 932)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (932 – 956)
- Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik (956 – 983)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim (986 – 1023)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud (1023 – 1059)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mansur (1059 – 1078)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah (1078 – 1109)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad (1109 – 1135)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mahmud (1135 – 1160)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad (1173 – 1200)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Jalil (1200 – 1230)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (1230 – 1267)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz (1267 – 1292)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Syah (840 – 864
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Rahim Syah (864 – 888)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abbas Syah (888 – 913)
- Sultan Alaiddin Sayid Maulana Ali Mughat Syah (915 – 918)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir (928 – 932)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (932 – 956)
- Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik (956 – 983)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim (986 – 1023)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud (1023 – 1059)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mansur (1059 – 1078)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah (1078 – 1109)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad (1109 – 1135)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik mahmud (1135 – 1160)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad (1173 – 1200)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Jalil (1200 – 1230)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin (1230 – 1267)
- Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz (1267 – 1292)
Berita dari marcopolo menyebutkan, pada saat persinggahannya di Pasai pada tahun 692 H atau 1292 M, telah banyak ulama arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Batuttah, Pengembara Muslim dari Maghribi (sekarang maroko). Ketika Singgah di aceh pada tahun 746 H atau 1345 M, ibnu Batuttah menuliskan bahwa di Perlak dan Pasai telah tersebar Mazhab Syafi’i.
Pada awal abad ke-13 di Ujung barat Sumatra berdiri kerajaan baru di bawah Sultan Malik Al-Saleh, bernama Samudra Pasai. Sementara di malaka, seorang pangeran asal Sri Wijaya membangun kerajaan baru bernama Malaka. Artinya situasi politik saat itu sedang memanas. Untuk itu, Sultan Makhdum Alaiddin mallik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (1230 – 1267) sebagai sultan ke 17 menjalankan politik persahabatan. Jalan yang ia tempuh adalah dengan menikahkan dua orang putrinya dengan para penguasa negeri tetangga. Putri ratna Kamala dinikahkannya dengan raja kerajaan Malaka yaitu Sultan Muhammad Syah Parameswara, sementara itu ganggang dinikahkan dengan raja kerajaan Samudra Pasai, malik Al-Saleh.
Meski telah menjalankan politik damai dengan mengikat persaudaraan, ketegangan politik itu rupanya tetap saja mengancam kedaulatan kesultanan Perlak. Perlak goyah, Sultan makdum Aliddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267 – 1292) menjadi sultan yang terakhir. Setelah ia meninggal, perlak disatukan dengan kerajaan Samudra Pasai di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Malik Al-Zahir, putra Al-Saleh.
itulah penjelasan mengenai Sejarah Agama islam Indonesia di Kerajaan Perlak, semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan menfaat bagi kamu yang membutuhkan
Wednesday, 8 August 2012
Sunday, 5 August 2012
Resep Gulai Kepala Ikan Khas Aceh
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Buat sahabat kuliner yang demen banget makan Kepale ikan.. Ni dia Resep Gulai Kepala Ikan Khas Aceh.
Bahan:
1. 3 buah kepala ikan kakap bela dua
2. 1 buah jeruk nipis diperas
3. 5 sendok makan minyak goreng
4. 1 lembar daun kunyit
5. 2 batang serai dimemarkan
6. 2 lembar daun jeruk
7. 600 cc santan dari 1 butir kelapa
8. 5 buah cabai merah belah dua
9. 5 buah cabai hijau belah dua
10. 3 buah asam kandis
Haluskan:
1. 10 siung bawang merah
2. 4 siung bawang putih
3. 1 sendok teh lada
4. 5 butir kemiri sangrai
5. 1 ruas laos
6. 1 ruas kunyit
7. 1 ruas jahe
8. Garam secukupnya
Cara Membuat Resep Masakan Gulai Kepala Ikan (Aceh):
1. Lumuri ikan dengan air jeruk, sisihkan. Tumis bumbu halus.
2. Masukkan daun kunyit, serai dan daun jeruk.
3. Tuangkan santan dan didihkan sambil di aduk.
4. Masukkan ikan, cabai, asam kandis. Aduk rata.
5. Masak dengan api kecil hingga matang dan kuah mengental.
sumber :http://inforesepkuliner.blogspot.com (Visit This Blog Now)
Resep Gulai Udang Khas Aceh
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Bahan-bahan:
500 gram udang windu, bersihkan, buang kepalanya
1 butir jeruk nipis, ambil airnya
1 batang serai, memarkan
1 cm jahe, iris tipis
6 buah cabai hijau besar, potong serong
350 ml santan kental
750 santan sedang
75 gram kentang, potong dadu
Haluskan:
3 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 sdt garam
1 sdt gula pasir
5 cm kunyit, bakar
½ sdt ketumbar, sangrai
¼ sdt jintan
8 buah cabai merah
Cara Membuat :
Lumuri udang dengan air jeruk nipis, lalu diamkan selama 15 menit.
Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan dengan serai dan jahe sampai harum.
Masukkan udang, aduk sampai berubah warna.
Tuang santan kental, aduk terus sampai santan mendidih.
Masukkan kentang, lalu tuang santan sedang.
Aduk-aduk supaya santan tidak pecah sampai kentang setengah matang.
Beri irisan cabai hijau, masak sampai kuah agak mengental dan matang. Angkat.
sumber :http://inforesepkuliner.blogspot.com (Visit This Website Now)
Resep Kari Ikan Kakap
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Bahan-bahan:
500 gram ikan kakap, masing-masing potong 2 bagian
1 sdt air jeruk nipis
½ sdt garam
800 ml santan dari 1 butir kelapa
Minyak secukupnya, untuk menumis dan menggoreng
Haluskan:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
6 buah cabai merah besar
4 cm kunyit, bakar
3 butir kemiri, sangrai
Bumbu lainnya:
4 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
1½ sdt garam
1 sdm gula pasir
2 butir asam kandis
¼ sdt klabet
½ sdt jeruk nipis
Cara Membuat :
Lumuri ikan kakap dengan air jeruk nipis dan garam, biarkan 15 menit.
Goreng ikan kakap hingga matang.
Tumis bumbu yang dihaluskan bersama daun jeruk, serai dan asam kandis hingga harum.
Tambahkan santan, garam dan gula, masak hingga mendidih.
Masukkan ikan kakap goreng, masak hingga kuah mengental.
Sesaat sebelum diangkat, tambahkan air jeruk nipis, aduk rata. Angkat, sajikan.
sumber : www.inforesepkuliner.blogspot.com (visit This Blog Now)
Resep Kari Khas Aceh
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Bahan dan Bumbu :
500 gr daging sapi, untuk rawon/kambing, potong kecil-kecil
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 buah cabe merah, kalo mau pedes boleh deh ditambah
1 sdm garam
2 sdt gula
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
2 sdm bumbu kari bubuk
2 ruas lengkuas
2 batang sereh, ambil bagian putihnya, geprek
3 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
3 butir cengkeh
2 butir kapulaga hijau
1 bunga lawang
1 cm kayu manis
2 liter santan
1 buah kentang, potong kecil
2 sdm tepung beras, larutkan dengan sedikit air
Cara membuat :
Haluskan bawang putih, bawang merah, cabe merah, garam, gula, dan jahe, tumis hingga harum,
Masukkan daging, tumis hingga berubah warna. masukkan sisa bumbu rempah.
Masukkan santan, masak dengan api sedang hingga daging matang dan empuk. tambahkan air jika kuah terlalu sedikit.
Masukkan kentang, masak hingga kentang matang.
Masukkan larutan tepung beras, masak hingga kuah mengental.
Matang angkat sajikan dengan nasi putih.
sumber : www.inforesepkuliner.blogspot.com (Visit This Blog Now)
Resep Korma Kambing Khas Aceh
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Bahan:
750 gram daging kambing bertulang, potong-potong
1 1/2 liter santan dari 1 1/2 butir kelapa
15 helai daun salam koja/temurui
2 batang serai, memarkan
5 sdm minyak untuk menumis
300 gram jerohan kambing yang sudah bersih, potong-potong
4 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
Haluskan:
7 butir bawang merah
3 siung bawang putih
15 buah cabai merah kering
1 buah pekak, sangrai
2 sdm ketumbar
1/2 sdm kunyit cincang
1/2 sdm jahe cincang
5 butir kemiri
1 sdt jintan, sangrai
1/2 sdt adas, sangrai
2 cm kayu manis
1/2 sdm merica
1 sdm kaskas, sangrai
3 butir cengkeh
2 butir kapulaga, sangrai
Cara Membuat:
Haluskan bumbu, aduk rata dengan daging kambing. Diamkan 10 menit, sisihkan.
Panaskan minyak, tumis putih dan bawang merah sampai harum.
Masukkan daging kambing berbumbu, jeroan kambing, daun salam koja, dan serai. Aduk-aduk sampai harum dan daging pucat.
Tuang santan, masak sampai daging empuk dan kuah kental berminyak. Angkat, sajikan.
sumber : inforesepkuliner.blogspot.com (Visit This Blog Now)
Resep Mie Goreng Aceh
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Bahan:
300 gram mie ukuran besar
1 buah tomat, dipotong-potong
100 gram daging kambing, dipotong kotak ½ cm
150 gram taoge
1 batang daun bawang, dipotong 1 cm
2 sendok makan saus cabai
2 sendok makan minyak goreng
½ sendok teh bumbu kari
150 ml kaldu
Bumbu yang dihaluskan:
3 siung bawang putih
½ sendok teh merica
3 butir kemiri
½ sendok teh cabai bubuk
1 ¾ sendok teh garam
½ sendok teh gula pasir
¼ sendok teh kunyit bubuk
Cara Membuat :
Tumis bumbu halus dan tomat sampai harum. Masukkan daging kambing. Aduk hingga berubah warna
Tuang kaldu. Tutup panci lalu masak sampai daging lunak
Tambahkan mie, daun bawang, saus cabai dan bumbu kari. Aduk rata
Taburkan taoge lalu aduk sampai bumbu meresap. Angkat siap untuk dihidangkan.
sumber : inforesepkuliner.blogspot.com (Visit This Blog Now)
Resep Nasi Goreng Aceh
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Bahan :
2 piring Nasi putih
Kecap Asin/ kecap manis, sesuai selera.
Bumbu Halus :
Cabe Merah, sesuai selera.
Terasi , sesuai selera.
3 siung Bawang merah
2 siung Bawang putih
Merica, sesuai selera.
4 biji Kemiri
Sedikit Pala
1 biji Tomat
Kalu suka boleh tambahkan saus tiram waktu menumis bumbu halus
Minyak makan(minyak goreng) secukupnya.
Pelengkap :
Acar Bawang Merah
Bawang merah 4 siung dicincang halus
Cabe rawit Rendam dalam air panas, kemudian berikan cuka, kalau tak suka pakai cuka,boleh juga diganti dengan jeruk nipis.
Caranya membuatnya :
Nasi diberi kecap kemudian diaduk rata dan didiamkan sebentar,
kemudian tumis bumbu halus sampai harum tambahkan garam, baru masukkan nasi yang sudah dicampur kecap.
Aduk2 terus sampai bumbu dan nasi tercampur rata.
Ketika hampir masak masukkan potongan daun bawang dan seledri.
Siap untuk dihidangkan dengan pelengkap acar bawang, irisan tomat, bawang goreng dan kerupuk
sumber : www.inforesepkuliner.blogspot.com (Visit This Blog Now
Resep Pecak Ikan Ayam-ayam Khas Aceh
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Bahan :
2 ekor ikan ayam-ayam, buang kulit nya kerat-kerat kedua sisinya
1 buah jeruk nipis peras,
400 ml santan dari 1 btr kelapa
1 batang sereh memarkan
1 sdt garam,
2 sdm minyak goreng.
Haluskan :
6 btr bawang merah
2 siung bawang putih
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
1 ruas lengkuas
2 bh cabe merah
Cara membuat :
Lumuri ikan dengan air jeruk dan garam. Tumis bumbu halus,masukan sereh, tuang santan, masukan ikan kecilkan api, masak lagi sekitar ±10 menit.
Angkat. Lalu bakar ikan sembari dibalik-balik dan mengolesinya dengan bumbu. Hidangkan dengan nasi putih.
sumber : inforesepkuliner.blogspot.com (Visit This Blog Now)
Tentang Pengelola Blog
Published :
Sunday, August 05, 2012
Author :
Ridha
Ridha Ul Fahmi ialah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga sederhana di Rukoh Banda Aceh bertepatan pada tanggal 23 Februari 1992, terlahir sebagai anak pertama dalam empat bersaudara yang mempunyai beban sebagai tulang punggung keluarga untuk membantu segi ekonomi keluarga. Ibu kandung bernama Zubaidah S.Ag dan ayah kandung bernama Drs. Iskandar.
Riwayat Pendidikan :
- Sekolah Dasar : SD Mon Silang Rukoh Banda Aceh, SD Impres Aceh Utara, MIN Blang Jruen (Tiga kali pindah sekolah)
- Sekolah Menengah : SMP 1 Tanah Luas
- Sekolah Menengah : MAN Matang Kuli
- Perguruan Tinggi : IAIN Ar-Raniry
Sekarang Fahmi (nama panggilan sehari-hari) yang memiliki hobi melukis ini sedang menempuh bangku kuliah dan mengambil program studi Biologi di Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry.
Saturday, 4 August 2012
Sejarah Tari Seudati (Salah Satu Tarian Aceh)
Published :
Saturday, August 04, 2012
Author :
Ridha
Kata seudati berasal dari bahasa Arab syahadati atau syahadatain , yang berarti kesaksian atau pengakuan. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa kata seudati berasal dari kata seurasi yang berarti harmonis atau kompak. Seudati mulai dikembangkan sejak agama Islam masuk ke Aceh. Penganjur Islam memanfaatkan tarian ini sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam. Tarian ini cukup berkembang di Aceh Utara, Pidie dan Aceh Timur. Tarian ini dibawakan dengan mengisahkan pelbagai macam masalah yang terjadi agar masyarakat tahu bagaimana memecahkan suatu persoalan secara bersama. Pada mulanya tarian seudati diketahui sebagai tarian pesisir yang disebut ratoh atau ratoih, yang artinya menceritakan, diperagakan untuk mengawali permainan sabung ayam, atau diperagakan untuk bersuka ria ketika musim panen tiba pada malam bulan purnama.
Dalam ratoh, dapat diceritakan berbagai hal, dari kisah sedih, gembira, nasehat, sampai pada kisah-kisah yang membangkitkan semangat. Ulama yang mengembangkan agama Islam di Aceh umumnya berasal dari negeri Arab. Karena itu, istilah-istilah yang dipakai dalam seudati umumnya berasal dari bahasa Arab. Diantaranya istilah Syeh yang berarti pemimpin, Saman yang berarti delapan, dan Syair yang berarti nyayian.
Tari Seudati sekarang sudah berkembang ke seluruh daerah Aceh dan digemari oleh masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai media dakwah, Seudati juga menjadi pertunjukan hiburan untuk rakyat.
ASAL USUL TARI SEUDATI
Tari Seudati pada mulanya tumbuh di desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang dipimpin oleh Syeh Tam. Kemudian berkembang ke desa Didoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie yang dipimpin oleh Syeh Ali Didoh. Tari Seudati berasal dari kabupaten Pidie. Seudati termasuk salah satu tari tradisional Aceh yang dilestarikan dan kini menjadi kesenian pembinaan hingga ke tingkat Sekolah Dasar.
Seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama, terdiri dari satu orang pemimpin yang disebut syeikh , satu orang pembantu syeikh, dua orang pembantu di sebelah kiri yang disebut apeetwie, satu orang pembantu di belakang yang disebut apeet bak , dan tiga orang pembantu biasa. Selain itu, ada pula dua orang penyanyi sebagai pengiring tari yang disebut aneuk syahi.
Jenis tarian ini tidak menggunakan alat musik, tetapi hanya membawakan beberapa gerakan, seperti tepukan tangan ke dada dan pinggul, hentakan kaki ke tanah dan petikan jari. Gerakan tersebut mengikuti irama dan tempo lagu yang dinyanyikan. Bebarapa gerakan tersebut cukup dinamis dan lincah dengan penuh semangat. Namun, ada beberapa gerakan yang tampak kaku, tetapi sebenarnya memperlihatkan keperkasaan dan kegagahan si penarinya. Selain itu, tepukan tangan ke dada dan perut mengesankan kesombongan sekaligus kesatria.
Busana tarian seudati terdiri dari celana panjang dan kaos oblong lengan panjang yang ketat, keduanya berwarna putih; kain songket yang dililitkan sebatas paha dan pinggang; rencong yang disisipkan di pinggang; tangkulok (ikat kepala) yang berwarna merah yang diikatkan di kepala; dan sapu tangan yang berwarna. Busana seragam ini hanya untuk pemain utamanya, sementara aneuk syahi tidak harus berbusana seragam. Bagian-bagian terpenting dalam tarian seudati terdiri dari likok (gaya; tarian), saman (melodi), irama kelincahan, serta kisah yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan, sejarah dan tema-tema agama.
Pada umumnya, tarian ini diperagakan di atas pentas dan dibagi menjadi beberapa babak, antara lain: Babak pertama, diawali dengan saleum (salam) perkenalan yang ucapkan oleh aneuk syahi saja, yaitu:
Assalamualaikum Lon tamong lam seung,
Lon jak bri saleum keu bang syekh teuku….
Fungsi aneuk syahi untuk mengiringi seluruh rangkaian tari. Salam pertama ini dibalas oleh Syeikh dengan langgam (nada) yang berbeda:
Kru seumangat lon tamong lam seung,
lon jak bri saleum ke jamee teuku….
Syair di atas diulangi oleh kedua apeetwie dan apeet bak. Pada babak perkenalan ini, delapan penari hanya melenggokkan tubuhnya dalam gerakan gemulai, tepuk dada serta jentikan delapan jari yang mengikuti gerak irama lagu. Gerakan rancak baru terlihat ketika memasuki babak selanjutnya. Bila pementasan bersifat perntandingan, maka setelah kelompok pertama ini menyelesaikan babak pertama, akan dilanjutkan oleh kelompok kedua dengan teknik yang berbeda pula.
Biasanya, kelompok pertama akan turun dari pentas. Babak kedua, dimulai dengan bak saman , yaitu seluruh penari utama berdiri dengan membuat lingkaran di tengah-tengah pentas guna mencocokkan suara dan menentukan likok apa saja yang akan dimainkan. Syeikh berada di tengah-tengah lingkaran tersebut. Bentuk lingkaran ini menyimbolkan bahwa masyarakat Aceh selalu muepakat (bermusyawarah) dalam mengambil segala keputusan. Muepakat itu, jika dikaitkan dengan konteks tarian ini, adalah bermusyawarah untuk menentukan saman atau likok yang akan dimainkan.
Di dalam likok dipertunjukkan keseragaman gerak, kelincahan bermain dan ketangkasan yang sesuai dengan lantunan lagu yang dinyanyikan aneuk syahi . Lantunan likok tersebut diawali dengan:
Iiiiii la lah alah ya ilalah…. (secara lambat dan cepat)
Seluruh penari utama akan mengikuti irama lagu yang dinyanyikan secara cepat atau lambat tergantung dengan lantunan yang dinyanyikan oleh aneuk syahi tersebut. Fase lain adalah fase saman . Dalam fase ini beragam syair dan pantun saling disampaikan dan terdengar bersahutan antara aneuk syahi dan syeikh yang diikuti oleh semua penari. Ketika syeikh melontarkan ucapan:
walahuet seuneut apet ee kataheee, hai syam,
maka anek syahi akan menimpali dengan jawaban:
lom ka dicong bak iboih, anuek puyeh ngon cicem subang.
Untuk menghilangkan rasa jenuh para penonton, setiap babak ditutup dengan formasi lanie, yaitu memperbaiki formasi yang sebelumnya sudah tidak beraturan.
Artikel ini dikutip dari berbagai sumber yang terkait. Termasuk wawancara langung dengan salah seorang penari seudati terkemuka di Aceh, Syeh La Geunta.
sumber : http://galeriabiee.wordpress.com (Visit This Website Now)
Asal Mula Nama Aceh
Published :
Saturday, August 04, 2012
Author :
Ridha
Aceh adalah nama sebuah Bangsa yang mendiami ujung paling utara pulau sumatera yang terletak di antara samudera hindia dan selat malaka.
Aceh merupakan sebuah nama dengan berbagai legenda dan mitos , sebuah bangsa yang sudah dikenal dunia internasional sejak berdirinya kerajaan poli di Aceh Pidie dan mencapai puncak kejayaan dan masa keemasan pada zaman Kerajaan Aceh Darussalam di masa pemerintahan Sulthan Iskandar Muda hingga berakhirnya kesulthanan Aceh pada tahun 1903 di masa Sulthan Muhammad Daud Syah.
Dan walau dalam masa 42 tahun sejak 1903 s/d 1945 Aceh tanpa pemimpin, Aceh tetap berdiri dan terus berjuang mempertahankan kemerdekaannya dari tangan Belanda dan Jepang yang dipimpin oleh para bangsawan, hulubalang dan para pahlawan Aceh seperti Tgk Umar, Cut Nyak Dhien dan lain-lain dan juga Aceh mempunyai andil yang sangat besar dalam mempertahankan Nusantara ini dengan pengorbanan rakyat dan harta benda yang sudah tak terhitung nilainya hingga Aceh bergabung dengan Indonesia karena kedunguan dan kegoblokan Daud Beureueh yang termakan oleh janji manis dan air mata buaya Soekarno.
Banyak sekali tentang mitos tentang nama Aceh, Berikut beberapa mitos tentang nama Aceh :
1. Menurut H. Muhammad Said (1972), sejak abad pertama Masehi, Aceh sudah menjadi jalur perdagangan internasional. Pelabuhan Aceh menjadi salah satu tempat singgah para pelintas. Malah ada di antara mereka yang kemudian menetap. Interaksi berbagai suku bangsa kemudian membuat wajah Aceh semakin majemuk. Sepeti dikutip oleh H.M. Said (Pengarang Buku Aceh Sepanjang Abad) catatan Thomas Braddel yang menyebutkan, di zaman Yunani, orang-orang Eropa mendapat rempah-rempah Timur dari saudagar Iskandariah, Bandar Mesir terbesar di pantai Laut Tengah kala itu. Tetapi, rempah-rempah tersebut bukanlah asli Iskandariah, melainkan mereka peroleh dari orang Arab Saba.Orang-orang Arab Saba mengangkut rempah-rempah tersebut dari Barygaza atau dari pantai Malabar India dan dari pelabuhan-pelabuhan lainnya. Sebelum diangkut ke negeri mereka, rempah-rempah tersebut dikumpulkan di Pelabuhan Aceh.
2. Raden Hoesein Djajadiningrat dalam bukunya Kesultanan Aceh (Terjemahan Teuku Hamid, 1982/1983) menyebutkan bahwa berita-berita tentang Aceh sebelum abad ke-16 Masehi dan mengenai asal-usul pembentukan Kerajaan Aceh sangat bersimpang-siur dan terpencar-pencar.
3. HM. Zainuddin (1961) dalam bukunya Tarich Aceh dan Nusantara, menyebutkan bahwa bangsa Aceh termasuk dalam rumpun bangsa Melayu, yaitu; Mantee (Bante), Lanun, Sakai Jakun, Semang (orang laut), Senui dan lain sebagainya, yang berasal dari negeri Perak dan Pahang di tanah Semenanjung Melayu.Semua bangsa tersebut erat hubungannya dengan bangsa Phonesia dari Babylonia dan bangsa Dravida di lembah sungai Indus dan Gangga, India. Bangsa Mante di Aceh awalnya mendiami Aceh Besar, khususnya di Kampung Seumileuk, yang juga disebut Gampong Rumoh Dua Blah. Letak kampung tersebut di atas Seulimum, antara Jantho danTangse. Seumileuk artinya dataran yang luas. Bangsa Mante inilah yang terus berkembang menjadi penduduk Aceh Lhee Sagoe (di Aceh Besar) yang kemudian ikut berpindah ke tempat-tempat lainnya. Sesudah tahun 400 Masehi, orang mulai menyebut ”Aceh” dengan sebutan Rami atau Ramni. Orang-orang dari Tiongkok menyebutnya lan li, lanwu li, nam wu li, dan nan poli yang nama sebenarnya menurut bahasa Aceh adalah Lam Muri. Sementara orang Melayu menyebutnya Lam Bri (Lamiri). Dalam catatan Gerini, nama Lambri adalah pengganti dari Rambri (Negeri Rama) yang terletak di Arakan (antara India Belakang dan Birma), yang merupakan perubahan dari sebutan Rama Bar atau Rama Bari.
4. Rouffaer, salah seorang penulis sejarah, menyatakan kata al Ramni atau al Rami diduga merupakan lafal yang salah dari kata-kata Ramana. Setelah kedatangan orang portugis mereka lebih suka menyebut orang Aceh dengan Acehm.
5. Sementara orang Arab menyebutnya Asji. Penulis-penulis Perancis menyebut nama Aceh dengan Acehm, Acin, Acheh ; orang-orang Inggris menyebutnya Atcheen, Acheen, Achin. Orang-orang Belanda menyebutnya Achem, Achim, Atchin, Atchein, Atjin, Atsjiem, Atsjeh, dan Atjeh. Orang Aceh sendiri, kala itu menyebutnya Atjeh.
6. Informasi tentang asal-muasal nama Aceh memang banyak ragamnya. Dalam versi lain, asal-usul nama Aceh lebih banyak diceritakan dalam mythe, cerita-cerita lama, mirip dongeng. Di antaranya, dikisahkan zaman dahulu, sebuah kapal Gujarat (India) berlayar ke Aceh dan tiba di Sungai Tjidaih (baca: ceudaih yang bermakna cantik, kini disebut Krueng Aceh).Para anak buah kapal (ABK) itu pun kemudian naik ke darat menuju Kampung Pande. Namun, dalam perjalanan tiba-tiba mereka kehujanan dan berteduh di bawah sebuah pohon. Mereka memuji kerindangan pohon itu dengan sebutan, Aca, Aca, Aca, yang artinya indah, indah, indah. Menurut Hoesein Djajadiningrat, pohon itu bernama bak si aceh-aceh di Kampung Pande (dahulu),Meunasah Kandang. Dari kata Aca itulah lahir nama Aceh.
7. Dalam versi lain diceritakan tentang perjalanan Budha ke Indo China dan kepulauan Melayu. Ketika sang budiman itu sampai di perairan Aceh, ia melihat cahaya aneka warna di atas sebuah gunung. Ia pun berseru “Acchera Vaata Bho” (baca: Acaram Bata Bho, alangkah indahnya). Dari kata itulah lahir nama Aceh. Yang dimaksud dengan gunung cahaya tadi adalah ujung batu putih dekat Pasai.
8. Dalam cerita lain disebutkan, ada dua orang kakak beradik sedang mandi di sungai. Sang adik sedang hamil. Tiba-tiba hanyut sebuah rakit pohon pisang. Di atasnya tergeletak sesuatu yang bergerak-gerak. Kedua putri itu lalu berenang dan mengambilnya. Ternyata yang bergerak itu adalah seorang bayi. Sang kakak berkata pada adiknya “Berikan ia padaku karena kamu sudah mengandung dan aku belum. ”Permintaan itu pun dikabulkan oleh sang adik. Sang kakak lalu membawa pulang bayi itu ke rumahnya. Dan, ia pun berdiam diri di atas balai-balai yang di bawahnya terdapat perapian (madeueng) selama 44 hari, layaknya orang yang baru melahirkan. Ketika bayi itu diturunkan dari rumah, seisi kampung menjadi heran dan mengatakan: adoe nyang mume, a nyang ceh (Maksudnya si adik yang hamil, tapi si kakak yang melahirkan).
9. Mitos lainnya menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang anak raja yang sedang berlayar, dengan suatu sebab kapalnya karam. Ia terdampar ke tepi pantai, di bawah sebatang pohon yang oleh penduduk setempat dinamaipohon aceh. Nama pohon itulah yang kemudian ditabalkan menjadi nama Aceh.
10. Talson menceritakan, pada suatu masa seorang puteri Hindu hilang, lari dari negerinya, tetapi abangnya kemudian menemukannya kembali di Aceh. Ia mengatakan kepada penduduk di sana bahwa puteri itu aji, yang artinya ”adik”. Sejak itulah putri itu diangkat menjadi pemimpin mereka, dan nama aji dijadikan sebagai nama daerah, yang kemudian secara berangsur-angsur berubah menjadi Aceh.
11. Mitos lainnya yang hidup di kalangan rakyat Aceh, menyebutkan istilah Aceh berasal dari sebuah kejadian, yaitu istri raja yang sedang hamil, lalu melahirkan. Oleh penduduk saat itu disebut ka ceh yang artinya telah lahir. Dan, dari sinilah asal kata Aceh.
12. Kisah lainnya menceritakan tentang karakter bangsa Aceh yang tidak mudah pecah. Hal ini diterjemahkan dari rangkaian kata a yang artinya tidak, dan ceh yang artinya pecah. Jadi, kata aceh bermakna tidak pecah.
13. Di kalangan peneliti sejarah dan antropologi, asal-usul bangsa Acehadalah dari suku Mantir (Mantee, bahasa Aceh) yang hidup di rimba raya Aceh. Suku ini mempunyai ciri-ciri dan postur tubuh yang agak kecil dibandingkan dengan orang Aceh sekarang. Diduga suku Manteu ini mempunyai kaitan dengan suku bangsa Mantera di Malaka, bagian dari bangsa Khmer dari Hindia Belakang.
sumber :
foto : http://www.desainstudio.com
isi : http://galeriabiee.wordpress.com (Visit this Website Now)
Peusijeuk Rumoh ngon Peucicap Aneuk miet
Published :
Saturday, August 04, 2012
Author :
Ridha
Hukom ngon adat han jeut cre, lagee zat ngon sipheuet (hukum dengan adat tidak boleh pisah, layaknya zat dengan sifat).
Sebagaimana yang kita ketahui, adat istiadat merupakan kebiasaan atau tradisi-tradisi yang dijalankan dalam kebiasaan hidup sehari-hari oleh masyarakat di mana pun. Nah, kebiasaan tersebut menjadi landasan untuk berpijak bagi masyarakat setempat dalam melakukan sesuatu. Adat, menjadi kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan juga menjadi landasan hukum bagi masyarakat itu sendiri. Begitu pula bagi masyarakat Aceh, adat istiadat telah membudaya sebagai hasil dari proses lahirnya sistim masyarakat yang berperadaban dan mampu bertahan sampai saat ini.
Dalam masyarakat Aceh, adat merupakan sesuatu yang tertulis ataupun tak tertulis yang menjadi pedoman di dalam bermasyarakat Aceh. Nah, adat yang dipahami ini merupakan titah dari para pemimpin dan para pengambil kebijakan guna jalannya sistim dalam masyarakat. Dalam masyarakat Aceh, adat atau hukum adat TIDAK boleh bertentangan dengan ajaran agama islam. Sesuatu yang telah diputuskan oleh para pemimipin dan ahli tersebut haruslah seirama dengan ketentuan syariat. Jika bertentangan, maka hukum adat itu akan dihapuskan. Inilah bukti bahwa masyarakat Aceh sangat menjunjung tinggi kedudukan agama dalam kehidupan sehari-harinya. :)
Menurut Mustafa Ahmad, yang dimaksud dengan adat di Aceh adalah aturan hidup. Aturan yang mengatur kehidupan rakyat, yang diciptakanoleh para cerdik dan pandai Aceh bersama Putoe Meureuhom/Sultan Aceh. Aturan hidup ini mengikat seluruh rakyat Aceh tanpa kecuali. Dan bagi siapa saja yang melanggarnya, akan mendapat sanksi. Kalau sekarang, aturan hidup ini dikenal dengan istilah Hukum Adat.
Syukuran Membangun Rumah
Nah, dengan kata lain adat dalam masyarakat Aceh merupakan aturan hidup yang lahir dari proses kesepakatan antara kaum cendikiawan dan aparat penguasa yang disebut dengan Putoe Meureuhom. Dan aturan itu mencakup berbagai aspek kehidupan seperti yang berhubungan dengan tatakrama pergaulan (contoh : Batasan pergaulan antara lelaki dan perempuan), sopan santun (contoh : etika berjalan di hadapan orang yang lebih tua), aturan-aturan yang berkaitan dengan pertanian, aturan kelautan dan kehutanan.
Akan tetapi, adat juga tidak terlepas dengan kebiasaan-kebiasaan lainnya seperti reusam. Antara adat dan reusam tidak bertentangan dan berjalan seirama sesuai dengan syariat. Di Aceh, kita bisa menemukan upacara-upacara adat seperti upacara perkawinan, acara penyambutan pembesar, acara kenduri Maulid, tatacara turun sawah dan juga permainan rakyat. Upacara adat tersebut dalam Bahasa Acehnya yang berlaku dalam masyarakat Aceh itu sendiri disebut dengan reusam.
Dalam Hadih Maja dijelaskan lebih lanjut :
Adat Bak Putoe Meureuhom ; Adat adalah urusan Sultan (ada pada sultan). Hukom bak syiah Kuala ( hukum islam ada pada Ulama), Qanun bak putroe Phang (Qanun disusun oleh ratu), Reusam Bak Lakseumana (Reusam dibuat oleh Laksamana).
Sedangkan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, adat yang dimaksudkan selama ini merupakan suatu "upacara adat" atau kebiasaan yang dipraktikkan turun temurun dalam sebuah masyarakat, berbeda dengan adat Aceh. Meskipun demikian, upacara adat sekarang secara umum sudah dapat dipahami oleh masyarakat Aceh dan tidak terjadi kesalahpahaman. Dibalik itu, saat ini di tengah-tengah perkembangan zaman nilai-nilai adat dalam masyarakat Aceh telah terjadi pergeseran nilai-nilai adat, sehingga keharmonisan dan hubungan sosial kian memudar. Terlebih lagi bagi masyarakat di perkotaan.
Upacara Aqiqah
Hingga saat ini, dalam perkembangan kebudayaan Aceh adat-adat yang masih sangat kental berlaku misalnya, upacara perkawinan, upacara kelahiran bayi, dan juga upacara peusijuk. Tata cara upacara perkawinan masih dilakukan sesuai dengan adat istiadat Aceh walaupun sekarang disesuaikan dengan kondisi perubahan zaman. Begitu juga dengan upacara peusijuk, saat ini masih berlaku di Aceh, terutama pada hari-hari tertentu. Kegiatan peusijuk ini masih kental berlaku di desa-desa juga pada tokoh-tokoh atau pejabat. Walaupun tak sama seperti dulu, sesuai dengan perkembangan zaman adat istiadat Aceh saat ini tetap menjadi landasan bagi masyarakat Aceh. Dan menjadi kewajiban bagi masyarakat Acehlah untuk melestarikannya.
Ulasan singkat dari buku : Sejarah Peradaban Aceh, karangan : A. Rani Usman
Sumber Gambar :
http://nasional.kompas.com/read/2009/08/06/0945592/rumah.adat.gayo.dibangun.tanpa.paku
http://zipoer7.wordpress.com/tag/adat-aceh/
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kategori
Aceh Barat
(7)
Aceh Barat Daya
(5)
Aceh Besar
(12)
Aceh Darussalam
(90)
Aceh Jaya
(5)
Aceh Selatan
(6)
Aceh Singkil
(6)
Aceh Tamiang
(1)
Aceh Tempo Dulu
(3)
Aceh Tengah
(8)
Aceh Tenggara
(2)
Aceh Timur
(3)
Aceh Utara
(5)
Alat Musik Tradisional Aceh
(2)
Berita Aceh
(150)
Budaya Aceh
(11)
Desa Wisata Lubuk Sukon
(4)
Ensiklopedia Bahasa Aceh
(11)
Hotel Aceh
(9)
Kabupaten Bener Meriah
(4)
Kabupaten Bireun
(1)
Kabupaten Gayo Lues
(3)
Kabupaten Pidie
(1)
Kerajaan Aceh
(5)
Kerajinan Aceh
(2)
Kesan Tentang Aceh
(9)
Kota Banda Aceh
(8)
Kota Langsa
(2)
Kuliner Aceh
(21)
Makam Ulama Aceh
(9)
Mesjid Bersejarah Aceh
(12)
Peninggalan Musibah Tsunami
(1)
Permainan Rakyat
(5)
Pesantren Aceh
(3)
Pulau Weh
(2)
Rempah-rempah Aceh
(3)
Resep Masakan Aceh
(23)
Sabang
(3)
Sejarah Aceh
(18)
Senjata Tradisonal Aceh
(1)
Simeulue
(1)
Souvenir Aceh
(3)
Subulussalam
(5)
Tarian Tradisional Aceh
(18)
Tips Pariwisata
(6)
Tokoh Aceh
(2)
Tradisi Aceh
(4)
Ulama Aceh
(22)
Video
(1)
Warisan Budaya Aceh
(6)
museum tsunami aceh
(1)
Tarian Aceh
Wisata Lainnya
Hotel Aceh
Sejarah Aceh
Pesan
1.Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.
2.Blog ini sungguh banyak sekali kekurangan, kami menerima kritik dan saran yang membangun blog supaya lebih bagus lagi.
3.Untuk mempermudah meng-akses lewat ponsel tambahkan /?m=1 di depan URL kami. contoh http://onlyceh.blogspot.com/?m=1 (Biaya murah).
4. Ingin tulisan atu karya anda tampil di blog ini, mudah saja ! silahkan share di Facebok dan kami akan menyertakan sumber dari anda.
5. Tinggalkan komentar anda (jika berkenan) dan Insyaallah kami akan follow anda.
6. Isi tulisan blog ini boleh di copas asalkan menyantumkan sumber aslinya.(Biar Sportif).
7. Saleum lon keu mandum ureung, meu'ah lon lakee meunyo na salah.
2.Blog ini sungguh banyak sekali kekurangan, kami menerima kritik dan saran yang membangun blog supaya lebih bagus lagi.
3.Untuk mempermudah meng-akses lewat ponsel tambahkan /?m=1 di depan URL kami. contoh http://onlyceh.blogspot.com/?m=1 (Biaya murah).
4. Ingin tulisan atu karya anda tampil di blog ini, mudah saja ! silahkan share di Facebok dan kami akan menyertakan sumber dari anda.
5. Tinggalkan komentar anda (jika berkenan) dan Insyaallah kami akan follow anda.
6. Isi tulisan blog ini boleh di copas asalkan menyantumkan sumber aslinya.(Biar Sportif).
7. Saleum lon keu mandum ureung, meu'ah lon lakee meunyo na salah.
Blogger Sahabat
- www.4visitaceh2013. blogspot.com
- www.acehdigital.com
- www.acehwaiting.blogspot.com
- www.amazingaceh.blogspot.com
- www.kekayaanaceh.blogspot.com
- www.safri4di.wordpress.com
- www.visit-aceh-2013.blogspot.com
- www.visitaceh2013.info
- www.visitaceh2013.multiply.com
- www.visitacehdarussalam. blogspot.com
- www.visittoaceh.blogspot.com
- www.wonderfulaceh.wix.com
- www.zonaaceh.blogspot.com




























.jpg)















