Ini Hanya Blog Biasa yang Menyediakan Informasi Hal-hal Menarik Tentang Aceh.
Kuah Pliek-U, Gulai Para Raja
Masakan atau gulai khas Aceh.
Okezine - Template
Mesjid Raya Baiturrahman
Saksi bisu sejarah Aceh.
Okezine - Template
Tari Saman
Satu ciri menarik dari tari Aceh
..
Prev 1 2 3 Next
Showing posts with label Kesan Tentang Aceh. Show all posts
Showing posts with label Kesan Tentang Aceh. Show all posts

Saturday, 1 December 2012

Nia Zulkarnaen: Budaya Aceh Layak Difilmkan

Artis nasional Nia Zulkarnaen mengatakan Aceh kaya dengan nilai budaya, pendidikan, perjuangan dan sejarah sehingga layak untuk diangkat dalam film layar lebar.

“Banyak budaya Aceh yang layak difilmkan. Ada Gayo dengan Saman-nya, si Mata Biru di Lamno dan lain-lain. Kita terus melakukan riset, suatu saat Aceh pun kita angkat seperti halnya daerah lain,” kata Nia Zulkarnain dalam diskusi dengan seratusan siswa usai pemutaran film “Serdadu Kumbang” di  ruang Aceh Community Center, Sultan Selim II, Banda Aceh,  Rabu (28/11).

Nia Zulkarnain dan suaminya Ari Sihasale  hadir di Banda Aceh atas undangan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Banda Aceh. Lembaga tersebut  setiap tahun memiliki program “Penanaman Budi Pekerti”, yang salah satunya tujuannya menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Film garapan Nia dan suaminya itu  diputar selama 90 menit. Sebanyak 150 siswa dari berbagai SMA/MA se-Kota Banda Aceh  ikut menonton film keluaran Alenia Pictures  yang  mengangkat cerita anak-anak itu. Pejabat dari Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, guru kelas, dan Kepala BPSNT Banda Aceh Djuniat S Sos  ikut duduk di jajaran depan bersama sang sutradara, Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Sesekali suara gelak tawa siswa  menggema menyaksikan adegan-adegan lucu.

Seperti juga beberapa film karya mereka sebelumnya, Serdadu Kembang  yang dirilis pertengahan tahun 2011 lalu menyuguhkan  potret lain, jauh dari ingar-bingar Kota Jakarta.

Film ini mengisahkan tentang anak-anak Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Semua syuting berlangsung di negeri penghasil susu kuda liar itu. Film ini mengangkat tema pendidikan dan budaya. Salah satu pemerannya adalah Amek. Dia merupakan anak bibir sumbing  dan bercita-cita menjadi reporter televisi.

Di balik kekurangannya, Amek  pintar menunggang kuda dan  punya semangat luar biasa.   “Melalui film ini,  kita ingin  mengatakan bahwa pendidikan itu penting sekali. Kita ingin menularkan semangat Amek, supaya menjadi inspirasi bagi anak-anak yang lain. Kalau Amek saja bisa, yang lain pasti lebih bisa,” kata Ari Sihasale.  “Dan di dunia nyata, Amek memang juara kelas setiap tahun,” timpalnya lagi.

sumber : www. aceh.tribunnews.com (visit website now)
Baca Selengkapnya

Friday, 30 November 2012

Aziz: Ingin Sekali Manggung di Aceh

Dengan kaca mata hitam, setelan kemeja serba gelap ditemani oleh sejumlah panitia Piasan Seni, gitaris Jamrud  Aziz Mangasi Siagian atau lebih akrab disapa Aziz Jamrud duduk memesan kopi di warung kopi Solong, Ulee Kareng, Jum’at (30/11) sore.

Tak menunggu lama, minuman kopi pesanannya bersama Robby Freakenstein yang baru tiba di Banda Aceh dari Jakarta langsung diseruput. ”Kopinya menyentuh perasaan,” kata Aziz singkat.

Disela-sela menikmati kopi sore tadi, Aziz pun mengungkapkan keinginannya untuk manggung di Aceh. “Ini momen pertama kalinya saya ke Aceh dan ingin manggung disini, karena ingin lihat bagaimana sambutan penontonnya kalau dipisah,” ungkapnya sembari tersenyum.

Tak hanya itu, Aziz yang juga personel setia dari band rock Jamrud tersebut saat tiba di Aceh merasa senang walaupun belum sempat keliling kota Banda Aceh.

“Kalau di Jakarta penat, tapi begitu tiba disini (Aceh, -red) gak terlalu padat, senang walaupun cuaca sedikit panas tetap merasa damai,” sebutnya lebih lanjut.

Aziz bersama Robby dijadwalkan Sabtu (1/12) besok akan mengisi salah satu agenda acara di Piasan Seni Banda Aceh yang berlangsung di Taman Sari.
 
sumber : www.seputaraceh.com (visit website now)
Baca Selengkapnya

Tuesday, 27 November 2012

Edwin Super Bejo: Aceh Sangat Layak Untuk Dikunjungi

Sebagai putra daerah Aceh,  Edwin Super Bejo mengatakan bahwa Aceh  sangat layak untuk di kunjungi. Untuk membuktikan bahwa Aceh benar-benar aman dan layak dikunjungi terutama makanannya, dia mengajak temannya di kalangan artis pergi ke sana.

"Dulu pernah ngajak teman artis ke Aceh biar mereka tahu Aceh memang layak dikunjungi apalagi dalam segi makanannya, warung kopi aja ada wifinya. Pokoknya benar-benar aman. Sekarang ini Aceh sudah kayak Bali lah ada surfing, ombaknya bagus," ujarnya saat ditemui di Balairung Sapta Pesona, Kementrian Budaya dan Pariwisata, Jakarta Pusat,.Lebih lanjut Edwin mengatakan bahwa saat ini sudah tidak ada masalah di Aceh baik dari pemberontakan ataupun konflik yang sebelumnya terjadi di sana.

"Sekarang sudah nggak ada pemberontakan, nggak ada lagi saling curiga, nggak ada lagi jam malam. Sekarang kan sudah aman deh. Buktinya Menteri Pariwisata aja sekarang lagi menggalakkan Aceh sebagai tempat pariwisata," terangnya.

Sebelum tragedi tsunami 2004 di Aceh, tengah bergejolak gerombolan pemberontak yang ingin memproklamirkan Aceh merdeka serta lepas dari Indonesia. selepas konflik tersebut banyak turis asing yang datang ke sana. Menurut artis yang lahir dan besar di Aceh, para turis asing bersedia ke sana karena adanya keyakinan dari pemerintah.

"Pokoknya tanpa ada trust bagaimana daerah bisa maju," pungkasnya. 
sumber : www.paketwisataaceh.com (visit website now)
Baca Selengkapnya

Teuku Wisnu: Suasana Aceh Sangat Indah dan Aman

Sebagai seorang artis Teuku Wisnu masih memiliki darah keturunan dari Aceh, Teuku Wisnu tentu bangga dengan keindahan alam yang ada di tanah leluhurnya tersebut. Selama ini fokus wisata yang di Indonesia masih di Bali, dengan adanya event ini tentu harapannya wisata tidak hanya berpusat di Bali. "Ini kan acara Visit Aceh 2013. Disini kita tau semua keindahan di Indonesia itu banyak sekali. Banyak tempat pariwisata yang bisa dikunjungi. Cuma di dunia lebih dikenal Bali. Bahkan orang Indonesia sendiri mengenalnya Bali itu adalah tempat yang harus dikunjungi," ujar Wisnu ketika ditemui di Balairung Sapta Pesona, Kementerian Budaya dan Pariwisata, Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu.

Wisnu berharap semua orang tahu bahwa Aceh adalah tempat yang indah. Banyak objek wisata yang indah dan bisa dikunjungi di Aceh.

"Tapi mudah-mudahan semua orang tau bahwa Aceh adalah tempat yang indah dan aman untuk dikunjungi karena saya juga pernah tinggal di Aceh, dari kelas 2 SD sampai 2 SMP. Mungkin banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi misalnya pantai Lhok Nga, pulau Sabang, pulau We, Masjid Baiturrahman," ucapnya.

"Dari acara ini mungkin semua sadar, semua tau bahwa di Aceh banyak sekali tempat wisata. Mungkin ada yang mau berkunjung ke sana, di sana aman, tenteram, sudah mulai maju. Dan di sana banyak tempat-tempat yang indah," pungkas Wisnu.

sumber : www.paketwisataaceh.com (visit website now)
Baca Selengkapnya

Sunday, 21 October 2012

Andi RIF : "Pantai Aceh Sangat Indah"

Andi, vokalis group musik Rif memuji keindahan pantai Aceh. “Setelah belasan tahun di industri musik, kenapa baru sekarang saya ke Aceh, padahal pantainya sangat indah,” katanya disambut tepuk tangan pengunjung pantai Lampuuk, Minggu sore, 21 Oktober 2012.

“Mudah-mudahan suatu hari saya bisa datang kembali, pastinya dalam rangka liburan.” Andi Vokalis Band Rif datang ke Aceh, untuk mengisi konser Gebyar Raya A Mild.Konser yang hanya menghadirkan Andi (tanpa group band Rif) menyedot perhatian ratusan pengunjung pantai berpasir putih tersebut. Sorak-sorai penonton terlihat saat vokalis yang tampil nyentrik dengan setelen topi cowboy itu.

Group musik Rif rencananya akan menggelar konser di Aceh, Desember, akhir tahun ini. “Sekarang dalam rangka persiapan, mudah-mudahan jadi, karena ini konser pertama kita di Aceh,” sebut Andi.
sumber : Klick Disini
Baca Selengkapnya

Thursday, 11 October 2012

Maher Zain : Aceh Adalah Kota Yang Sangat Indah


Penyanyi religi asal Swedia, Maher Zain mengaku bangga bisa menggelar konser di Aceh. Baginya konser di provinsi berjuluk "Serambi Mekkah itu merupakan momen spesial.

"Ini konser spesial bagi saya, walau sebelumnya saya pernah menggelar konser serupa di Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Saya bangga menjadi penyanyi internasional yang pertama menggelar konser di Aceh," ungkapnya di Banda Aceh, Rabu (10/10).

Sebelum datang ke Aceh, Maher mengaku sangat antusias untuk berkunjung ke Aceh dan menggelar konser. Ia bahkan sudah lebih dahulu mempelajari provinsi itu. Dan, setelah datang dan melihat langsung, Aceh ternyata lebih indah seperti yang selama ini didengarnya, kata dia.

Tidak hanya keindahan kota, ia juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Aceh. Apalagi  saat melihat antusiasme masyarakat Aceh menyambut kedatangannya.
Baca Selengkapnya

Friday, 5 October 2012

Peserta Wisata Trail Puji Alam Aceh

Para peserta ‘Aceh Dirt Bike Adventure 2012’ dari berbagai daerah di Indonesia, takjub dan memuji keindahan alam Tanah Rencong selama menjelajah hutan belantara dengan sepeda motor trail sejak 15-16 September 2012.

Peserta asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Bambang kepada Serambi kemarin mengatakan, kondisi alam Aceh ternyata cukup indah. Selama dua hari mereka melewati bukit-bukit terjal, hutan lebat dan sungai yang alami. Aceh, katanya, ternyata juga sudah aman dan tak seperti yang ia sangka sebelumnya.

Menurut anggota Komunitas Trail Adventure Balikpapan ini, banyak teman-teman dari daerahnya menyesal tak ikut dalam even tersebut. Pasalnya, banyak teman-temannya masih merasa takut untuk datang ke Aceh, karena menganggap kondisi Aceh masih sering tidak kondusif.

“Waktu kami beritahu bahwa Aceh aman dan alamnya sangat indah dan menantang, banyak teman-teman dari Kalimantan Timur menyesal tidak ikut ke Aceh,” ujar Bambang dibenarkan peserta dari luar Aceh lainnya, saat ditemui Serambi, di depan Kantor Wali Kota Banda Aceh, kemarin. Semua perserta mengaku cukup puas mengikuti even tersebut.

Seperti diberitakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh menggelar Aceh Dirt Bike Adventure 2012 yang bertujuan mempromosikan wisata Aceh sambil mengendarai motor trail. Even ini merupakan yang pertama kali di Aceh.

Pada hari pertama, peserta menempuh rute Banda Aceh-Siem-Cot Keueung-Babah Rimba-Seulimum-Jantho. Kemarin, peserta start di depan Kantor Bupati Aceh Besar menuju Cumcum-Siron-Indrapuri-Samahani dan finish di Kantor Wali Kota Banda Aceh. Saat finish, mereka disambut Asisten II Setdako Banda Aceh, Ramli Rasyid.

Sementara Kadisbudpar Kota Banda Aceh, Reza Fahlevi MSi mengatakan, kegiatan ini sangat bagus untuk mengkampanyekan keindahan alam dan kondisi Aceh yang sudah aman. Dia berharap, para peserta dari luar Aceh dapat menyebarkan informasi tentang kondisi keamanan Aceh dan keindahan alam Aceh kepada masyarakat di daerah asalnya masing-masing, agar tahun depa pesertanya bisa lebih banyak.(adi)

Tantangannya Berat

JALURNYA dibagi dua. Bisa memilih jalur pro atau amatir. Jalur pro tantangannya lebih berat dan dakiannya lebih tinggi serta tingkat kesulitan lebih rumit. Kalau yang amatir treknya lebih gampang. Ini tujuannya agar semua kalangan bisa ikut dalam even ini.

Saat pulang di kawasan Uteun Jok, Aceh Besar cukup sulit. Karena bukit yang tinggi dan jalan bebatuan. Ada lima sungai yang dilalui, seperti sungai Pentagon, sungai Krueng Jreu, sungai Kuta Malaka. Di kawasan Kuta Malaka, treknya licin. Tapi dalam perjalanan saling membantu serta ditangani oleh tim evakuasi. Semua peserta selamat tiba di Banda Aceh.
* Reza Saputra, Ketua Cahroad Aceh.

sumber : http://aceh.tribunnews.com (Visit Now)
Baca Selengkapnya

Thursday, 27 September 2012

SBY: Aceh Contoh Sukses Pembangunan Perdamaian

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut Aceh sebagai contoh sukses proses pembangunan perdamaian pascakonflik bersenjata yang telah berlangsung selama beberapa dasawarsa.
Hal itu ditegaskan Presiden dalam pidatonya pada High Level Side Event on The New Deal Perspective of the G7+ yang diselenggarakan di New York, Rabu (26/09) waktu setempat.
“Proses pembangunan perdamaian adalah langkah penting bagi bangsa-bangsa yang ingin memperkuat dan mengkonsolidasikan perdamaian karena hal itu akan membuka peluang kemajuan dan pembangunan ekonomi,” katanya.

Kepala Negara kemudian menegaskan arti penting kolaborasi dan kemitraan global antara negara maju dan berkembang dalam proses pembangunan perdamaian.
Sebagaimana di Aceh, kata Presiden, mitra internasional memiliki peran krusial dalam pembangunan kapasitas perdamaian.

Presiden menilai sistem PBB, institusi keuangan internasional dan organisasi-organisasi kawasan harus memberikan dukungan dan bantuan untuk negara-negara yang sedang membangun perdamaian.
“Agar efektif maka dukungan internasional dari berbagai sumber tersebut memerlukan koordinasi dan kolaborasi dari semua aktor yang terlibat,” katanya. Ia juga menekankan keperluan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Oleh karena itu Presiden Yudhoyono mengapresiasi dokumen bersejarah yang disepakati oleh 17 negara anggota G7+, yaitu kelompok negara-negara rentan dan pascakonflik, untuk mengawal proses transisi dari negara-negara rentan itu menuju pembangunan dan perdamaian berkelanjutan.
“Dokumen itu mencerminkan semangat negara-negara G7+ untuk mewujudkan sebuah rencana guna membangun perdamaian,” katanya.

Presiden menyatakan bahwa Indonesia siap untuk berbagi pengalaman dan membantu upaya-upaya membangun perdamaian mengingat di dunia yang makin kompleks kali ini tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi seluruh tantangan global seorang diri.

Forum G7+ beranggotakan 17 negara yang dinilai rentan pasca mengalami konflik antara lain Afghanistan, Burundi, Chad, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Haiti, Liberia, Sudan Selatan, Papua Nugini dan Timor Leste.

Sekalipun Indonesia tidak masuk di dalam kelompok itu, Presiden Yudhoyono meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan pandangan Indonesia dalam upaya-upaya mengatasi konflik.
Selain Presiden Yudhoyono, PM Australia Julia Gillard, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan Perdana Menteri Haiti Laurent Lamothe juga menyampaikan pidatonya dalam acara itu. 
sumber : www.seputaraceh.com (Visit Now)
Baca Selengkapnya

Thursday, 6 September 2012

Cut Rita: Wisata Aceh Punya Potensi Besar

Bulan Juli lalu, bisa jadi momen yang berharga bagi Rita. Mahasiswi Teknik Sipil Unsyiah yang bernama lengkap Cut Rita Kemala ini, tepatnya Minggu (8/07) di Taman Budaya, Banda Aceh secara resmi dinobatkan menjadi Putri Pariwisata Aceh 2012. 

Kini, tugasnya untuk memajukan dan mempromosikan pariwisata Serambi Mekkah tidak hanya di Aceh saja, melainkan sampai ke berbagai pelosok tanah air bahkan mancanegara.

Saat ini, Rita juga mewakili Aceh untuk ikut dalam ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2012 yang acaranya puncaknya akan digelar 28 September mendatang di Jakarta.

“Sekarang panitia PPI juga sedang menyelenggarakan pemilihan Putri Favorit Indonesia 2012 lewat SMS, jangan lupa dukung Rita sebagai perwakilan dari Aceh ya,” ujarnya kepada SeputarAceh.com beberapa waktu lalu.

Ditanya tentang semangat apa yang akan dilakukan Rita untuk memajukan pariwisata Aceh, ternyata dara yang baru saja berulang tahun 3 September lalu ini punya keyakinan kuat untuk mempromosikan Aceh, khususnya lewat wisata Islami.

“Saya yakin dan percaya Aceh mempunyai potensi yang besar, selain panorama alamnya yang indah, kultur dan kebudayaan di Aceh bisa menjadi minat wisata dari jejak-jejak history yang pernah ada dan pastinya lewat Syariat Islam yang saat ini diterapkan,” pungkas si pemilik akun @cute_rite ini.

Rita juga menambahkan, wisata Islami yang sedang digarap oleh pemerintah dan dinas terkait saat ini bukanlah penghalang dalam memajukan wisata Aceh itu sendiri. “Wisata Islami bukan sebagai momok atau penghalang yang banyak digembor-gemborkan, melainkan menjadi tantangan sebagai nilai jual lain dari pariwisata Aceh tersendiri,” tambahnya.

Terkait infrastruktur, Rita tetap percaya di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah yang ada saat ini ke depan banyak hal yang bisa dilakukan, apalagi bisa mengangkat wisata bertemakan lingkungan dan pariwisata kreatif.

“Banyak hal yang perlu dilakukan agar pariwisata kita semakin maju, mengingat Kementerian Pariwisata saja yang dulunya ada kini berubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Artinya saya akan banyak lebih mengangkat green tourism and creative tourism di Aceh”.

Lebih lanjut, Rita juga menekankan bahwa sumber daya alam yang ada saat ini harus bisa ‘klop’ dengan sumber daya manusia yang tersedia, maka dari itu butuh pembenahan demi memajukan potensi wisata yang lebih baik kedepannya.

Dukung Rita di PPI 2012

Tidak lupa bagi Anda yang ingin mendukung wakil Aceh, Cut Rita Kemala menjadi Putri Pariwisata Indonesia 2012 bisa lewat SMS dengan cara mengetik PPI(spasi)ACEH kirim ke 9981.

Voting lewat SMS ini akan ditutup 28 September mendatang yang acaranya puncaknya bertempat di Merlynn Park Hotel, Jakarta yang akan disiarkan langsung di ANTV pukul 21.00 WIB.

sumber : seputaraceh.com (Visit This Website Now)
Baca Selengkapnya