Ini Hanya Blog Biasa yang Menyediakan Informasi Hal-hal Menarik Tentang Aceh.
Kuah Pliek-U, Gulai Para Raja
Masakan atau gulai khas Aceh.
Okezine - Template
Mesjid Raya Baiturrahman
Saksi bisu sejarah Aceh.
Okezine - Template
Tari Saman
Satu ciri menarik dari tari Aceh
..
Prev 1 2 3 Next

Wednesday, 25 July 2012

Pembunuhan Khas Aceh dan sebutan "Aceh Pungo"

Perang Belanda di Aceh yang meletus sejak tahun 1873 hingga awal abad XX belum berakhir. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat mengakhiri perang yang telah banyak memakan korban, baik di pihak Aceh maupun di pihak Belanda sendiri. Menjelang akhir abad XIX dan pada awal abad XX, Belanda melaksanakan suatu tindakan kekerasan melalui sebuah pasukan elit yang mereka namakan het korps marechaussee (pasukan marsose).

Pasukan ini dari serdadu-serdadu pilihan yang memiliki keberanian dan semangat tempur yang tinggi, dengan tugas untuk melacak dan mengejar para pejuang Aceh melawan Belanda ke segenap pelosok daerah Aceh. Mereka akan membunuh para pejuang Aceh yang berhasil ditemukan atau setidaknya membuang ke luar daerah Aceh.

Dengan cara kekerasan ini Belanda mengharapkan rakyat atau para pejuang akan takut dan menghentikan perlawanan Belanda. Namun apa yang terjadi ? Akibat tindakan kekerasan tersebut telah menimbulkan rasa benci dan dendam yang sangat mendalam bagi para pejuang Aceh yang bersisa, lebih-lebih bagi keluarga mereka tinggalkan, ayah, anak, menantu, sanak keluarga atau kawomnya yang telah menjadi korban keganasan pihak Belanda.

Untuk membalas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Belanda tersebut para pejuang Aceh melakukan suatu cara yang kemudian diistilahkan oleh Belanda dengan nama Atjeh Moorden atau het is een typische Atjeh Moord suatu pembunuhan khas Aceh yang orang Aceh sendiri menyebutnya poh kaphe (bunuh kafir). Di sini para pejuang Aceh tidak lagi melakukan peperangan secara bersama-sama atau berkelompok, tetapi secara perseorangan. Dengan nekad seseorang melakukan penyerangan terhadap orang-orang Belanda apakah ia serdadu, orang dewasa, perempuan atau anak-anak sekalipun menjadi sasaran untuk dibunuh. Dan tindakan pembunuhan nekad ini dilakukan di mana saja di jalan, di pasar, di taman-taman atau pun pada tangsi-tangsi sendiri.

Pembunuhan khas Aceh ini antara tahun 1910 – 1920 telah terjadi sebanyak 79 kali dengan korban di pihak Belanda 12 orang mati dan 87 luka-luka, sedang di pihak Aceh 49 tewas. Puncak dari pembunuhan ini terjadi dalam tahun 1913, 1917, dan 1928 yaitu sampai 10 setiap tahunnya. Sedangkan di tahun 1933 dan 1937 masing-masing 6 dan 5 kali. Adapun jumlah korban dalam perang Belanda di Aceh selama sepuluh tahun pada awal abad XX (1899-1909) sebagaimana disebutkan Paul Van’t Veer dalam bukunya De Atjeh Oorlog tidak kurang dari 21.865 jiwa rakyat Aceh. Dengan kata lain, angka itu hampir 4 persen dari jumlah penduduk pada waktu itu. Angka ini setelah 5 tahun kemudian (1914) naik menjadi 23.198 jiwa dan diperhitungkan seluruh korban jiwa (dari pihak Aceh dan Belanda) dalam kurun waktu tersebut hampir sama dengan yang telah jatuh pada masa perang 1873 – 1899.

Hal ini belum lagi korban yang jatuh setelah tahun 1914 hingga tahun 1942. Salah seorang perwira Belanda yang menjadi korban akibat pembunuhan khas Aceh ini ialah Kapten CE Schmid, komandan Divisi 5 Korp Marsose di Lhoksukon pada tanggal 10 Juli 1933, yang dilakukan oleh Amat Lepon. Sementara pada akhir bulan Nopember 1933 dua orang anak-anak Belanda yang sedang bermain di Taman Sari Kutaradja (sekarang Banda Aceh) juga menjadi korban pembunuhan khas Aceh ini.

Pembunuhan khas Aceh adalah sikap spontanitas rakyat yang tertekan akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan Marsose Belanda. Sikap ini juga dijiwai oleh semangat ajaran perang Sabil untuk poh kaphe (membunuh kafir). Di samping itu juga adanya suatu keinginan untuk mendapatkan mati syahid. Dan untuk membalas dendam yang dalam istilah Aceh disebut tueng bila, sebuah istilah yang menggambarkan betapa membara semangat yang dimiliki oleh rakyat Aceh.

Akibat adanya pembunuhan nekad yang dilakukan rakyat Aceh tersebut menyebabkan para pejabat Belanda yang akan ditugaskan ke Aceh berpikir berkali-kali. Dan ada di antara mereka yang tidak mau mengikutsertakan keluarganya (anak-istri) bila bertugas ke Aceh. Malahan ada yang memulangkannya ke negeri Belanda. Para pejabat Belanda di Aceh selalu membayangkan dan memikirkan bahaya Atjeh Moorden tersebut.

Mereka tidak habis pikir, bagaimana hanya dengan seorang saja dan bersenjata rencong yang diselipkan dalam selimut atau bajunya para pejuang Aceh berani melakukan penyerangan terhadap orang-orang Belanda, bahkan pada tangsi-tangsi Belanda sekalipun. Oleh karena itu, ada di antara orang Belanda yang menyatakan perbuatan itu “gila” yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang yang waras, maka timbullah istilah di kalangan orang Belanda yang menyebutnya Gekke Atjehsche (orang Aceh gila), yang kemudian populer dengan sebutan Aceh pungo (Aceh Gila).

Untuk mengkajinya pihak Belanda mengadakan suatu penelitian psikologis terhadap orang-orang Aceh. Dalam penelitian itu terlibat Dr. R.H. Kern, penasihat pemerintah untuk urusan kebumiputeraan dan Arab, Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa perbuatan tersebut (Atjeh Moorden) termasuk gejala-gejala sakit jiwa. Suatu kesimpulan yang mungkin mengandung kebenaran, tetapi juga mungkin terdapat kekeliruan, mengingat ada gejala-gejala yang tidak terjangkau oleh dasar-dasar pemikiran ilmiah dalam Atjeh Moorden tersebut. Menurut R.H. Kern apa yang dilakukan rakyat Aceh itu adalah perasaan tidak puas akibat mereka telah ditindas oleh orang Belanda karena itu jiwanya akan tetap melawan Belanda.

Dengan kesimpulan bahwa banyak orang sakit jiwa di Aceh, maka pemerintah Belanda kemudian mendirikan rumah sakit jiwa di Sabang. Dr. Latumenten yang menjadi kepala Rumah Sakit Jiwa di Sabang kemudian juga melakukan studi terhadap pelaku-pelaku pembunuhan khas Aceh yang oleh pemerintah Belanda mereka itu diduga telah dihinggapi penyakit syaraf atau gila. Namun hasil penelitian Dr. Latumenten tersebut menunjukkan bahwa semua pelaku itu adalah orang-orang normal. Dan yang mendorong mereka melakukan perbuatan nekad tersebut adalah karena sifat dendam kepada Belanda yang dimiliki yaitu tueng bila. Untuk itu seharusnya tindakan kekerasan jangan diperlakukan terhadap rakyat Aceh.

Selanjutnya, pemerintah Hindia Belanda melaksanakan kebijaksanaan baru yang dikenal dengan politik pasifikasi lanjutan gagasan yang dicetuskan oleh C. Snouck Hurgronje. Sesuatu politik yang menunjukkan sifat damai di mana Belanda memperlihatkan sikap lunak kepada rakyat Aceh, mereka tidak lagi bertindak hanya dengan mengandalkan kekerasan, tetapi dengan usaha-usaha lain yang dapat menimbulkan simpati rakyat.


==========
Sumber : www.plik-u.com
Baca Selengkapnya

Foto Jadul Aceh

Rumah Gubernur di Kutaraja (Banda Aceh), tahun 1878
edr

Gamelan dalam benteng di Meulaboh, sekitar tahun 1894

"Atjeh Tram" di atas jembatan "Demmeni" di Kutaraja (Banda Aceh), sekitar tahun 1895

Prajurit KNIL (Tentara Kerajaan Hindia-Belanda) di Gunungan, Kutaraja (Banda Aceh), tahun 1874.

Dayah di Kutaraja (Banda Aceh) dengan makam Tengku Dianjong, tahun 1892.

Pasar Kerbau di depan Masjid Raya Baiturrahman di Kutaraja tahun 1892.

"Hotel de l'Europe" di Kutaraja (Banda Aceh), tahun 1892

Teuku Panglima Maharaja Syahbandar Tiban Muhammad dengan keluarga di Aceh, tahun 1892.

Sepasang pengantin Aceh, sekitar tahun 1880

                                                        Foto Selanjutnya Klik Disini

sumber: http://putraaceh.multiply.com/
Baca Selengkapnya

Monday, 23 July 2012

Mesjid Agung Meulaboh


Arsitektur bangunan Masjid Agung Meulaboh sangat indah dengan kubahnya yang berwarna dominan terang menjadikan masjid ini sangat indah dipandang mata.
Masjid Agung ini merupakan masjid kebanggaan dari Kabupaten Aceh Barat, tepatnya Jl.Imam Bonjol, Kota Meulaboh.
Karena letaknya dipusat kota Meulaboh, dengan mudah dapat dijangkau dengan kendaraan umum ataupun kendaraan roda dua.
Banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke mesjid indah ini datang untuk beribadah maupun hanya untuk menikmati keindahan arsitektur mesjid ini
Baca Selengkapnya

Makam Pahlawan Teuku Umar


adalah salah satu pahlawan yang gigih berjuang untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia, Makam Pahlawan Teuku Umar terletak di Desa Meugo Rayeuk, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Jarak tempuh sekitar 35 km dari Kota Meulaboh, untuk menuju Makam Pahlawan Teuku Umar anda bisa menggunakan mobil, sepeda motor, ataupun angkutan umum. Selain objek wisata Makam Pahlawan Teuku Umar Desa Meugo Rayeuk merupakan kawasan hutan lindung. Makam Teuku Umar ini ramai dikunjungi oleh wisata domestik dan wisatawan asing sebagai tempat bersejarah. Di dalam lokasi makam Teuku Umar ini terdapat pohon besar yang mengeluarkan air tiada hentinya. Air itu bisa diminum oleh siapapun. Daerahnya sangat aman, nyaman dan sejuk dengan udara yang segar dan masih sangat alami.
Baca Selengkapnya

Genang-Gedong


merupakan salah satu tempat wisata alam yang berada di Gampong Putim Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Bentuk dari Genang-Gedong ini adalah danau yang dikelilingi oleh pepohonan. Jarak tempuh ke lokasi Genang-Gedong ini ± 20 Km dari arah kota Meulaboh menuju Banda Aceh Via Geumpang. Luas genangan air ini meliputi 3 desa atau ± 7ha. Rimbunnya pepohonan akan membuat siapa saja yang datang merasa segar santai dengan tiupan lembut angin Genang-Gedong. Bila anda ingin santai di tempat yang asri, datanglah ke Genang-Gedong, atau bila anda hobi mancing, Genang-Gedong adalah tempat mancing sambil santai bareng keluarga tercinta dengan menikmati softdrink dan lantunan musik Jazz or R&B. Disekitar lokasi Genang-Gedong telah berdiri beberapa buah café yang dikelola oleh masyarakat Gampong Putim. Di sekitar lokasi ini juga terdapat arena balap MotorCross GrassTrack. Betapapun indahnya Genang-Gedong ini belum banyak orang yang tahu, belum banyak orang yang mau datang ke sana
Baca Selengkapnya

Pantai Lanaga


berada di Kabupaten Aceh Barat, dan berlokasi di desa Peunaga, Provinsi Aceh. Jarak tempuh sekitar 5 km dari kota Meulaboh (ibukota kabupaten Aceh Barat). Di kawasan wisata Pantai Lanaga tersedia sarana olah raga air seperti Jet sky dan juga di pantai ini sering diadakan acara perlombaan perahu dengan desain yang unik dan menarik.
Baca Selengkapnya

Pantai Lhok Bubon


berada di Kabupaten Aceh Barat yang berlokasi di desa Bubon,Provinsi Aceh. Jarak tempuh ke Pantai Lhok Bubon sekitar 8 km dari kota Meulaboh. Pantai Lhok Bubon ini terkenal sebagai daerah penghasil makanan laut, dan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya yang datang untuk menikmati segarnya makanan laut sekaligus menikmati alam pantainya. Selain merupakan tempat tujuan pariwisata, tempat ini menjadi lahan penambahan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

sumber : wisatanesia
Baca Selengkapnya

Pantai Suak Ribee


merupakan salah satu tempat rekreasi yang terdapat dipesisir kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat .Pantai Suak Ribee banyak di kunjungi oleh berbagai unsur masyarakat baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak. Pantai suak ribee biasanya ramai pada sore hari maupun pada hari –hari libur. Sebelum bencana tsunami Pantai suak ribee adalah tempat rekreasi yang sangat indah dan menarik.Disepanjang jalan di pinggiran pantai berbaris pohon kelapa dan pohon cemara.disana juga banyak terdapat tempat-tempat untuk peristerahatan seperti café-café yang berjejer di sepanjang jalan. Pemandangan di sore hari sangatlah indah selain menikmati semilir angin yang sepoi-sepoi kita juga dapat melihat pemandangan matahari tenggelam pada matahari senja.
Baca Selengkapnya

Pantai Cemara Indah


Selain pasir pantainya putih yang indah, disini juga tersedia Taman Rekreasi, yang merupakan salah satu objek wisata rekreasi keluarga. Pantai Cemara Indah ramai di kunjungi tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya saja, tetapi juga dari luar daerah, terutama di hari-hari libur dan akhir pekan. Lokasi wisata ini sedang dalam tahap pembangunan yang nantinya akan menjadi objek wisata yang terus berkembang. Fasilitas yang tersedia saat ini adalah warung makan, balai tempat berteduh, bangku taman, tempat permainan anak, lapangan olah raga dan musholla. Di samping itu pelayanan sarana air bersih, listrik,dan telepon juga tersedia di lokasi wisata ini
Baca Selengkapnya

Pantai Pusong Sangkalan


berjarak 3 Km (tiga kilometer) dari Kota Blangpidie Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat Daya,Pantai Pusong Sangkalan berhadapan dengan Samudera Hindia masih sangat asri dan bersih, pasirnya yang bersih dan agak kasar.
Nama Pusong digunakan karena di Samudera Hindia dengan jarak 1 KM dari bibir pantai tertadapat “Pusong” (Pulau Gosong). Sangkalan adalah nama wilayah kemukiman dimana Pantai itu berada. Selain nama tersebut, pantai ini dikenal juga dengan nama Pantai Bali. Nama pantai Bali sebenarnya bukan nama yang resmi, menurut penduduk setempat banyak menyebutkan karena keindahan pantai tersebut tidak kalahnya dengan keindahan Pantai di Bali. Ada juga pendapat mengatakan karena ketika pertama sekali dibuka sebagai kawasan wisata, banyak wisatawan manca Negara yang datang menikmati keindahan pantai dengan bermain selancar dan berjemur ria dengan mengunakan bikini yang dinggap tabu oleh masyarakat setempat, mereka tidak ingin Pantai Pusong Sangkalan dijadikan sebagai kawasan wisata seperti di Bali yang sangat bebas dan merusak tatanan budaya setempat.
Pantai Pusong Sangkalan

Kalau anda mengunjungi pantai ini dipagi hari jam 6.00 sampai dengan jam 10.00 WIB, anda akan berkesempatan melihat nelayan tradisional yang sedang “Tarek Pukat” (menjaring ikan dengan pukat yang ditarik dari laut ke darat). Sebuah tontonan yang menarik juga melihat dua kelompok nelayan yang menarik masing-masing ujung pukat ke daratan. Kelompok nelayan yang berjumlah 10 sampai 15 orang ini manarik pukat sambil mengeluarkan suara-suara teriakan kecil dan melantunkan syair-syair yang sangat indah.

Ombaknya yang besar sanga menantang untuk bermain selancar. Air lautnya yang biru sangat indah dan membuat mata betah berlama-lama memandang lautan lepas yang tak bertepi itu. Kebesaran Tuhan semakin dahsyat ketika kita di senja hari menikmati indahnya sunse
Baca Selengkapnya

Desa Batee Tutong


adalah Desa Wisata Batee Tutong adalah nama desa di kota Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Desa ini terletak sekitar satu kilometer dari kota Calang. Pada saat mengendarai kendaraan menuju Banda Aceh, desa ini terletak di sebelah kiri dari arah Meulaboh. Desa tidak jauh dari bibir pantai sekitar lebih kurang 20 meter. Menurut sejarah dulu kala desa dinamakan Bate Tutong karena setiap pergantian tahun pepohonan di desa yang terdapat di sebuah pulau itu menggalami layu seperti terbakar. Sejak itulah dan sampai saat ini kampong tersebut dikenal dengan Bate Tutong yang berarti batu terbakar walaupun sekarang sudah berganti nama menjadi panton makmur namun masyarakat tetap menyebutnya dengan sebutan batee tutong artinya batu terbakar.
Baca Selengkapnya

Teluk Rigaih


Objek Wisata Teluk Rigaih berada di Desa Rigaih sangat digemari oleh wisatawan sebagai tempat snorkeling, diving maupun untuk memancing. Kawasan ini juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat yang berlibur di akhir pekan dikarenakan keindahan terumbu karang dan ikan hias yang beraneka warna
Baca Selengkapnya

Kuala Dhoi


adalah wisata atraksi di sebuah desa kecil yang terletak di tepi pantai Samudra Hindia, yang berjarak 3 km dari Lageun ibukota distrik dan 12 km dari ibu kota Aceh Jaya (Calang). Tempat ini merupakan daya tarik wisata yang sangat populer di Jerman (Benua Eropa) sejak orang yang datang dari Jerman bernama David Jerman (Dieter) dan keluarga yang berada di Kuala Dhoi perempuan. Dia membangun sebuah bungalow di dekat pantai dan mengundang turis dari Eropa untuk datang ke daerah ini. Kuala Dhoi memiliki pantai pasir putih bersih, laut yang datar dan sangat menarik untuk dikunjungi untuk menikmati keindahan
Baca Selengkapnya

Pantai Kuala Merisi


atraksi Pantai wisata alam yang sangat indah terutama ketika kita bersama-sama itu keluarga yang sangat baik, sambil menikmati deru pantai surfing dan mendengarkan legenda Bate Meurendam Dewi Ratu Putri yang terdapat di muara Kuala Merisi telah membuat orang tertarik dengan wisata ini objek. Lokasi ini juga didukung oleh kondisi alam untuk mandi di pantai dan fasilitas snack bar di sekitar lokasi.
Baca Selengkapnya

Pulau Tsunami


 Asal usul pulau akibat gempa bumi dan tsunami Aceh Tsunami pada tahun 2004 untuk menyimpan banyak misteri tentang batu-batu dasar laut bawaan tsunami yang terdampar di sini.
Sebelumnya pulau ini merupakan bagian dari pulau yang terletak di desa Keuleuang Keuleuang, Jaya kabupaten. Lokasi ini cocok untuk rekreasi memancing atau snorkeling.

Pulau ini terletak di sisi barat Daerah Aceh, tepatnya di Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya, dengan jarak dari ibu kota provinsi dan ibukota distrik dengan perjalanan bus 2 jam. Pulau ini diapit oleh Keuluang Pulau Sarang dan Gua Gunung Teumiga, sangat indah bila dilihat dari puncak Gunung Geurutee jalan Negara. Untuk mengunjungi pulau ini adalah perahu nelayan yang tersedia di desa dengan Sudhen Ujong panjang Sekitar 15 menit berlayar. Pulau ini merupakan bukti sejarah bagi generasi yang akan datang, gelombang sengit dari tsunami di Aceh.
Baca Selengkapnya

Pulau Bengkaru


dalah pulau yang berada di wilayah aceh singkil, berlokasi di kepulauan bangkaru kecamatan pulau banyak. Jarak dengan ibukota kabupaten 48 mil laut dan kecamatan 24 mil laut. Prasarana perhubungan cukup baik, untuk menuju kesana para wisatawan cukup dengan menggunakan jasa penyebrangan kapal feri atau speed boat.diantara Daya tarik di pulau bengkaru adalah penangkaran penyu hijau. Aktivitas lain yang bisa dilakukan disana oleh para wisatawan adalah bermain selancar, berenang dan snorkeling
Baca Selengkapnya

Pantai Cemara Indah Gosong Telaga


adalah obyek wisata hamparan pantai yang biru, berlokasi di desa gosong telaga kecamatan Singkil utara. Jarak dengan ibukota kira-kira 25 km dan kecamatan 5 km.
diantara Fasilitas obyek wisata yang ada di pantai cemara indah gostel antara lain yaitu pentas, gallery café, pondok santai, mushala, mck, pondok santai dan permainan anak.
Baca Selengkapnya

Taman Nasional Gunung Leuser


merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan.

Hampir seluruh kawasan ditutupi oleh lebatnya hutan Dipterocarpaceae dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional antara lain mawas/orangutan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di Malaysia.
Baca Selengkapnya

Sunday, 22 July 2012

Danau Tana bara



adalah wisata danau yangberlokasi di desa tana bara kecamatan gunung meriah. Adapun jarak dengan ibukota kabupaten 70 km dan kecamatan 15 km.

fasilitas obyek wisata di daerah ini adalah budidaya ikan kerambahair tawar dan kolam pancing.
Baca Selengkapnya

Danau Cingkam



hampir sama dengan danau tana bara bedanya danau cingkam berlokasi di desa Cingkam /solok kecamatan Gunung meriah. Jarak dengan ibukota kabupaten adalah 80 km dan kecamatan 20 km.

fasilitas obyek wisata yang ada adalah budidaya ikan air tawar, udang dan kolam pancing. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan disana biasanya memancing.
Baca Selengkapnya

Air Terjun lae Gecih



obyek wisata ini. Berlokasi di desa kuta tinggi / lae gecih kecamatan simpang kanan. Jarak dengan ibukota kabupaten yaitu kira2 90 km dan kecamatan 20 km.

kegiatan masyarakat di daerah ini mayoritas budidaya ikan air tawar dan bertani, sehingga wisatawan yang berkunjung di daerah ini dapat melihat kegiatan pedesaaan.
Baca Selengkapnya

Danau Laut Tawar


 adalah sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggröe Aceh Darussalam. Suku Gayo menyebutnya dengan Danau Lut Tawar. Luasnya kira-kira 5.472 hektar dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km. Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³ (2,5 triliun liter).

Ada 25 aliran krueng yang bermuara ke Danau Laut Tawar dengan total debit air kira-kira 10.043 liter per detik.
Rerata kedalaman danau:
35 meter dari pinggir danau: 8,9 meter.
100 meter dari pinggir danau: 19,27 meter.
620 meter dari pinggir danau: 51,13 meter.
Rerata suhu air danau diukur berdasarkan kedalaman:
1 meter: 21,55 °C
5 meter: 21,37 °C
10 meter: 21,15 °C
20 meter: 20,70 °C
50 meter: 19,35 °C
Kecerahan tertinggi 2,92 meter (di tengah danau), sedangkan yang terendah 1,29 meter (Kp. Kuala II). Semakin tinggi kecerahan, maka semakin jernih air.
Baca Selengkapnya

Pantan Terong



adalah sebuah bukit yang terletak di puncak bukit dataran tinggi gayo. Di tempat ini kita bisa melihat ibu kota Aceh Tengah dan danau Laut Tawar secara keseluruhan, lapangan pacuan kuda di kecamatan Pegasing, bandara udara Rembele dari atas, dengan diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok. Pantan Terong terletak di kecamatan Bebesan, 7.5 km dari kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah
Baca Selengkapnya

Pantai Menye


(Pantai Manja) adalah sebuah objek wisata yang sangat menarik,pantai Menye Tidak saja tempatnya yang sangat strategis tetapi juga memiliki pemandangan yang angat indah
Pantai Menye Terletak di Kecamatan Bintang tepatnya di sebelah timur danau laut tawar
Ada dua rute perjalanan yang bisa dicapai yaitu jalur utara dan selatan. Bila melalui jalur utara Anda bisa melalui Takengon sekitar 18 Km, dan bila melalui jalan selatan jarak tempuhnya agak lebih panjang sekitar 24 Km dengan waktu tempuh 20 sampai 30 menit
Baca Selengkapnya

Kota Takengon




adalah Ibukota dari Kabupaten Aceh Tengah. Kabupaten Aceh Tengah berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyimpan potensi wisata alam yg kaya dan indah, masyarakat yang ramah, hawa yang sejuk dan udara yang menyegarkan akan menyapa siapa saja yang datang ke dataran tinggi Gayo. Danau Laut Tawar ini merupakan salah satu objek wisata yang istimewa di Kab.Aceh Tengah, keistimewaan danau ini selain pemandangannya yang indah dan airnya yang tidak asin, terdapat pula empat gua yang mengelilingi danau tersebut. Danau tersebut luasnya hampir seperti laut, karna itu masyarakat menyebutnya Danau Laut Tawar. Kota Takengon merupakan kota yang sejuk dan berudara bersih di NAD
         Kota Takengon terletak berdekatan dengan Kabupaten Bener Meriah, dan sekitar 100KM dari Kota Bireun
Untuk menuju ke Takengon, dapat dicapai melalui jalan darat dan udara. Dari Kabupaten Bireun menuju ke arah barat, kita dapat menempuh jalan darat sekitar 100KM melalui jalan di pergunungan yang indah dengan melewati Kabupaten Bireun dan Bener Meriah. Dari arah barat, kita dapat mencapai daerah ini lewat darat juga melalui kabupaten Aceh Barat. Selain dari darat, dapat juga melalui udara dengan pesawat kecil.

Baca Selengkapnya

Air Terjun Mengaya



Wisata  ini Terletak di Desa Mengaya, Kec.Bintang. Kabupaten Aceh tengah berdekatan dengan obyek wisata Danau Lut Tawar. Melalui jalan setapak yang sudah beraspal, pengunjung bisa menikmati panorama hutan yang asri dan udara yang sejuk di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun ini
Baca Selengkapnya

Makam Raja Linge



Di lingkungan  ini terdapat rumah adat, dengan nama Rumah Pintu Ruang (rumah yang memiliki tujuh pintu) dan sebuah sumur tua yang airnya tidak pernah kering. Disini juga terdapat fasilitas toilet dan musholla. Kecamatan Linge, berjarak tempuh sekitar 70 km dari kota Takengon.
Baca Selengkapnya

Goa Loyang Koro



adalah salah satu objek wisata goa yang terletak di kaki gunung Birahpanyang, sekitar 15 meter dari bibir pantai dengan kedalaman 20 meter.
Goa Loyang Karo Terletak di desa Toweren, Kecamatan Laut Tawar, hanya 7 Km dari Kota Takengon
Baca Selengkapnya

Goa Loyang datu Merah Mege



adalah Objek wisata yang berpanorama indah, tidak hanya menawarkan keindahannya saja tetapi juga legenda yang mengikutinya. Area objek wisata ini juga dilengkapi dengan tempat peristirahatan dan tempat duduk untuk menikmati air deras yang mengalir didasar Goa.Goa Loyang Datu Merah Mege Terletak 26 km dari ibu kota kabupaten aceh tengah
Baca Selengkapnya

Air Terjun Tarujak


merupakan Tempat wisata yg berudara sejuk, serta mempunyai pemandangan hutan alam yg indah. Air Terjun Terujak berada di Desa Terujak, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Cara Menuju Lokasi bisa Menggunakan kendaraan mobil ataupun sepeda motor, Dilokasi wisata ini selain air terjun yg indah, terdapat juga tempat pemandian air panas yg bersumber dari belerang dilereng gunung, dan juga terdapat tempat pemandian air dingin .
Baca Selengkapnya

Pantai Kuala Parek



berada di Desa Kuala Parek, Kecamatan Sungai Raya, sekitar 7 km dari kota kecamatan.Obyek Wisata Pantai Kuala Parek merupakan pantai dengan panorama yang sangat indah.untuk dapat mencapai pantai kuala parek dapat Menggunakan mobil, dan dilanjutkan dg menggunakan boat/perahu motor.Objek Wisata Pantai Kuala Parek sangat cocok di gunakan untuk berlibur di waktu liburan bersama keluarga serta juga bisa untuk memancing.
Baca Selengkapnya

Pantai Kuala Bekah



berada di Desa Paya Lipah, Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur, jarak tempuh Pantai Kuala Beukah sekitar 44 km dari Kabupaten Aceh Timur Pantai Kuala Beukah ini cukup panjang dan luas dengan air yang bersih. Pada hari-hari libur pantai Kuala Beukah ini sering dikunjungi oleh masyarakat Aceh Timur maupun dari luar daerah untuk piknik guna melepas kepenatan . Para pengunjung dapat berenang, memancing dan berbagai kegiatan pantai lainnya. Angin yang menghembus pelan dengan ombak Selat Malaka yang beralun lembut membuat pantai ini begitu mempesona.
Baca Selengkapnya

Objek Wisata Pantai Sawang



adalah sebuah pantai berpasir putih yang sangat indah. Pantai ini terletak di Desa Ulee Rubek Kec. Seunuddon kabupaten Aceh Utara. Objek wisata yang berjarak 49 km dari kota Lhokseumawe ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum
Baca Selengkapnya

Wisata Pantai Ulee Rubek



adalah sebuah pantai berpasir putih yang sangat indah. Pantai ini terletak di Desa Ulee Rubek Kec. Seunuddon kabupaten Aceh Utara. Objek wisata yang berjarak 49 km dari kota Lhokseumawe ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum
Baca Selengkapnya

Air Terjun Blang Kulam



Berlokasi di hutan yang teduh dan terdapat di Kabupaten Aceh Utara dengan ketinggian sekitar 75 Meter. Tempatnya yang sejuk dengan alam yang masih asri sekali. Bagi yang ingin merasakan dinginnya air terjun, bisa berendam disini atau sekedar bersantai diakhir pekan. Tempat ini sangat cocok sebagai rekreasi keluarga. dan Air Terjun Blang Kolam pun kembali menunjukan kegairahannya, bagaimanapun air terjun blang kolam pernah menjadi tempat favorit. Untuk mencapai lokasi Blang Kolam sebenarnya tidak sulit, cukup banyak jalur yang bisa ditempuh, bisa melalui Cunda Kota Lhokseumawe, Kandang Aceh Utara dan kawasan muara satu kota lhokseumawe, namun sayang kondisi jalan. menuju objek Wisata Blang Kolam sangat memprihatinkan. Selain hal itu, kondisi jalan yang terjal dan licin juga menjadi salah satu penghambat bagi pengunjung yang ingin menikmati objek wisata ini. Hal lain yang kurang dalam objek wisata ini adalahsarana pendukung seperti Mushalla, MCK, dan tali pembatas jalur. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Sudah berjanji, akan melakukan renovasi objek wisata ini sejak 2009 
Baca Selengkapnya

Pemandian Krueng Sawang


berada sekitar 45 km arah barat dari Kecamatan Lhokseumawe. Disini terdapat sebuah sungai yang airnya sangat jernih penuh dengan bebatuan, tempat ini merupakan pemandian yang ramai dikunjungi wisatawan. Udaranya yang sejuk, lingkungan yang masih alami, sangat layak dijadikan sebagai lokasi perkemahan. Daerah ini juga dikenal sebagai lokasi perkemahan. Daerah ini juga dikenal sebagai penghasil durian
Baca Selengkapnya

Teungku Abdul Jalil Cot Plieng


adalah pahlawan Aceh Utara yang berjuang melawan tentara Jepang dalam perjuangan Fisabilillah, demi mempertahankan Agama dan tanah air dari cengkraman penjajahan Jepang. Beliau mangkat pada tanggal 10 Nopember 1942. Untuk mengenang perjuangan beliau dibangunlah sebuah tugu yang berada di desa Cot Plieng Kecamatan Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara 10 km sebelah timur Lhokseumawe
Baca Selengkapnya

Air Terjun Tansaran Bidin



terletak di Desa Tansaran Bidin, Kec. Bandar Kabupaten Bener Meriah dengan ketinggian mencapai 50 M menobatkannya menjadi Air Terjun Paling Tinggi di Kabupaten Bener Meriah. Lokasinya tidak jauh dari Pondok Baru yang merupakan Ibukota Kec. Bandar Kab. Bener Meriah tapi karena sarana jalan yang belum memadai, untuk mencapai lokasi air terjun terpaksa ditempuh dengan jalan kaki selama kira-kira 1,5 jam (tergantung kekuatan kaki dan kecepatan langkah masing²) jalan menuju ke lokasi air terjun yang berhutan dan agak berbukit membuat liburan anda makin penuh dengan petualangan.
Baca Selengkapnya

Gunung Burni Telong



adalah gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah dan telah mejadi ciri khas dari Kabupaten Tersebut. Gunung Burni Telong adalah gunung berapa Aktif dan pernah meletus pada Tanggal 7 Desember 1924 menyebabkan kerusakan hebat lingkungan sekitarnya termasuk lahan pertanian dan perkampungan. Burni Telong yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan gunung yang terbakar, berada di ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Gunung ini hanya berjarak lima kilometer dari Redeolong, ibu kota Kabupaten Bener Meriah dan Bandar Udara Rembele (RBL). Untuk mencapai gunung yang sering disebut Burni Cempege (gunung yang penuh belerang–red), ada beberapa jalur. Salah satunya, melalui Jalur Edelwais. Dinamakan Edelwais karena di sepanjang jalur itu ditumbuhi bunga Edelwais yang oleh masyarakat Gayo dipercayai sebagai bunga abadi. Jalur ini diawali dengan jalan aspal mulai dari simpang jalan utama Takengon-Bireun sampai ke lereng Burni Telong tepatnya di desa Bandar Lampahan Kecamatan Timang Gajah yang berjarak 3 km. Bila mau melakukan Pendakian sebaiknya berkonsultasi dulu dengan pemuda-pemuda setempat atau mengajak satu dua orang dari mereka turut serta, kecuali anda sudah mengenal betul medan dan jalur pendakian Gunung Burni Telong. Kondisi lapangan untuk mencapai ke ketinggian puncak memang agak terjal. Tapi, jalur dari Bandar Lampahan menuju lereng gunung merupakan pilihan favorit para pecinta alam atau pendaki gunung. Setelah melewati medan terjal, kita menemukan sebuah gua, yang sering digunakan pendaki sebagai tempat menginap bila ingin bermalam untuk beberapa hari. Di ketingian Burni Telong, hamparan pohon pinus memanjakan mata Anda Inilah satu-satunya gunung berapi aktif di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Baca Selengkapnya

Friday, 20 July 2012

Kolam Air Panas Simpang Balek


terletak di Simpang Balik sekitar 8 Km dari Kota Redelong, Kabupaten Bener Meriah.kolam air panas ini diberi nama sesuai daerah oleh masyarakat sekitar. Kolam air panas ini sudah lama terkenal dan selalu ramai dikunjungi wisatawan ketika liburan. Ada dua lokasi pemandian air panas di Simpang Balik, yang pertama di pusat pasar yang sering dikunjungi oleh penduduk dan yang satunya berada diatas yang dibangun oleh Pemerintah Aceh. Disini dibangun 2 kolam, satu untuk pria dan satu untuk wanita. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, bila mandi di kolam ini maka dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit
Baca Selengkapnya